
"Jepal gak sarapan dulu!" Ujar vera berteriak dari arah dapur.
"Enggak, takut telat!" Teriak zeval sambil berlari menuruni tangga.
Vera yang medengar jawaban zeval pun berniat menghampiri nya.
"Kalo gitu susunya di minum dulu, tuh di atas meja" kata vera setelah menghampiri zeval yang tengah memakai sepatu.
"Gak sempet, nanti aku terlambat" jawabnya tanpa menatap lawan bicaranya.
"Aku berangkat assalamualaikum" zeval langsung pergi setelah memakai sepatunya tanpa melihat vera sedikit pun di bagi hari ini.
"waalaikumussalam hati hati" jawab vera, vera hanya menggelengkan kepalanya pada pintu yang tidak tertutup sempurna.
Vera menghembuskan nafasnya, ia melihat celmek yang ia kenakan dan spatula yang ia pegang.
"Lanjut masak kuy" ujarnya lalu ia berbalik menuju dapur.
Vera bersenandung sambil berjalan menuju dapur.
"Assalamulaikum!"
Vera pun membalikan badanya
"Waalaikumussalam!" Jawab vera, vera berjalan untuk melihat siapa yang datang.
"Loh kenapa balik lagi ada yang ketinggalan?" Tanya vera pada zeval yang tengah mengatur nafasnya yang tersengal sengal.
"Kenapa balik lagi?" Ulang vera.
"Ada yang keluapaan" jawab zeval.
"Apa, biar aku ambilin"
Zeval menatap vera, imut itulah kata yang terlintas pertama kali saat menatap vera.
Badan yang lebih pendek darinya, rambut yang di kuncir asal, celmek pink yang ia kenakan di tambah spatula yang ia pegang itu cukup membuat zeval terdiam.
"Zeval" panggil vera.
"Sini" ujar zeval menyuruh vera mendekat.
"Ada apa?" Tanya vera sambil berjalan menuju zeval.
Greb
"Zeval aku belum mandi jangan di peluk!" Pekik vera saat badanya di peluk cukup erat oleh zeval.
"Aku tadi main pergi aja gak peluk kamu kaya biasanya, rasanya kaya ada yang kurang" ujar zeval.
"Nanti kamu telat" ujar vera sambil berusaha melepas pelukan zeval.
"Kamu gak marah kan sama aku?"
"Ngapain aku marah, aku tau kamu lagi buru buru"
Zeval melepaskan peluknya.
"Sana berangkat, kalo ada yang ke tinggalan ambil cepet"
"Susu yang kakak buat mana?" Tanya zeval.
"Di meja"
Zeval langsung melenggang menuju meja makan dan di ikuti vera di belakangnya.
"Zeval mau ngapain"
Zeval mengambil segelas susu di atas meja dan meminumnya hingga habis.
"Makasih" ujar zeval sambil meletakan gelas di atas meja.
"Sama sama. Zeval nanti kamu telat sana berangkat"
"Yang ketinggalan belum di ambil" ujar zeval.
"Yaudah sana ambil"
"Oke"
Cup
"Itu yang ketinggalan" zeval tersenyum manis ke arah vera setelah mencium pipi nya.
"Apaan sih" lirih vera sambil mengalihkan tatapanya pada zeval.
"Yaudah aku berangkat, kamu berangkat kuliahnya nanti hati hati" kata zeval "assalamukaikum"
"Waalaikumussalam"
'Kalo tadi gue gak balik lagi bisa rugi, istri gue bisa seimut, semanis dan secantik itu pagi hari ini'
Setelah zeval pergi vera hanya tersenyum senyum sendiri sambil menutupi wajahnya.
...****************...
"Mau gue anterin sampe kelas gak?" Tanya dilah yang tengah berjalan di koridor.
"Enggak, kakak masuk kelas aja sana" jawab reyna yang berada di sebelah dilah.
"Padahal kalo mau di anterin di jamin bakal selamat sampe tujuan, mau ya"
"Gak usah kak" tolak reyna.
"Yaudah deh kalo gak mau, lo belajarnya yang rajin" ujar dilah sambil tersenyum ke arah reyna.
"Iya kakak juga yang rajin, emm kak titip salam bulat kak zeval yaa" kata reyna sebelum ia berjalan mendahului dilah.
'Kalo lo tau zeval udah sama kak vera gimana reaksi lo'
Drrrtt drrrrt
Dilah mengambil ponselnya yang bergetar, tertera nama zeval di layar ponselnya.
"Napa pagi pagi nelfon gue, kangen lo"
"Gue butuh bantuan lo"
"Bantuan paan"
"Mobil gue tiba tiba mogok di tengah jalan"
"Telfon bengkel lah napa telfon gue"
"Jemput gue"
"Lo mah pagi pagi udah nyusahin orang aja, lo di mana?"
"Gue ser"
Zeval langsung menutup panggilanya.
Setelah mendapatkan pesan dari zeval dilah langsung berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya, menuju lokasi yang zeval kirim.
"Mau kemana lo?" Tanya arkan di parkiran yang baru turun dari motornya.
__ADS_1
"Jemput si zeval" jawab dilah yang tengah membuka pintu mobilnya.
"abi udah masuk?"
"Gak tau, gue belum masuk kelas"
"Oke"
"Gue titip tas" ujar dilah sambil melepar tas nya ke arah arkan.
"Emang gue penitipan barang apa" gumamnya sambil menatap mobil dilah yang sudah melaju.
...****************...
"Kak mobil aku di bawa ke bengkel, mogong"
Zeval tengah menelfon vera di tepi jalan.
"Terus kamu sekolahnya gimana?"
"Aku pasti telat, tapi lagi nungguin dilah"
"kamu pulangnya nanti gimana?"
"Nanti bisa naik taxi"
"Gak minta anterin temen kamu aja"
"abis pulang sekolah aku mau ke perpustakaan, kayaknya mereka gak bakal ada yang mau kalo aku ajak"
"Apa mau aku jemput aja nanti?"
" gak usah, Dilah udah sampe udah dulu ya assalamulaikum"
"Waalaikumussalam"
Zeval memasuki mobil dilah yang berhenti tepat di depanya.
"Mobil lo mana?" Tanya dilah sambil menjalankan mobilnya.
"Udah di bengkel"
Tidak ada pembicaraan lagi di dalam mobil, zeval lebih asik dengan dunianya.
Sedangkan di kelas kini semua tengah fokus dengan guru di depan mereka.
"Kalian sudah siap buat ujian?" Tanya bu dita seorang guru bahasa indonesia.
"Sudah bu!"
"Kalian harus rajin belajar, yang punya pacar putusin dulu"
"Ya gak bisa gitu lah bu" protes edo sang wakil ketua.
"Pokoknya berhenti dulu, abis ujian terserah mau lanjutin atau gak usah lanjutin"
"Saya tidak akan memutuskan pacar saya, karena cinta ku gak bakal tergoyahkan hanya karena ujian yang akan aku hadapi" ujar abi menghayati ucapanya sendiri hingga berdiri dari tempat duduknya.
"Emang lo punya pacar?" Tanya edo.
"Lo nanya kegue punya pacar atau enggak?" Abi sungguh tidak percaya dengan ucapan edo.
"Ya enggak lah!" Serempak semua anak kelas mewakili jawaban abi.
semua tertawa tak terkecuali ibu guru dan edo.
"Kalian perhatian banget sama gue, sampe kalian tau kalau gue belum punya pacar, di sini ada yang mau sama gue?" Tanya abi.
"Gak ada yang mau daftar jadi pacar lo, bisa kena panu, timbul jerawat, muka kering, bibir pecah pecah sama panas dalam" jawab cewek yang bernama anggun, seorang atlit karate.
"Doa yang baik di aminin aja" kata abi.
"Itu mah lo nya yang mau, anggunya maaa ogah sama lu" kata arkan.
"Sudah sudah jangan ribut" ujar bu dita "hari ini ada yang tidak berangkat?" Tanya bu dita.
"Cuma zeval bu, kalo dilah cuma ada tasnya doang" ujar edo.
"Dilah lagi jemput zeval bu" ujar arkan.
"Berarti berangkat semua?"
"Iya bu"
...****************...
"Hari senin besok kakak kelas ujian kan?" Tanya nasa teman reyna.
Mereka kini tengah duduk di dalam kantin sambil memakan bakso yang mereka pesan.
"Berarti kita libur dong" kata nura sambil menyuapkan bakso kemulutnya.
"Liburan enaknya ngapain ya?" Tanya reyna.
"Kita jalan jalan aja, semacam liburan beberapa hari gitu" jawab nasa.
"Kalo kalian liburan gue gak ikut males" ujar nura.
"Aku juga gak ikut, mau di rumah aja"
"Tadi lo nanya enaknya ngapain, tapi malah di rumah aja"
"Maksud aku kegiatan di rumah, enaknya ngapain".
"meditasi" gurau nasa.
"Gue mau nanya dong, kalian kenal kak abi gak?" Tanya nura.
"Kenal" jawab reyna dan nasa.
"Kenapa, lo suka?" Tanya nasa.
"Enggak" jawab nura sambil menggelengkan kepalanya.
"Kenapa nanya?" Tanya reyna.
"Cuma kagum aja dia tinggi dan ganteng" jawabnya sambil tersenyum.
" guys, Kalian nanti pulang sekolah mau gak kerumah gue, main gitu kerumah, gue sendirian di rumah" ujar nasa.
"Gue ada urusan, maaf ya gak bisa" jawab nusa.
"Aku bisa" jawab reyna dengan senyum manisnya.
"Yeyyy ada temen" sorak nasa "kita nanti dari sini jalan kaki aja kan deket"
"Oke, nanti kalo pulang aku bisa nunggu bus di tempat biasanya".
Reyna yang tengah menatap keluar kantin tak sengaja matanya melihat segerombolan kakak kelas, ia tersenyum saat salah satu dari mereka terdapat zeval.
'Ganteng banget'
Reyna tak dapat melunturkan senyumnya saat menatap zeval, wajah zeval yang terkena pancaran sinar matahari siang hari ini, membuat ketampananya berkali kali lipat.
"Rey, reyna!" Panggil nasa membuyarkan lamunan reyna.
__ADS_1
"Lo kenapa senyum senyum sendiri?"
"Liat deh" ujar reyna sambil menujuk ke arah grombolan kakak kelas.
"Itu kak abi kan?" Tanya nura.
"Ada kak zeval juga" ujar reyna sambil tersenyum.
"rey gue liat liat lo deket sama mereka, jangan jangan lo pacarnya salah satu dari mereka, atau lo pacarnya kak zeval, soalnya pandangan lo beda ke kak zeval" tebak nasa.
"Apa sih enggak kok" jawabnya.
"Uuuuu jangan jangan lo salah satu fans nya kak zeval ya" tebak nura.
"enggak kok, sok tau banget sih"
"fix reyna suka zeval" ujar nasa.
"Ih nasa ngomongnya jangan kenceng kenceng" ujar reyna berbisik.
"Eemm ternyata reyna gitu" ujar nasa menggoda reyna.
"Apaan sih sa"
"Samperin mereka yu, kita kenalan" ujar nura bersemangat.
"Enggak ah malu" nasa menolaknya.
"Ayo dong, reyna nasa ayo dong" mohon nura sambil menari narik tangan mereka berdua.
"Yaudah ayo" reyna pun menyetujui ajakan nura.
Mereka bertiga pun berjalan menuju bangku yang di duduki zeval dan teman temanya.
"Kalian mau pesen apa gue yang pesenin sekalian" ujar abi.
"Gue batagor" ujar dilah.
"Gue bakso, zev lo apa?" ujar abi.
"Gue bakso"
"Minumnya samain aja ya" kata abi dan di angguki mereka bertiga.
"Kak aku boleh gabung gak" ujar reyna sambil tersenyum kearah mereka berempat.
"eh ada reyna, Tentu boleh dong, reyna lo sebelah gue aja" ujar dilah sambil menepuk bangku di sebelahnya.
"Aku disini aja" jawabnya sambil duduk di sebelah zeval.
"Suami" ucap arkan berbisik sambil menyenggol lengan zeval "jangan lupain istri, mentang mentang lagi di pepet adik kelas istri di lupain" bisiknya lagi.
"Brisik lo" jawab zeval.
"Kalian berdua ayo duduk" kata dilah dan di angguki nura dan nasa.
"Gue pesen dulu" kata abi sambil berdiri dari duduknya.
"Kak aku ikut boleh, biar bantu bawain" tawar nura.
"Boleh" jawab abi sambil tersenyum.
"Kak kenalin ini temen aku namanya nasa" kata reyna memperkenalkan temanya.
"Hai gue arkan, ini dilah yang di sebelah gue ini zeval"
"Salam kenal kakak kakak" jawab nasa dengan senyumnya.
"Kalo yang ikut kak abi tadi namanya nura".
...****************...
Kini parkiran gedung sekolah sudah di penuhi anak anak yang tengah mengambil kendaraan masing masing, karena bel pulang sekolah sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.
"Lo beneran gak ikut gue nih" ujar arkan pada zeval.
"Apa lo mau ikut gue, atau abi gitu" ujar dilah.
"Kalian duluan aja gue mau ke perpus, gue kan udah ngajak kalian tapi gak ada yang mau"
"Lo kan tau kita kalo udah masuk perpus pasti penginya tidur" ujar abi.
"Yaudah sana pulang"
"Oke kita duluan, lo hati hati jangan ke lamaan di dalam sekolah nanti di gembok tau rasa".
Setelah mereka bertiga pergi zeval pun berjalan menuju perpustakaan sekolah.
saat sampai di perpustakaan zeval langsung mengambil beberapa buku di rak yang berbeda beda.
Ia kira perpustakaan akan sepi saat pulang sekolah namun dugaanya salah, perpustakaan cukup ramai sore hari ini banyak teman sekelasnya yang tengah belajar dan beberapa anak dari kelas lain.
Zeval duduk di bangku dan meletakan buku yang ia pinjam, ia pun molai membaca buku yang ia pinjam sambil mendengarkan musik melalui earphone.
...****************...
"Reyna jadi ke rumah gue kan" kata nasa sambil merangkul reyna yang tengah berjalan di koridor.
"Jadi lah, aku juga udah izin"
"Sip kalo gitu. Nura mana?"
"Dia udah duluan, di jemput katanya".
"Nanti pulangnya aku anter pake sepeda mau gak"
"Aku pulang sendiri aja nanti"
Mereka berdua berjalan beriringan menuju rumah nasa yang tidak jauh dari gedung sekolah mereka.
Sudah beberapa jam berlalu, zeval sudah berada di perpus cukup lama, hingga ia belum menyadari kalau perpus sudah molai sepi.
Zeval melihat jam tanganya sudah menujukan pukul empat sore.
"Udah sore" gumam zeval.
Zeval pun membereskan bukunya dan mengembalikanya ke dalam rak buku.
"Ponsel gue mati" lirihnya "kehabisan daya kayaknya" gumam zeval sambil berjalan menuju keluar perpustakaan
Zeval kini berdiri di luar gerbang sekolah untuk menunggu taxi lewat.
"Kayaknya lama kalo kaya gini" gumam zeval, ia pun memilih berjalan menuju halte bus.
"Lama gak ya" gumam zeval setelah sampai di halte.
Zeval mendongak saat langit sudah molai mendung.
"Grimis" gumam zeval.
"Kak zeval?"
Zeval menoleh saat namanya di panggil seorang gadis yang berada di sebelahnya.
"Kakak baru pulang?" Tanya reyna.
__ADS_1
"Hmm"