
zeval terbangun dari tidurnya saat cahaya matahari menembus kaca jendela kamarnya.
zeval menyibak selimutnya dengan mata yang masih terpejam.
"kak vera mana ya" gumamnya saat menyadari tempat di sebelahnya kosong.
ia turun dari tempat tidur dan keluar untuk mencari vera, dengan langkah gontai zeval menuruni tangga sambil membenarkan rambut nya yang cukup berantakan.
"kak" teriak zeval sambil mencari vera.
zeval berjalan ke arah dapur untuk mencari vera, dan benar saja veranya sekarang tengah memasak, zeval pun tersenyum melihatnya.
"pagi" sapa zeval sambil memeluk vera dari belakang.
"lepas" ujar vera pada zeval agar melepaskan peluknya.
"kangen" rengek zeval sambil menggoyangkan tubuh vera.
" tangan kamu minggir atau mau aku siram pake minyak panas" ujar vera lembut sambil tersenyum ke arah zeval.
"gak kangen sama aku?" tanya zeval mengalihkan pembicaraan.
"lepas"
zeval menghela nafasnya, dengan berat hati zeval melepaskan peluknya dan berjalan menuju kulkas untuk mengambil minum.
"kapan sih gak marah lagi, buat ngeyakini kak vera tuh kenapa sih susah banget"
"kamu dapet hadiah tuh" ujar vera yang tengah mencicipi makananya.
zeval meneguk air minum kemudia ia menoleh ke arah vera.
"dari siapa?"
"reyna nya kamu" jawab vera sambil tersenyum ke arah zeval "tuh di atas meja ruang tv" vera berjalan mendekati zeval yang tengah menatapnya.
"kayaknya kamu bakal suka deh sama hadiahnya, kamu seneng gak reyna bawain hadiah?"
'plis ini masih pagi, jangan ada masalah lagi'
"kak aku-"
"ssstt" vera meletakan jari telunjuknya di bibir zeval "gak perlu jelasin apa apa"
"aku-"
"sana liat hadiahnya"
"tapi"
"udah ayo" vera berjalan ke ruang tv dan di ikuti zeval di belakangnya.
vera mengambil paper bag di atas meja dan menyerahkanya ke arah zeval.
"aku gak mau" kata zeval tanpa melirik paper bag nya sedikit pun.
"ambil"
"gak mau"
"nih" vera meraih tangan zeval lalu ia meletakan paper bag nya ke tangan zeval "aku mau lanjut masak"
zeval menghela nafasnya kemudian ia melirik paper bag di tanganya dan membuka isinya.
"buku?" lirih zeval.
zeval mengambil tiga buku di dalam paper bag kemudian ia membuka buku buku itu, tak sengaja matanya melihat surat terselip di salah satu lembaran buku ia pun mengambilnya.
zeval pun membaca surat tersebut.
To Kak Zeval
pagi kak zeval, hari ini kabarnya gimana?
tidurnya semalem nyenyak gak.
kak zeval kan mau ujian jadi aku beliin beberapa buku buat kak zeval belajar, semoga bukunya bisa membantu kak zeval yaaa.
jangan begadang, jangan main game terus, jangan mikirin aku terus pikirin aja ujianya, semangat kak zeval, yang rajin belajarnya nanti aku kasih hadiah kalo nilainya tinggi.
sama satu lagi, jangan manja, abis mandi sabunya di simpen ke tempat semua, kalo abis keramas keringin dulu jangan langsung tiduran, simpen handuk ke tempat semula, jangan telat makan dan jaga kesehatan.
selamat berjuang kak zeval, sayang aku selalu ya😗
Love You
zeval mengernyit bingung dengan isi suratnya.
"dia tau gue se detail ini?"
"gue gak yakin ini reyna, apa jangan jangan kak vera?" zeval membulatkan matanya kemudian ia langsung bergegas berlari ke arah vera.
__ADS_1
vera yang tengah memindahkan masakanya ke atas meja makan terkejut karena teriakan zeval.
"sayaaaaaang" teriak zeval kemudian memeluk vera dari samping.
"apaan sih" omel vera sambil melepaskan pelukan zeval.
"itu hadiah dari kamu kan" zeval tersenyum manis hingga memperlihatkan deretan giginya.
"bukan"
"iiiihh serius, itu bukan dari reyna kan"
"iya iya itu dari aku" jawabnya sambil berjalan mengambil coklat panas.
"makasih, kakak gak marah lagi kan, tapi kenapa kakak bilang dari reyna?"
vera menyerahkan satu gelas coklat panas ke arah zeval.
"tadi reyna kesini" ujar vera sambil duduk di kursinya.
"ngapain?" zeval pun memilih duduk di sebelah vera.
"pas aku baru bangun tiba tiba ada yang ngetuk pintu apartemen, pas aku buka si dilah sama reyna" vera tampak tidak suka ketika mengingat kejadian tadi pagi.
"kata dilah reyna maksa maksa minta di anterin ke apart kamu buat ngasih kamu buku" vera menarap zeval sebal.
"terus?" tanya zeval.
"kamu suka kan kalo si reyna perhatian sama kamu, pagi pagi udah kesini?"
"enggak"
vera kembali menghadap depan untuk melanjutkan ceritanya.
"pas dia udah pulang bukunya aku kasih ke orang lain pas aku ke minimarket tadi"
zeval menganggukan kepalanya "jadi buku yang tadi ituuuu"
"itu dari aku" potong vera " itu buku udah aku beli dari kemarin kemarin"
"bukunya bakal aku baca, makasih ya kak"
"kamu gak keselkan sama aku, karena buku dari reyna aku kasih ke orang"
"ngapain aku kesel" zeval kembali meminum coklat panasnya.
"coklatnya enak gak?"
"sikat gigi sana" suruh vera.
"nanti, tapi kak vera beneran udah maafin aku kan"
"awalnya mau marah lama, tapii tadi pagi aku bangun kasian liat kamu, kamu kan mau ujian nanti gak fokus kalo aku marahnya lama lama sama kamu, udah pusing di sekolah nanti pusing juga di rumah"
"tapi kakak gak percaya kan sama yang kakak denger di telfon"
"awalnya siiiih maau percaya, tapi setelah di pikir pikir gak mungkin kak zeval kaya gitu, kak zeval kan bucin sama aku" jawabnya di akhiri senyum manisnya.
"Aww di panggil kakak, seneng deh" girang zeval "kak, aku kan suami kakak jadi kakak yang harus panggil aku kakak".
"siap kak" jawab vera zeval pun mengacak acak rambut vera karena gemas.
"kak aku udah boleh makan belum" ujar zeval.
"kak zeval, kalo aku panggil kamu kakak, masa kamu panggil aku kakak juga kan aneh"
"iya juga ya, yaudah aku panggil dek aja"
"ih gak mau!"
"terus maunya apa"
"nama aja" dan zeval pun menganggukinya.
vera tersenyum manis ke arah zeval setelah itu ia langsung menghambur ke pelukan zeval dan zeval pun menerima dengan senang hati.
"kalo nanti ada salah paham lagi, yakini aku biar gak marah lama lama sama kamu jangan malah kamu ninggalin aku" ujar vera dan di jawab anggukan oleh zeval.
"dan jangan ambil keputusan saat kita lagi marah"
"zeval sayang aku kan?" tanya vera sambil mendongak menatap zeval.
"tanpa keraguan sayang kamu lah, dan tanpa di tanya pasti cinta kamu lah" jawab zeval.
"sebenernya tadi malem aku takut kamu ninggalin aku tau, aku takut karna aku marah kamu malah pergi"
"gak akan, mau semarah apapun kamu sama aku aku gak bakal ninggalin"
"kak jepal bucin yaaa"
"bukan bucin"
__ADS_1
"terus"
"biar keliatan so sweet aja"
"iya in aja" vera melepas peluknya "mandi sana"
"makan dulu boleh"
"emang udah laper"
"banget"
"yaudah abis makan baru mandi, abis itu kita siap siap pindah ke rumah mama"
...****************...
"yaampu imut banget" ujar vera.
mereka sore ini baru sampai di rumah mamanya, baru vera masuk ke dalam rumah ia sudah di sambut fida yang tengah menggendong kucing peliharaanya.
"fifi udah punya anak belum?" tanya vera pada fida.
"udah punya tiga, cowok nya satu" jawab fida.
"udah besar besar belum?"
"udah besar semua, yang cowok aja udah hamilin kucing tetangga"
"waahh fifi bentar lagi udah punya cucu" ujar vera sambil menggendong fifi.
"hamil di luar nikah?" tanya zeval.
vera dan fida hanya saling menatap dan tersenyum.
"emang kucing harus nikah dulu?" tanya fida.
"iya lah, biar sah dulu kalo gak nikah dulu anaknya haram"
"itu kucing kak bukan manusia" kata vera.
"kak zeval mah ada ada aja" kata fida.
"dek, kakak boleh gak minta kucing adek satu" kata vera.
"buat apaan, gak usah aneh aneh" ujar zeval.
"iiiihh aku mau pelihara satu"
"gak boleh"
"kenapa gak boleh, lucu tau" vera mendekat pada zeval agar zeval dapat melihat fifi dengan jelas.
"boleh yaaa" mohon vera.
"aku gak suka kucing" zeval memundurkan langkahnya.
"kaaakk, boleh dong, boleh yaaa"
zeval menatap vera yang tengah memperlihatkan wajah imutnya untuk merayu zeval.
"kak boleh dong plissss"
zeval menghela nafasnya saat melihat fifi yang berada di gendongan vera.
"hhmm" jawab zeval dengan gumamnya sambil menganggukan kepalanya.
"boleh?"
"hmm"
"kak jepal beneran boleh" girang vera.
"iya, tapi ada syaratnya"
"apa?"
zeval tersenyum sambil menunjuk pipinya dengan tekunjuknya.
"oke
cup
zeval tersenyum senang sambil menatap vera.
"aduh aku siapa, ini di mana, apa aku masuk ke dunia berbeda?" kata fida.
"ya ampun fida ngapain masih di sini aku kira udah pergi" kata vera.
"kalian lanjut aja, anggep gak ada aku, aku mau pergi dulu"
"hati hati di jalan" kata zeval.
__ADS_1
fida menoleh ke arah zeval sambil menggeleng gelengkan kepalanya "dasarr kak zeval bucin" cibirnya.