Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
gladi bersih


__ADS_3

tiga hari berlalu, kini di kediaman orang tua zeval sangat ramai karena teman teman mereka berkumpul.


zeval baru di perbolehkan pulang tadi pagi, ia sampat terkejut saat baru sampai di kediamanya sudah ada tamu yang menunggunya.


yaitu seorang dosen dan istrinya, mereka meminta maaf karena kejadian yang tidak mengenakan beberapa hari yang lalu.


bahkan vera kini mendapat laptop barunya, ia sempat menolak saat dosen itu memberikan laptop untuknya, namun akhirnya ia menerima laptop itu.


"enak gak?" tanta nawa pada reyna.


"enak, masakan kak nawa enak banget" puji reyna setelah mendapatkan suapan sayur kangkung buatan nawa ke arahnya.


"beneran enak?" tanya nawa.


"beneran kak" ujar reyna yang kini kembali fokus pada kegiatanya mengupas kulit kentang.


"aku juga mau coba kak" ujar nura yang tengah membantu reyna mengupas kulit kentang.


"tunggu bentar"


"kak aku udah laper" rengek nasa yang tengah memotong wortel.


"nanti ya kita makan sama sama" kata vera di akhiri senyumanya.


"kak di suruh buat kopi" kata fida yang baru memasuki dapur.


"sama siapa?" tanya vera.


"sama kak jeje, yang lain pengin kopi katanya, kalo kak zeval minta susu"


"iya nanti kakak buatin"


"perlu bantuan gak?" tanya fida.


"gak usah, kamu cuci buah buahan aja sana"


"siap kakak"


...****************...


vera berjalan ke arah kamarnya dengan membawa nampan.


"permisi" ujar vera saat memasuki kamar.


"wiiihh dah sape nih pesenan kita" heboh dodo yang tengah bermain gitar.


"tuh ambil sendiri" kata nawa sambil meletakan nampanya, lalu ia mengambil gelas yang berisi susu untuk ia berikan kepada zeval.


"nih di minum dulu" vera menyodorkan gelasnya pada zeval yang tengah duduk di tempat tidurnya.


"masaknya udah selesai?" tanya zeval sambil meneguk susunya.


"belum, kenapa kamu laper?"


"enggak sih, kamu di sini aja ya"


"gak bisa aku kan harus bantu masak"

__ADS_1


zeval memanyunkan bibirnya "di sini aja temenin ya"


"kamu kan udah banyak yang nemenin"


"maunya kamu"


"sebentar lagi masaknya selesai kok, aku janji habis kita makan aku temenin kamu"


"beneran ya?"


"iya"


"yaudah sana lanjut masak"


...****************...


zeval terpejam merasakan hangatnya dekapan vera, vera sesekali mengelus punggung zeval, mereka sama sama melepas rindu padahal mereka seharian ini selalu di rumah bersama namun tak mendapatkan waktu untuk berdua.


vera menaikan selimutnya untuk menyelimuti zeval dan dirinya.


"sayang pintu udah di kunci?" tanya zeval dengan mata terpejam.


"udah" jawab vera yang tengah mendekap tubuh bongsor suaminya.


"hadih buat aku mana?" tanya zeval sambil menatap vera.


"masih inget aja"


"ya harus inget dong"


vera beranjak dari tempat tidur, zeval terus memperhatikan pergerakan vera, hingga vera kini membawa dua piyama couple berwarna biru dan pink.


"enggak di bungkus biar keliatan kaya kado?" tanya zeval sambil mengulurkan tanganya berniat mengambil piyama yang berada di atas tempat tidur.


"enggak, nantinya juga bakal di buka nggapain di bungkus"


vera berjalan menuju meja nakas, ia mengambil kotak berwarna hitam.


"nih hadiah utama buat kamu" ujar vera sambil menyerahkan kotak hitam itu pada zeval


"sayang, ini kan-


"kamu mau jam tangan itu kan, jadi aku beliin"


zeval tersenyum lebar hingga pemperlihatkan giginya "sayaaaang makasih" zeval memeluk vera erat.


"sama sama"


"aku bakal pake jam ini setiap hari"


"harus dong, kan aku yang beli"


"pasti mahal ya?"


"eemm lumayan sih, tapi aku belinya pake uang bulanan dari kamu"


"kalau mahal seharusnya jangan"

__ADS_1


"gak papa lah, sekali kali"


"sayang tau gak?" tanya zeval pada vera yang tengah berjalan untuk menyimpan piyamanya kembali.


"apa?"


"mama ngasih aku hadiah"


"hadiah apa?"


"pas di rumah sakit mama kamu kan nemenin aku, terus dia ngasih aku hadiah, awalnya mau ngasih di rumah, karna aku masuk rumah sakit ya akhirnya di kasihnya di sana" kata zeval di akhiri senyumnya.


"hadiahnya apa?" tanya vera sambil duduk di sebelah zeval.


zeval tersenyum penuh arti ke arah vera " buka laci di meja belajar aku" suruh zeval.


vera pun berjalan menuju meja belajar dan membuka laci itu "gak ada apa apa cuma kertas-Eh ini kan..." vera mengambil dua benda itu lalu menujukanya pada zeval.


zeval tersenyum "itu hadiahnya, minggu depan ya oke sayang"


"tiket ke prancis" lirih vera.


"itu tiket honeymoon dari mama"


vera menatap zeval, zeval yang di tatap pun beranjak dari tempat tidur lalu menghampiri istrinya.


"mau ya jangan nolak"


"tapi..."


"cuma seminggu di sana"


"seminggu lama tau"


"seminggu itu sebentar yang lama itu sebulan"


zeval mengusak surai vera "sayang" panggilnya lirih.


"kenapa?"


 "gladi bersih yuk"


"apa, gladi bersih buat apaan?" heran vera dengan ajakan suaminya.


tak memperdulikan perkataan vera, zeval pun langsung menggendong vera bridal stayle


"kata mbah google gladi bersih adalah untuk mengukur sejauh mana kesiapan peserta dalam melakukan kegiatan sesungguhnya" kata zeval yang masih berjalan menuju tempat tidurnya.


"hubunganya apa gladi bersih sama kita"


"kita latihan dulu, biar pas kita honeymoon di sana setidaknya kita sudah pernah melakukan sesuatu biar gak terlaku awam"


"melakukan apa?"


"nanti juga kamu tau sendiri"


"zeval jangan macem macem di bawah ada temen temen kita loh"

__ADS_1


"ya gak masalah udah sah ini"


__ADS_2