Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
ngambek


__ADS_3

"kak kita lari pagi yuk" ajak zeval yang tengah berkaca di depan cermin.


"males" balas vera yang masih rebahan di tempat tidur.


"ayolahh, ini kan hari libur pas banget buat joging" rayu zeval.


"gak mau" jawabnya sambil vokus menonton video di ponselnya.


"naik sepeda aja deh, sampe taman"


"eemmm"


"jangan kelamaan mikir ayo" ajak zeval.


"yaudah yaudah, gue ganti baju dulu"


"aku turun duluan yah" ujar zeval sambil melangkah keluar kamar.


"zev" panggil vera.


"apa?" tanya zeval sambil menoleh ke arah vera.


"gue males jalan kekamar mandi" jawabnya yang tengah duduk di tempat tidur.


"terus?"


"gendong" ujar vera sambil mengangkat kedua tanganya.


tanpa sepatah kata zeval langsung menggendong vera di pundaknya.


"ganti bajunya jangan kelamaan" ujar zeval.


...****************...


sudah lebih dari duapuluh menit zeval menunggu vera, tetapi vera belum juga turun dari kamarnya.


"lama banget, cuma ganti baju aja" gumam zeval.


karna sudah terlalu lama zeval pun memilih menghampiri vera.


"kak" ujar zeval sambil membuka pintu kamar.


di lihatnya vera yang tengah duduk di meja rias, sambil fokus menonton video di ponselnya.


"kak aku nunggu loh dari tadi" ujar zeval sambil menghampiri vera.


"apa?" tanya vera tetapi matanya masih fokus ke ponselnya.


"aku nunggu dari tadi"


"oh"


"cuma oh. ayo dong katanya mau ketaman"


"ohh iya iya" jawab vera sambil beranjak namun matanya masih fokus pada ponselnya.


mereka pun berjalan beriringan keluar kamar.


"ADUH" ujar mereka berdua, karena mereka bebarengan melangkah keluar pintu.


"kamu tuh jalan gimana sih" omel vera.


"kakak sih, makanya jangan terlalu fokus sama ponsel mulu"


"kamu minggir gakbisa keluar nih" ujar vera.


"kakak dulu lah"


vera pun memutuskan mundur memberi ruang zeval untuk kelur lebih dulu.


mereka kini sudah di jalan menuju taman, ternyata banyak juga orang yang joging maupun naik sepeda seperti zeval dan vera.


"zev nanti abis dari taman kita beli bubur ayam dulu yah" ujar vera yang membonceng pada zeval.


"iya"


"eh zev ada permen kapas tuh beli yuk" ujar vera sambil menggoyangkan pundak zeval.


"kak jangan beli gituan dulu, kan belum sarapan" peringat zeval.


"yaudah deh, tapi nanti abis sarapan beli ya" ujar vera dan di jawab anggukan.


"udah sampai"ujar zeval dan iya langsung turun dari sepedanya "kak duduk di sana yuk, asik tuh" ajak zeval.


"gue males turun" ujar vera.


"kakak mau jagain sepeda aja, yaudah"


"bukan gitu"

__ADS_1


"kenapa, mau di gendong, mager amat"


"gendong dong jepal" rayu vera dengan aegyo nya.


zeval pun akhirnya menggendong vera sampai ketempat tujuan.


mereka berdua duduk di rerumputan sambil bercerita satu sama lain dan melihat keramaian di pagi hari ini.


banyak yang menggelar tikar sambil menikmati sarapan, ada yang joging, senam, dan banyak anak kecil yang tengah asik bermain dengan balon, sungguh pemandangan yang tak biasa di temui oleh vera dan zeva.


"kak sarapun yuk" ajak zeval setelah melihat jam tangan yang sudah menunjukan pukul sembilan.


"yuk"


mereka pun berjalan menuju sepeda mereka dan melesat membeli bubur ayam.


"bang buburnya dua" pesan zeval.


"jepal yang jual permen kapas tadi mana yah?" tanya vera.


"dah pergi kali kak"


"yahh" vera menunjukan ekspresi sedihnya.


"es krim aja mau" ujar zeval dan vera langsung menganggukinya.


"yaudah tunggu bentar" zeval langsung pergi membelikan es krim.


"neng ini bubutnya" ujar mamang penjual bubur.


"makasih"


setelah beberapa menit zeval pun datang tetapi membawa botol minum bukan es krim.


"es krimnya mana?" tanya vera.


"nanti aja belinya di minimarket deket apart" jawabnya sambil memakan buburnya.


"kenapa gak sekarang aja" omel vera.


"nanti sekalian beli bahan makanan buat di rumah, kita belajar masak sekarang" ujar zeval.


"tapi pengin es krim sekarang"


"iya abis ini" tak ada jawaban dari vera, vera lebih memilih memakan buburnya.


"nih minum dulu" ujar zeval sambil memberikan botol air.


"gak usah, gue mau pulang" ujar vera sambil beranjak dari duduknya.


"eh mau kemana?" tanya zeval.


"gue mau pulang sendiri, gue lagi males sama lo, gak usah ikutin gue" vera berjalan meninggalkan zeval.


yahh ngambek, biarin aja lah nanti juga balik lagi


setelah zeval menghabiskan buburnya zeval langsung menjalankan sepedanya mencari vera.


"ko gak nyamperin lagi yah, apa beneran pulang sendiri"


sedangkan di tempat lain vera tengah berjalan sambil memanyunkan bibirnya.


"ngeselin banget si jepal, bukanya samperin malah asik makan bubur" omel vera sambil menendang batu batu kecil.


"males jalan" ujar vera sambil berjongkok di pinggir jalan "hp gue mati, males jalan, aaaahh ngeselin banget"


"ngomelnya udah yuk pulang" ujar zeval yang sudah menemukan vera.


"lo siapa gue gak kenal" ujar vera.


"kak ayo pulang udah mau siang"


"pinjem ponsel lo" ujar vera sambil mengulurkan tangan.


"berdiri dulu" ujar zeval dan vera menurutinya.


"nih" zeval memberika ponselnya "buat apa si?" tanya zeval.


"pesen ojek gue lagi ngambek sama lo" ujar vera sambil mengembalikan ponsel zeval.


"yuk pulang" ujar zeval sambil menarik tangan vera untuk naik ke sepedanya.


"gak mau, lo pulang sendiri aja sana"


"ojeknya udah aku cancel kak"


"ihh ko lo gitu, pinjem ponsel lo lagi sini"


"naik kak"

__ADS_1


" ga mau!"


"kak" ujar zeval lembit.


"gak mau!"


"sayang"


"jepal jangan ngomong gitu!"


"sayang"


"ayo" vera akhirnya mau naik kesepeda zeval, dan zeval hanya tersenyum melihat tingkah vera.


"yang kita- AW sakit" vera mencubit pinggang zeval.


"kamu ga usah manggil kaya gitu bisa gak si"


"ya kan gak papa kan ki-AW iya iya gak lagi"


"udah cepetan males aku mah sama kamu"


zeval menjalankan sepeda dengan pelan, sedangkan vera hanya memanyunkan bibirnya.


...****************...


mereka sudah sampai ke minimarket, kini mereka tengah memilih bahan makanan.


"kak cemilan sekalian gak" ujar zeval yang tengah memegang cemilan.


"serah" cuek vera, ia sedari tadi hanya melihat aktifitas zeval yang tengah memilih bahan makanan.


"kak nanti masaknya yang gampang duku aja ya, kita masak nasi goreng oke" ujarnya sambil mendorong troli dan hanya di jawab gumam oleh vera.


"kak es krim jadi gak" dan di jawab anggukan vera.


"wahh ada pasangan muda!" heboh nawa yang melihat vera dan zeval.


"lo di sini?" tanya vera.


"iya sama jeje" jawabnya dengan senyum manisnya.


"ciee makin nempel aja nih" goda zeval.


"dia nguntit gue kali" ujar jeje yang tengah membawa kantong plastik.


"kakak habis kemana?"


"lari pagi tadi, pas masuk kesini noh bocah udah di belakang gue" jawab jeje.


"ver ikut gue memilih sesuatu yuk" ajak nawa sambil menarik vera.


"nawa pelan aja narik nya"


"maaf maaf" ujarnya sambil berhenti di tempat yang ia tuju.


"mau beli apa emang lo?"


"setok bulanan gue habis, gue sekalian mau ngomong sesuatu"


"paan?"


"kenapa ya jeje tuh jadi dingin sama gue, perasaan dulu pas kita masih ber empat gue, lo, jeje sama rio dia biasa biasa aja sama gue"


"mungkin karna kalian udah pacaran"


"tapi dia tuh dingin cuma sama gue, dari tadi aja gue ajak ngomong jawabnya cuma hemm, nooo, yeeess doang sedangkan pas ada kalian dia lancar ngomongnya" ujar nawa sambil cemberut.


"eemm mungkin dia lelah sama lo"


"ih kok lo ngomongnya gitu"


"lo omongin aja sama jeje kenapa dia jadi cuek dingin sama lo" ujar vera dan nawa terseyum untuk menyetujuinya.


setelah menemani nawa belanja bulanan mereka pun menghampiri jeje dan zeval.


"udah kak yuk pulang" ujar zeval.


"lo bawa belanjaannya, gue pulang duluan" ujar vera sambil berjalan keluar minimarket.


kak kak masih ngambek ternyata


"jeje yuk pulang" ujar nawa sambil menggandeng lengan jeje.


"gue ada urusan lo pulang sendiri" jawab jeje sambil melenggang pergi.


"kebiasaan gue selalu di tinggal!"


vote vote vote😁

__ADS_1


__ADS_2