Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
sinetron


__ADS_3

"lo ngapain sih ikutin gue" ujar jeje yang sedari tadi di ikuti nawa dari belakangnya.


"nawa kan pengin berduaan sama jeje hari ini" jawab nawa sambil menggandeng tangan jeje.


"gue hari ini sibuk"


"hari ini kuliah jeje kan libur" nawa melepas tanganya pada lengan jeje.


"lo mending pulang" ujar jeje sambil berlalu meninggalkan nawa.


"jeje kenapa sih jadi gini sama nawa!" teriak nawa dan berhasil menghentikan langkah jeje.


jeje berbalik menatap nawa.


"lo mau gue ngomong jujur" ucap jeje.


"emm jujur" kata nawa.


"gue gak suka sama lo nawa, mending berhenti berharap seakan akan gue pacar lo, kita cukup temenan aja, gue lebih suka kita temenan gak lebih dari itu"


"kata siapa lo gak suka sama gue-"


"kata gue" jawab jeje cepat.


"kata siapa aku berharap jadi pacar lo"


"kata gue!"


"kata siapa kita cuma tem-"


"kata gue!" bentak jeje.


"nawa pacar jeje!. sampai kapan pun nawa tetep pacar jeje, jeje milik nawa!" teriak nawa.


"berapa kali lagi gue ingetin lo kalo gue udah punya pacar"


"jeje emang udah punya pacar yaitu nawa!"


"lo gila, jangan ikutin gue lagi" peringat jeje, jeje berbalik dan melanjutkan jalanya.


"jeje buktiin kenawa kalo jeje punya pacar lain selain nawa!"


"besok lo ikut gue" ujar jeje tanpa berbalik.


...****************...


tok tok tok


vera yang tengah berada di dapur pun berjalan untuk membuka pintu apart.


"nawa, bukanya lo udah pulang sama kak jeje?" tanya vera setelah mengetahui siapa yang datang.


tanpa menjawab nawa langsung melenggang masuk kedalam apart.


"lo kalo mau minum ambil sendiri, gue lagi belajar masak sama zeval" kata vera.


"gue udah tau kenapa jeje cuek sama gue" ujar nawa sambil tersenyum ke arah vera.


"apa?" tanya vera sambil duduk di sebelah temanya itu.


" kata jeje dia gak suka sama gue dan dia katanya punya pacar lain selain gue besok gue di suruh ikut dia buat ketemu pacarnya itu" jawab nawa sambil tersenyum senang.


"lo sakit" ujar vera sambil menyentuh dahi nawa.


"enggak"


"gue itu suka aneh sama lo, mana ada cewe yang segembira lo diajakin cowoknya mau di kenalin sama selingkuhan si cowok"


"ada lah gue buktinya" nawa membanggakan dirinya.

__ADS_1


"ge mau nanya kenapa lo bisa seseneng ini?"


"karna gue seneng, berarti besok gue jalan dong sama jeje berduaan, yaa walau tujuanya ketemu pacar dia"


"terserah lo gue mau lanjut masak" vera hanya bisa pasrah dengan tingkah nawa.


"sana, gue mau bersantai sambil nonton tv di apart calon adek ipar gue" jawabnya dengan senyum yang mengembang.


nawa nawa dasar aneh


vera berjalan kembali menuju dapurnya


"siapa yang dateng"


"nawa" jawabnya tanpa menatap zeval.


"kamu masih ngambek udah di beliin es krim"


vera tidak menjawab ia malah sibuk mencari sesuatu.


"cari apa?" tanya zeval.


"kecap" jawabnya.


"nih" zeval mengulurkan kecap yang sedari tadi ia pegang.


"jangan marah lagi dong, kamu mau apa" zeval membujuk vera.


"mau di beliin coklat, apa mau es krim lagi, apa permen kapas, mau apa?" tanya zeval.


vera mengabaikan zeval, ia lebih memilih mengaduk nasi goreng dari pada menjawab ucapan zeval.


"janji deh gak bakal ulangin kesalahan lagi" ujar zeval vera pun mematikan kompor lalu ia menghadap zeval sambil menyilangkan kedua tanganya.


"sebutin dulu kesalahan lo apa" ujar vera.


"yang lain" ujar vera zeval pun tampak berfikir.


"emmm emang ada lagi?" tanya zeval.


"ada yang paling penting" jawab vera sambil berkacak pinggang.


"emang ada?"


"gimana gue mau maafin lo kalo lo nya aja gak inget kesalahan sendiri!" bentak vera.


"kakak ingetin dong biar aku tau, nanti aku minta maaf dan gak di ulangin lagi"


"kesalahan lo itu, kalo gue lagi ngambek terus gue pergi itu di samperin bukan malah asik makan bubur!"


"tapikan setelah itu aku samperin kakak, lagian bubur udah di beli gak di makan mubazir"


"ohh lo mentingin bubur dari pada gue!"


"bukan gi-"


"dasar gak peka!"


"kok kakak-"


"katanya lo mau minta maaf, galo gini gue jadi tambah marah sama lo!"


"kak iya deh iya aku minta maaf" ucap zeval lembut.


"lo gak peka!"


"iya aku minta maaf, aku janji deh gak gitu lagi" ujarnya sambil meraih tangan vera.


"es krim aku mana?" tanya vera.

__ADS_1


"di lemari es, mau aku ambilin, tapi jangan marah lagi yahh" ujarnya di akhiri senyuman.


"iya"


"hehe sayang deh jadinya kalo kakak gak ngambek ngambekan lagi"


"gue gak bakal ngambek kalo lo nya gak molai duluan"


"kak, ngambeknya udah kan, kalo udah jangan gue lo lagi dong" ujarnya sambil bergelayutan di lengan vera.


"iya iya" jawabnya sambil menyingkirkan tangan zeval dari lenganya.


"mau aku cium?" tanya zeval dengan suara imutnya, dan tangan nya kini memeluk vera dari samping.


"jangan kaya anak kecil gue gak suka" ujar vera tapi ia berusaha menyembunyikan senyumnya.


"aku cium yaaaaahhh" zeval menggoyangkan tubuh vera.


"zeval"


"yaaa" ujar zeval menirukan suara anak kecil.


"lepasin tangan lo"


"sum dulu yaaaaaahh"


"tapi abis itu lepasin" ujar vera, ia berusaha menyembunyika senyumnya.


zeval mendekatkan bibirnya pada pipi vera dan...


cupp


"aaaaaaaaaahhh akhir yang bahagiaaa, ini baru namanya sinetron live!!" teriak nawa yang tengah duduk di lantai dapur sambil memakan cemilan dan bertepuk tangan.


"nawa!" teriak vera, pipi vera pun menjadi merah karena malu.


"sejak kapan di situ?" tanya zeval yang sudah melepaskan peelukanya pada vera.


" sejak vera teriak" nawa pun hendak menirukan suara vera " 'gimana gue mau maafin lo kalo lo nya aja gak inget kesalahan sendiri!' " nawa menirukan suara vera.


"kalian terbaik deh, sinetron terbaik yang pernah gue tonton" nawa berdiri dari duduknya "apalagi pas cup, itu yang gue tunggu dari awal gue nonton kalian, aaaaa jadi pengin sama jeje kaya gitu" ujatnya sambil menggigit ujung jarinya.


"lo pulang aja deh" usir vera.


"nanti gue bakal pergi sendiri gak usah nunggu di usir" jawabnya.


"yaudah sana"


"gue punya judul buat sinetron kalian itu, yaitu pangeran cuek dan penyihir jelek"


"nawa!" vera hendak mengejar nawa tetapi nawa lebih dulu kabur.


"ngeselin tuh anak gue di samain sama penyihir jelek"


"kata siapa jelek, kakak cantik buktinya pangeran cuek mau"


"zevaaaaall lo ngatain gue jelek!"


"enggak bu-"


"waaahh mau drama lagi!" teriak nawa.


"lo balik lagi!" teriak vera.


"gue juga mauuu kaya kaliann"


"pergi gak lo!" usir vera.


"hehe yaudah gue pergi bye, gue juga mau bikin kaya gitu sama jeje" nawa pun berjalan riang keluar apart

__ADS_1


__ADS_2