Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
makan malam


__ADS_3

Vera dan ibunya kini tengah menurunkan belanjaan dari dalam mobil.


"Sayang, biar di sini aja nanti mama panggil papa buat bantuin angkat ini" ujar ibunya.


"Papa gak kerja ma?" Tanya vera sambil mengambil tas slempangnya.


"Papa kamu encoknya kambuh, jadi gak ke kantor dulu"


"Kalo gitu vera aja yang bawa belanjaanya papa kasian pinggangnya kan sakit"


"Kamu gak cape?"


"Gak mah, mending mama aja yang masuk, suruh bibi aja buat bantu vera angkat ini"


"Yaudah"


Hari ini vera berencana membuat makanan kesukaan zeval sekalian ia ingin mengajak teman teman zeval untuk makan malam di rumahnya, mereka pasti lelah setelah menghadapi ujian, hari ini adalah terakhir zeval menjalani ujianya.


"Non yang mana yang saya bawa"


"Yang ini aja bi"


Vera melangkah masuk ke dalam rumah sambil membawa belanjaanya.


Vera melirik jam dinding sudah menunjukan jam sepuluh pagi.


"Non mau buat makan siang apa, biar bibi bantu"


"Kita bikin sup dulu aja bi"


...****************...


"Lega gue ujianya udah selesai" ujar arkan yang tengah berjalan di koridor sambil melonggarkan dasinya.


"Kita ke kantin yuk laper gue" ajak dilah dan mendapatkan anggukan dari yang lain.


Mereka memasuki kantin yang cukup ramai, mereka duduk di kursi paling pojok.


"Rencana kita gimana ni?" Tanya dilah.


"Rencana apaan?" Tanya abi.


"Itu loh masa lupa, yang abis ujian kita camping"


"Ohh yang itu jadilah"


"Kapan?" Tanya zeval yang tengah meneguk air mineral.


"Eemmmm tanya yang cewek maunya kapan" ujar arkan "gue juga mau ngajak seseorang boleh yah"


"Siapa, emak lo?" Tanya abi.


"Pacar lah"


"Sombong amat, seorang arkan udah punya pacar?"


"Gak percaya?"


"Enggak" serempak ke tiga temanya.


Arkan menghembuskan nafasnya.


"Liat aja nanti" gumam arkan.


"Gue mau pesen dulu" dilah beranjak dari duduknya.


"Dil samain" ujar zeval.


"Kalian?" tanya dilah pada abi dan arkan.


"Samain aja" ujar mereka berdua.


Dilah melangkah untuk memesan.


"Emm gue juga mau bawa cewek gue"


Seketika zeval dan arkan menoleh ke arah abi.


"Lo udah punya pacar?" Tanya zeval dan abi menganggukinya.


"Baru dua minggu yang lalu"


Zeval dan arkan saling menatap " sama siapa?" Serempak mereka berdua.


Abi tersenyum sambil melirik ke arah segerombolan perempuan yang tengah duduk di kantin.


"Salah satu dari mereka" tunjuk abi dengan dagunya.


"Namanya siapa?" Tanya arkan.


"Anggun" lirih abi.


"APA" kaget arkan "lo pacaran sama anggun?"


"Gak di hajar lo sama dia?" Tanya zeval.


"dia kan keliatan perempuan tapi berjiwa laki" sambung arkan.


"anggun itu pasti berubah manis kalo sama gue, cinta mati dia sama gue" sombong abi.


"paliang si anggun kasian, makanya dia nerima lo" gumam arkan.


"terserah kalian deh" lirih abi.


"zev, lo pasti ajak vera, iya kan" kata arkan.


"yaa pasti"


"gue takut nanti pas camping gue jadi nyamuk, jadiiii gue memutuskan membawa calon ibu dari anak anak ku"

__ADS_1


"udah lah kan, jangan ke banyakan halu" ujar dilah sambil meletakan pesanan miliknya dan teman temanya.


"siapa yang halu" ujar arkan.


"ya lo lah"


"maaf ya sodara dilah, saya tidak halu, saya memang sudah menemukan jodoh saya"


ddrrrt ddrrt


"zev ponsel lo tuh" ujar dilah.


zeval yang tengah menikmati makananya langsung meraih ponselnya yang berada di atas meja.


"halo" jawab zeval di sela mengunyah nya.


"nanti malam lo sibuk gak?"


"gak, napa?"


"ada yang penting yang harus gue bahas"


"oke"


zeval mematikan panggilanya.


"siapa zev?" tanya abi.


"abang gue"


"bahas paan, tumben telfon adik kesayanganya"


"gak tau"


"kita boleh gak main ke rumah lo" ujar arkan.


"boleh, tapi nanti malem gak bisa"


"yaahh padahal niat gue kerumah lo nanti malem"


"pulang sekolah aja"


...****************...


vera keluar dari dapur setelah menyelesaikan masakanya.


"assalamuakaikum" ucap fida yang baru pulang dari sekolah.


"waalaikumusalam" jawab vera sambil berjalan menghampiri adiknya.


"tumben gak main dulu?" tanya vera.


"pengin pulang lebih awal" jawab fida sambil menyimpan sepatunya di rak.


"kakak udah masak tuh, kamu mau langsung makan"


"nanti aja, fida masih cape, mau bobo dulu" fida berjalan menuju kamarnya.


"iya kak"


vera yang hendak melangkah kembali kedapur mendengar suara mobil yang memasuki pekarangan rumahnya.


vera pun memilih melangkah melihat ke arah jendela.


"itu kan mobil zeval" gumam vera.


zeval keluar dari dalam mobil.


vera yang melihat zeval dari kaca jendel tersenyum senang saat melihat zeval.


"samperin ah"


vera membuka pintu rumahnya "zeval" panggil vera di akhiri senyum manisnya.


zeval tersenyum saat melihat vera "hai cantik" kata zeval sambil melangkah mendekati vera.


"ngapain di sini gak di dalem"


"menyambut kedatangan zeval"


zeval tersenyum karena perkataan zeval.


"masuk yuk" kata zeval sambil merangkul pundak vera.


"aku udah masak, kamu mau makan?"


"nanti aja lah, nunggu yang lain ke sini"


"siapa?"


"temen temen aku katanya mau ke sini"


"ohh" mereka berdua pun berjalan menuju kamar mereka.


"nanti kayaknya mau bahas camping deh" ujar zeval.


"camping jadi?"


"katanya sih jadi"


"sekalian ajak mereka makan malem di sini, kalian kan ujianya udah selesai"


"terserah kamu"


"tapi aku belum selesai masak, kamu mandi dulu sana"


...****************...


malam pun tiba...

__ADS_1


"jadi gimana zev?" tanya kakaknya.


mereka kini tengah berada di balkon kamar zeval dan vera, mereka sedang membicarakan tentang urusan pekerjaan mereka.


"tapi itu terlalu jauh"


"ini demi bisnis kita"


"gue tanya vera dulu, dia mau gak gue tinggal" jeje mengangguk atas perkataan zeval.


"waktunya gak banyak, kalo mau izin ke vera secepatnya"


"iya kak"


"yaudah kita keluar, yang lain pasti udah pada nungguin"


"oh iya kak, masalah camping tadi siang aku udah bahas sama temen temen" kata zeval. disela jalanya.


"jadinya gimana?"


"semuanya sepakat besok malem" jeje mengangguki perkataan adiknya.


mereka pun berjalan memilih bergabung dengan teman temanya.


di kediaman orang tua vera kini terlihat sangat ramai, teman teman zeval maupun vera kini tengah berkumpul di ruang tamu.


"so ganteng" cibir abi pada dilah.


"yeee ni anak, gue emang ganteng, orang tua gue juga bangga karena melahirkan anak kaya gue"


"gantengan juga gue" sambung abi sambil merangkul anggun yang tengah duduk di sebelahnya.


"gantengan pacar gue lah" kata nawa.


"udah lah, ngapain sih ributin yang gak penting, masalah ganteng yaa gantengan suami gue lah"


anggun tersenyum ke arah vera "gak nyangka ya ternyata zeval udah punya istri"


vera menoleh ke arah anggun "lo nyusul dong sama abi" kata vera di akhiri senyumnya.


"yuk lah ke KUA" canda abi.


"di sini gak boleh ada yang nikah sebelum gue udah di halalin sama jeje" ujar nawa.


"enak bener tuh mulut kalo ngomong" ujar arkan.


"hargain yang lebih tua" kata adit.


dodo yang melihat zeval dan jeje tengah berjalan menghampiri mereka seketika tersenyum.


"bos kita udah selesai meeting tuh" ujar dodo.


"gimana?" tanya zeval pada temanya.


"gimana apanya" jawab abi.


"setuju semuanya gak besok malem kita camping"


"kita udah setuju semua" kata dilah.


"yuk kita makan dulu aja" ujar vera sambil berjalan menuju meja makan dan di ikuti yang lainya.


mereka memasuki meja makan terdapat beberapa hidangan yang sudah di siapkan.


"wahhh" lirih dodo.


"ayo duduk" suruh ibu vera.


"om ke mana tante, kita makan sama sama aja" ujar adit.


"ayahnya vera belum pulang, kalian nikmati aja makananya"


"tante gabung aja sama kita" kata nawa.


"tante nanti aja tunggu ayahnya vera pulang"


"kalo mama gak makan mama di sini aja temenin kita makan" ujar vera.


"iya mama temenin kalian" ujarnya sambil menarik kursi untuk ia duduki "silahkan di nikmati"


"makasih atas undanganya tante" kata anggun.


semua pun molai menikmati makan malam mereka.


"ini yang masak tante?" tanya abi di sela mengunyahnya.


"wah tante masakanya enak banget" timpal arkan.


"ini yang masak bukan tante" ujar ibu vera.


"terus siapa yang masak?" tanya anggun.


"ini yang masak vera semua dan di bantu sama bibi, tante mah cuma liatin aja"


"bukan cuma cantik ternyata jago masah juga" puji dilah.


"seharusnya vera dulu di jodohinya sama aku aja tan" kata dodo "di jamin kalo sama aku bahagia dunia akhirat, iya kan ve-AW" belum selesai dodo melanjutkan perkataanya tiba tiba nawa menginjak kakinya.


"apaan sih na" omel dodo sambil mengusap jempol kakinya.


"liat tuh zeval" bisik nawa dan seketika dodo mendongak menoleh ke arah zeval.


"gue cuma becanda kok" kata dodo di akhiri cengiranya.


sedangkan zeval hanya menatap dodo dengan tatapan horornya.


"sudah sudah lanjut dulu makan nya" kata ibu vera merelai.


vera melirik ke arah zeval yang duduk di kursi sebrangnya.

__ADS_1


"zeval mau aku ambilin?" tanya vera pasalnya piring zeval masih kosong.


"aku bisa ambil sendiri"


__ADS_2