
vera mengendarai mobilnya cukup kencang menuju kampusnya.
ia rasanya ingin mengumpati dosenya itu, si pria botak itu sendiri yang mengatakan kalau ia tidak bisa mengajar hari ini, vera sempat merasa senang karena ia dapat menjaga zeval di rumah sakit namuan rasa kesal lebih mendominasi karena saat itu ia sudah berada di dalam kelas.
"sia sia saja" fikir vera.
dan lebih kesal lagi karna tiba tiba dosenya itu menginstruksikan pada mahasiswanya lewat grup chat kalau ia jadi mengajar hari ini dan si botak itu malah sudah berada di kampus, vera yang sudah sampai parkiran rumah sakit harus putar balik kembali menuju kampus.
"aaaggghh kenapa macet sih" geram vera sambil memukul setir.
"jangan macet dong gue buru buru nih"
ddrrt ddrrt
vera berdecak sebal karna ponselnya bergetar, saat melihat siapa yang menelfon ternyata itu jeje kakaknya.
"halo kak ada apa?" tanya vera setelah mengangkat panggilan itu.
"lo di kampus?"
"lagi di perjalanan mau ke kampus, ada apa ya kak?"
"gue kayaknya gak bisa temenin zeval lama lama, perusahaan lagi butuhin gue"
"jadi kakak sekarang mau ke perusahaan"
"mungkin jam sepuluh nanti"
"yaudah gak papa"
"gue udah hubungin temen temen buat temenin zeval, mama kamu juga lagi di perjalanan mau ke sini"
"ya bagus kalo banyak yang nemenin zeval"
"gue cuma mau bilang itu doang"
"yaudah"
"gue matiin ya"
...****************...
"kok gak di angkat" lirih zeval sambil memandang poselnya.
"mungkin vera lagi di perjalanan" ujar ibu mertuanya "udah kamu jangan mainan ponsel mulu, beberapa menit lagi kamu mau di oprasi loh"
"tapi tumben ma, vera gak kabarin aku hari ini"
"mungkin lagi sibuk"
sedangkan veranya itu sendiri tengah merengut di dalam kantin.
"sabar besti" kata nawa sambil mengelus pundak vera.
__ADS_1
"gue kesel banget hari ini"
nawa menatap laptop vera " itu beneran patah jadi dua?" tanya nawa.
"lo bisa liat sendiri" vera menghela nafasnya "kenapa harus di patahin sih" dumel vera.
flashback
vera yang tengah mengirimkan tugas pada dosenya itu tersentak saat tiba tiba ada yang mendorongnya.
vera menoleh ke belakang, bahkan ia sempat terheran heran karna penghuni yang berada di dalam kelas menatapnya.
"kenapa?" tanya vera pada seorang perempuan yang berada di hadapanya.
"ada hubungan apa lo sama suami gue?" tanya dia.
"hubungan?" bingung vera "kayaknya mba salah orang deh"
"lo vera kan?"
"iya"
"jawab aja apa hubungan lo sama suami gue!" tanya dia dengan nada tinggi, dan untungnya dosen sudah lebih dulu mengakhiri kelasnya.
"mba salah orang kali, yang namanya vera banyak, saya juga udah punya suami"
"jangan bohong!"
"buat apa saya bohong, saya juga gak kenal sama suami kamu mba"
"udah saya jelasin yang namanya vera banyak disini" vera memilih membereskan tasnya dan menenteng laptop untuk segera pulang dari pada adu mulut dengan orang yang tidak jelas.
namun tampaknya sikap vera yang memilih untuk pergi membuat wanita itu tambah marah.
dia yang mengaku sebagai istri dosen itu merampas laptop vera saat vera akan berjalan melewatinya dan langsung mematahkanya jadi dua.
"lo apa apaan sih!" bentak vera, nawa yang melihat itu langsung menghampiri temanya.
"seharusnya di bicarain baik baik dulu sama suaminya jangan main marah marah gini, kalo mba salah orang gimana" ujar nawa.
tiba tiba datang seorang dosen menghampiri keributan "sayang" panggil dosen itu.
semua menoleh ke arah dosen itu "kamu apa apan sih" ujarnya.
"kamu yang apa apaan, kamu selingkuh kan ngaku!"
"selingkuh, kenapa kamu mikir gitu"
"banyak yang bilang sama aku kalau kamu selingkuh sama mahasiswa kamu sendiri dan namanya vera"
dosen itu menarik tangan wanita yang mengaku ngaku sebagai istrinya itu " ikut aku"
"woy laptop gue gimana ini!" teriak vera namun sepertinya kedua pasangan itu tak menghiraukanya.
__ADS_1
flashback off
"ngeselin banget"
"tinggal beli lagi na"
"masalahnya gue baru beli beberapa hari yang lalu, ini tuh mahal tau" vera merengut.
"kan lo punya suami ver tinggal minta"
"coba deh gue minta nanti"
"suami lo jadi oprasi vera?"
vera membulatkan matanya "gue lupa harus ke rumah sakit"
"gue ikut!"
...****************...
"eh kok lo di sini?" tanya nawa.
"hehehehe aku ikut kak dilah"
"mereka di mana?
"kantin"
nawa tadi tengah berbicara pada reyna, saat nawa dan vera sampai di depan ruang rawat zeval mereka mendapati reyna yang tengah duduk sendirian.
"loh sayang kok baru sampai"
mereka menoleh ke sumber suara "mama" lirih vera.
"kamu di telfon gak di angkat, kok baru dateng?" tanya ibunya yang sepertinya habis dari kantin karena ia menenteng plastik yang berisi makanan ringan.
"iya mah, maaf aku baru ke sini jalanan macet tadi"
"yaudah yuk masuk"
"masuk, bukanya zeval lagi di oprasi?"
ibunya menghela nafas "zeval di oprasi tadi siang sekarang udah mau sore sayang"
"ohh iya" lirih vera sambil menepok jidatnya.
"yuk masuk" ajak ibunyaa "reyna ayo masuk"
cklek
semua masuk kedalam ruang rawat zeval.
reyna tersenyum menatap zeval yang tengah tertidur di ranjang rumah sakit.
__ADS_1
'meskipun kak zeval lagi sakit dia masih kelihatan tampan' batin reyna di akhiri senyumanya.