
zeval membuka pintu apartemen, ia melangkah masuk dengan seragam sekolah yang sudah tidak rapi lagi.
"waalaikumsalam" ujar vera yang mendengar pintu apart terbuka.
"assalamulaikum, gak kuliah?" tanya zeval sambil duduk di sofa ruang tamu.
"dosen gak berangkat"
"eh mau kemana?" tanya zeval saat vera hendak pergi.
"tadi lagi bersihin kamar bawah" jawab vera.
"buat apa kan kosong?"
"sekarang udah ada tempat tidurnya" jawab vera.
"kenapa di kasih tempat tidur, siapa yang mau tidur di situ"
"kamu lah" ujar vera.
zeval tampak kaget dengan ucapan vera, ia menatap vera dengan jari yang menunjuk dirinya sendiri.
"kenapa aku?" tanya zeval.
"ya kamu lah, masa aku, aku kan di atas"
"kita kan udah satu kamar kak" ujar zeval menolak.
"kamu lupa, dulukan kamu boleh tidur sama aku cuma buat sementara, sampai kamar bawah ada tempat tidur, sekarang udah ada ya kamu pindah" ujar vera.
zeval tampak menghela nafasnya, ia berdiri menghampiri vera.
"kak" zeval merengek pada vera sambil memegang lengan vera.
"kakak ku sayang" zeval menyenderkan kepalanya pada bahu vera "kak" kini zeval menatap vera dengan bibir bawah yang ia majukan.
"kak, aku mau tidur sama kakak aja" ujarnya sambil menduselkan kepalanya pada leher vera.
"minggir, gak usah kaya anak kecil bisa gak sih!" omel vera sambil melepas tanganya dari zeval, dan menjauhkan dirinya dari zeval.
"aku mau tidur sama kakak aja" mohon zeval.
"gak bisa, kamu itu kalo tidur suka nendang" jawab vera.
"aku gak pernah nendang nendang kok kalo tidur" zeval tidak terima dengan jawaban vera.
"kamu emang tidur kadang gitu, lagian yang ketendang aku bukan kamu, jadi yang ngrasain aku bukan kamu"
"mana ada aku tidur kaya gitu"
"udah lah males aku jelasinya, pokoknya kamu tidur di bawah" vera berjalan meninggalkan zeval.
"bilang aja gak mau tidur sama aku karna gak suka sama aku!" teriak zeval
zeval berjalan menuju kamar untuk mengambil bajunya dan memindahkanya ke kamar bawah.
bilang aja masih suka rio, jadinya gak mau tidur sama gue, kalo bukan istri udah gue usir, kalo gue gak sayang udah gue buang, kalo gue gak cinta udah gue siram tuh orang, ngeselim banget, dia bilang gue kalo tidur suka nendangin, lo juga kalo tidur ngorok!
zeval mengambil semua baju di lemarinya, dan mengambil buku buku di meja belajar.
"aku bantu sini" ujar vera.
"gak usah" jawab zeval dengan muka datarnya, lalu ia berjalan meninggalkan vera.
vera tetap membantu zeval, memindah kan barang zeval ke kamar bawah.
"akhirnya selesai" ujar vera sambil merebahkan dirinya di atas tempat tidur zeval.
seneng yahh sekarang gak sekamar sama gue
"enak banget rebahan lo gak ikut, sini" vera menepuk tempat di sebelahnya.
"minggir" ujar zeval datar.
"kok minggir, ini tempat masih luas"
__ADS_1
"mau ganti baju"
"abis itu keluar, kita makan aku udah beli makanan tadi dari luar" ujar vera sambil berjalan keluar kamar.
"gue gak laper lo makan duluan aja"
vera yang mendengar jawaban zeval langsung menghadap zeval, ia langsung berjalan menghampiri zeval.
"marah?" tanya vera sambil menatap zeval.
"gak" jawabnya cuek.
"ngambek?"
"awas gue mau ganti baju"
"jawab dulu, kamu ngambek?"
"gak"
"yaudah cepet ganti baju terus makan" jawab vera, kemudian ia pergi meninggalkan zeval.
...****************...
tok tok tok
vera mengetuk pintu kamar zeval, vera sudah menunggu zeval keluar kamar untuk makan bersamanya tetapi zeval tak kunjung keluar kamar.
"zev makan dulu"
"gak laper, makan aja dulu"
"aku gak mau makan sendirian, temenin"
tak ada jawaban dari zeval.
cklek
zeval membuka pintu kamarnya.
"kamu gak makan gak papa, cukup temenin aku" ujar vera sambil tersenyum lalu menggandeng tangan zeval untuk ikut bersamanya.
"gak usah" jawab zeval, mereka kini duduk berhadap hadapan.
"yaudah kalo gitu aku makan yah"
"hemm"
vera menyuapkan makananya sambil menatap zeval yang hanya memainkan ponselnya, ia berfikir bagaimana caranya agar zeval tak mendiaminya lagi.
"zev" ujar vera dan zeval langsung mengalihkan pandangnya.
"udah mandi?" tanya vera, sebenarnya ia bingung untuk bertanya apa pada zeval.
"hemm" gumam zeval sebagai jawaban.
"beneran gak mau makan?" tanya vera lagi dan hanya di jawab anggukan dari zeval.
"mau aku suapin?" zeval langsung menggeleng dengan cepat.
"zev, kenapa sih jawabanya dari tadi cuma heemm sama geleng geleng doang, abis nelen kulkas lo" geram vera.
zeval yang mendengarkan ucapan vera hanya membalas dengan senyumnya.
"ceritanya kamu lagi ngambek, kenapa?"
"zeval, kalo kamu gak tidur di bawah nanti tempat tidurnya kosong, siapa yang mau nempatin?"
"siapa suruh di kasih tempat tidur" jawab zeval.
"zev ayolah jangan kaya gini, masa cuma masalah tempat tidur kamu ngambek"
"kak kita suami istri"
"kenapa, apa masalahnya, emang kalo suami istri harus tidur bareng bareng terus kan enggak zeval"
__ADS_1
"bilang aja kakak gak mau deket deket sama aku, aku nyusahin kakak kalo tidur satu kamar, iya"
"kok ngomongnya gitu, jepal kamu gak nyusahin kamu gemesin" ujar vera lalu ia berdiri dan duduk di sebelah zeval.
"ngapain sih di sana aja" ujar zeval sambil menjauhi vera.
"jepal, aku tuh sayaaaaaang banget sama jepal, sukaaa banget sama jepal" ujar vera sambil memeluk zeval dari samping.
"kakak tuh sukanya sama rio"
vera melepaskan peluknya lalu menatap zeval.
"jangan bahas dia lagi, aku tuh sekarang sukanya sama jepal"
"kalo suka kenapa gak mau satu kamar?"
"aku kan udah bilang, kalo kamu gak tidur di bawah tempatnya kosong, lagian yah zev kita kan masih di apart yang sama"
"aku tuh cuma mau tidur sama kamu, cuma itu kalo tidur kita pisah kaya gini kamu gak suka aku lagi gimana, nanti kangen gimana, kita satu kamar lagi yaaaa" rayu zeval.
"zeval zeval, kita tuh gak lagi LDR an, jangan lebay"
"kak ini kita juga LDR an, LDR an gak satu kamar"
vera menahan tawanya, ia jadi heran sendiri, semenjak kapan ia jadi menyukai zeval yang tingkahnya seperti bocah ini, apakah vera akan mengangkat suaminya sendiri menjadi anak angkatnya, entah lah.
"zev"
"udah lah, iya iya aku pindah ke kamar bawah" zeval berdiri lalu ia melangkah menuju kamarnya.
...****************...
sudah jam sepuluh malam zeval masih bermain game di ponselnya.
ia sampai lupa kalau besok ia harus berangkat pagi untuk jadwal piketnya.
"jam berapa sih?" ujar zeval sambil melihat jam di ponsel.
setelah ia mengetahui jam di ponselnya ia langsung menyimpan ponselnya di nakas, ia molai memejamkan matanya untuk menuju ke alam mimpi.
sebenarnya ada untungnya juga bagi zeval saat tidak tidur satu kamar bersama vera, ia bisa bermain game sepuasnya tidak ada yang memarahinya saat ia bermain game.
zeval kini tengah berguling guking di tempat tidur, ia sepertinya tak bisa tidur malam ini?.
"ngantuk dong pliss" mohon zeval sambil mengucek matanya.
"vera udah tidur belum ya" ujar zeval sambil menatap langit kamar.
zeval menyibak selimutnya, ia turun dari tempat tidur, ia berjalan keluar kamar.
"terserah deh mau dia marah atau enggak nanti" ujarnya lirih sambil menaiki tangga menuju kamar vera.
cklek
zeval membuka pintu kamar vera, gelap itulah keadaan kamar vera sekarang.
zeval berjalan pelan menuju tempat tidur, ia dapat melihat vera yang tengah tertidur sambil memunggunginya.
zeval tersenyum melihat itu, ia kini melangkah dan naik ketempat tidur, ia tak memperdulikan jika nantinya vera akan memarahinya.
zeval berbaring kemudian ia memeluk vera dari belakang dan mengeratkan pelukanya.
vera yang tengah tidur dengan pulas pun terusik karena pelukan zeval.
vera terbangun dari tidurnya, vera merasakan ada tangan yang menindih di perutnya, ia pun berbalik, vera dapat melihat zeval di belakangnya.
vera menyingkirkan tangan zeval namun ia tidak bisa karena zeval terlalu erat memeluknya.
"night" ujar zeval lirih dengan mata yang masih terpejam.
"kenapa kesini?" tanya vera.
zeval tak menjawab ia malah meyuruh tangan vera memeluknya dan menyuruh vera menenggelamkan wajahnya di dada zeval.
"kangen" ujar zeval lirih sambil mencium pucuk kepala vera.
__ADS_1
"sama" jawab vera sambil mendusel pada zeval.
padahal zeval sudah berancang ancang bila nantinya ia akan di marahi atau pun di pukuli karena menyelinap ke kamar vera, namun vera tak melakukan itu, vera juga sepertinya merindukan suami kecilnya.