
vera merengut sebal, sambil meremas bekas plastik cemilan di tanganya.
vera sangat marah pada zeval sekarang, bagaimana tidak marah pasalnya zeval telah menghabiskan cemilan kesukaanya, yaitu kripik kentang yang sore tadi baru ia beli di minimarket
vera berjalan sambil menghentak hentakan kakinya meninggalkan zeval yang sedari tadi menatap ponselnya.
"nyebelin" dumel vera "tadi sore aja di suruh temenin ke minimarket gak mau, bilangnya sibuk belajar, sekarang kripik gue dia abisin ngeselin banget" vera kini duduk di sebelah fida yang tengah memangku fifi.
"kakak kenapa?" tanya fida saat melihat kakaknya yang cemberut.
"sebel"
"sebel kenapa?"
"tanya sama kakak ipar lo sana"
fida mendenggus, palingan lagi berantem fikir fida.
"didi, sisi sama momo mana?" tanya vera menanyakan kucing fida.
"di kamar aku, tadi sih lagi main"
vera beranjak dari duduknya, ia melenggang menunju kamar adiknya.
"didi" pekik vera sambil tersenyum saat melihat didi keluar dari kamar fida.
"masuk lagi yuk, main sama aku" vera menggendong didi.
sesampainya di kamar ia langsung bermain dengan sisi, didi dan momo, menghilangkan rasa kesalnya pada zeval.
...****************...
setelah puas bermain dengan kucing peliharaan adiknya, ia pun memilih kembali kekamarnya.
vera membuka pintu kamarnya, ia melihat zeval yang tengah bersila di atas tempat tidur tengah fokus pada laptop dan beberapa buku paket di hadapanya.
vera kembali merengut saat teringat cemilanya, vera mengalihkan tatapanya pada zeval saat lelaki itu menoleh ke arah vera.
vera melihat jam dinding sudah menunjukan pukul sembilan malam, ia pun memilih naik ke atas tempat tidur berusaha menghiraukan zeval yang berada di sampingnya, ia merebahkan dirinya menaikan selimutnya, setelah berdoa ia pun berusaha memejamkan matanya dengan memunggungi zeval.
namun vera kembali membuka kelopak matanya, karena ia belum mengantuk.
"belum ngantuk, gimana kalo gue lanjut nonton drakor aja?"
vera langsung menyibak selimutnya menuruni tempat tidur dan berjalan ke meja belajarnya.
vera menyalakan laptopnya, ia menyamankan duduknya, dengan senyumanya ia pun memutar video drakor di laptopnya.
zeval yang masih setia dengan laptopnya pun mengernyit saat vera tiba tiba beranjak dari tidurnya untuk menonton drakor.
"udah malem tidur aja" ujar zeval.
"ver"
"vera"
zeval menggelengkan kepalanya, pasti sekarang vera sudah terhanyut dalam drama itu, zeval pun kembali fokus pada laptopnya.
"yaampun"
zeval menoleh ke arah vera saat mendengar pekikan vera.
"seksi" gumam vera.
zeval melotot mendengar ucapan vera, ia pun turun dari tempat tidur dan menghampiri vera.
dapat zeval lihat kalau sekarang vera tengah tersenyum melihat layar laptopnya yang memperlihatkan lelaki dengan perut sixpack.
zeval memanyunkan bibirnya, ia pun menyentuh perutnya sendiri.
rata
__ADS_1
itulah ke adaan perut zeval sekarang.
"gak bisa gue biarin, kalo mata vera natap perut orang lain, gue harus rajin nge-gym molai sekarang"
"tidur"
vera menoleh ke arah zeval yang sudah berada di sebelahnya.
vera menatap zeval dengan bibir manyun.
"orang paling nyebelin" dumel vera sebelum fokus kembali pada laptopnya.
"tidur udah malem"
"vera"
"vera" zeval menutup laptop vera.
"kamu apaan sih" omel vera.
"tidur" perintah zeval.
"gak mau" vera menyilangkan tanganya di dada.
zeval menghembuskan nafasnya, lalu ia menggendong vera untuk segera tidur.
"jangan suka tidur malem" peringat zeval.
zeval menurunkan vera di atas tempat tidur, merebahkanya dan menyelimutinya.
zeval ikut naik ke tempat tidur, membereskan laptop dan buku bukunya, ia menyimpanya di atas nakas.
"tidur yang nyenyak sayang" bisik zeval pada vera yang memunggunginya.
zeval memeluk vera dengan erat, sesekali zeval mengelus kepala vera agar lekas tertidur.
cukup lama membuat vera tertidur, saat di rasa vera benar benar tertidur zeval pun bangkit dari tidurnya, membenarkan selimut yang menyelimuti vera, setelah itu zeval mengambil kembali laptopnya.
kruk kruk
zeval memegang perutnya saat perutnya membutuhkan asupan.
zeval melirik jam, ternyata sudah jam sepuluh malam.
"udah pada tidur belum ya?" tanya zeval lirih.
zeval pun turun dari tempat tidur, sebelum ia melangkah keluar ia sempat mendaratkan satu kecupan pada pipi vera.
zeval keluar dari kamarnya, sudah gelap karena lampu semua sudah di matikan.
"udah pada tidur ternyata" gumamnya.
zeval kini berjalan menuju dapur.
zeval mengambil sekotak susu coklat dari dalam kulkas dan mengambil dua lembar roti tawar, setelah itu zeval membawa susu dan roti itu ke dalam kamarnya.
zeval kembali menaiki tempat tidurnya, bersender di kepala ranjang sambil memangku laptopnya, sesekali meminum susu coklat yang ia letakan di atas nakas.
"zeval"
fokus zeval teralihkan oleh suara vera, vera kini tengah menatap zeval.
"kok belum tidur" lirih vera sambil mengucek matanya.
"bentar lagi, kamu tidur aja besok ada kelas pagi kan?"
"hmm" vera menjawab dengan gumamnya.
zeval mengelus rambut vera, namun fokusnya kini kembali ke arah laptop.
"kamu tidur, besok ujian" ingat vera pada zeval.
__ADS_1
"iya nanti"
"ini udah malem zeval"
"iya iya"
zeval mengalah, zeval pun menyimpan laptopnya dan kini ia ikut merebahkan dirinya di sebelah vera.
"zeval"
"hmm" jawab zeval sambil menyingkirkan rambut yang menutupi wajah vera.
"aku masih ngambek tau" vera kini memanyunkan bibirnya.
"ngambek kenapa?"
"kamu gak ngerasa punya salah sama aku?" vera melotot tak percaya pada zeval.
zeval menggelengkan kepala dengan ekspresi polosnya.
vera membuka mulut untuk mengatakan sesuatu tetapi ia urungkan, ia memilih menatap zeval sambil merengut sebal.
"nyebelin" gumam vera.
vera berbalik memunggungi zeval, dari pada berdebat membahas kripik kentang lebih baik ia tidur.
zeval terkejut saat vera memunggunginya.
"beneran, aku tuh gak tau aku salah apa" zeval kini memeluk vera "kasih tau dong salah aku apa"
merasa tak mendapat balasan zeval pun berusaha membalikan tubuh vera agar menghadap ke arahnya.
"aku nyebelin, nyebelin kenapa?" tanya zeval setelah berhasil membuat vera menghadap ke arahnya.
"gak usah di bahas udah malem"
"jawab dulu"
"kamu beneran gak tau?"
"enggak"
"kripik kentang aku kan di habisin kamu, padahal aku belum makan" vera memanyunkan bibirnya "di suruh nganterin beli aja kamunya gak mau, tapi cemilan aku kamu habisin, nyebelin kamu mah"
"oh kripik, aku kira buat aku ya aku habisin, yaudah aku beliin yang banyak buat kamu"
"eh mau kemana?" tanya vera saat zeval beranjak dari tempat tidur dan mengambil jaketnya.
"mau beli cemilan buat tuan putri"
"udah malem besok aja"
"sekarang aja, sekalian menghirup udara malam"
"ikuuut"
"gak usah kamu tidur aja"
"gak bisa tidur kalo gak ada zeval"
"kamu tunggu aku aja sambil nonton tv"
"zeval aku mau ikut, biar kaya dilan" ujar vera di akhiri cengiranya "kita pake motor papa"
"motor?"
"iya motor vespa punya papa"
"gass lah"
vera tersenyum saat zeval membolehkan dia ikut.
__ADS_1
AKU BUAT EPS INI TENGAH MALEM, JADI PENGIN MARTABAK.