Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
tak tersegel


__ADS_3

zeval tengah berjalan menuju apartemenya, ia menenteng plastik berisi gorengan di dalamnya.


ia berjalan sambil mengipasi wajahnya karena sore ini cukup terik.


"kak zeval" panggil gadis berambut lurus dengan senyum manisnya.


"lo?" zeval sedikit terkejut karena reyna tiba tiba sudah ada di depanya.


"aku tinggal di deket sini, kamu juga tinggal di sini?" tanya reyna.


"hmm" jawab zeval kemudian ia berjalan meninggalkan reyna.


"kak zeval" reyna menyamakan jalanya dengan zeval "kalo mau main ke apart aku boleh kok, tuh di sebrang sana" tunjuk reyna tetapi zeval sama sekali tidak berminat melihatnya.


"rumah kakak di mana?" tanya reyna dan tak ada jawaban dari zeval.


drrrt drrt


ponsel zeval bergetar, ia menghentikan langkahnya dan mengangkat siapa yang menelfonya.


"yaa" ujar zeval berbicara dengan orang di sebrang sana.


"di jalan"


"oke, udah deket kok"


zeval mematikan panggilanya, kemudian ia menatap reyna yang sedari tadi memperhatikanya.


"kak zeval kenapa?" tanya reyna.


"jangan ikutin lagi" ujar zeval kemudian ia melenggang pergi.


sedangkan vera kini sedang bingung sendiri, ia baru bangun dari tidur siangnya karena mendengar ketukan pintu, setelah di lihat ayah dan ibu mertuanya sudah ada di depan pintu apart dengan membawa koper.


setelah vera penelfon zeval untuk cepat pulang,


ia langsung kedapur untuk membuatkan minum untuk mertuanya.


"maaf ya kita gak bilang bilang dulu mau kesini" ujar mamah zeval pada vera yang tengah berjalan membawa nampan.


"gak papa kok, mama sama papa kapan aja boleh kesini" jawab vera di akhiri senyum manisnya.


vera menatap ayah zeval yang sedari tadi hanya diam ia hanya memainkan ponselnya.


papa zeval kenapa keliatanya dingin gini, gue kan jadi takut


"ma pa di minum dulu, vera mau kebelakang sebentar" vera berjalan menuju dapur untuk menyimpan nampan yang ia bawa.


"mama" teriak zeval sambil berlari dan memeluk mama nya.


"waalaikumusalam" ujar vera dan papa zeval.


"hehe asalamulaikum" ujar zeval cengengesan.


"jangan di buat kebiasaan, kalau masuk rumah harus salam sayang" ujar mama zeval sambil mengelus rampit putranya yang jauh lebih tinggi dari mamanya.


"iya ma, papa apakabar?" tanya zeval.


"baik" jawab papa zeval sambil menghampiri putra nya "udah gak marah sama papa?" tanya papa zeval.


"emang aku marah apa pa?" tanya zeval.


"bukanya kamu dulu marah sapa papa karna di jodohin sama vera, lupa?" ujar ayahnya.


"hehe, dulu siiihh marah sekarang udah enggak"


"mama mau tanya, kamu udah ada rasa sama menantu mama ini?" tanya mama zeval sambil merangkul vera.


"udah dong" jawab zeval tanpa keraguan.


"sini duduk papa mau ngomong sama kamu" ujar ayah zeval pada putranya


"yaudah vera kita kedapur yuk, bantu mama buat makan malam buat papa sama zeval, kamu bantu oke" ujar mama zeval sambil menggandeng vera menuju dapur.


"pa mau ngomong apa?" tanya zeval.


"jaga vera baik baik, dia sekarang tanggung jawab kamu"


"ia, pasti zeval jagain vera, maafin zeval ya pa, dulu pernah marah marah"


"papa juga minta maaf, kalau papa jadi kamu juga mungkin kabur hahaha" gurau ayah zeval.


"ayah nanti pulang jam berapa?"


"pulang kemana?"


"pulang kerumah"

__ADS_1


"ayah tuh mau menginap di sini, tuh kopernya udah di bawa vera ke kamar"


"ohh" jawab zeval sambil mengangguk "eh tunggu"


"kenapa?"


baju baju gue kan masih di kamar bawah


"zeval ke kamar dulu yah, dari tadi pengin mandi gerah. ya ampun zeval sampe lupa" ujar zeval sambil menepuk jidatnya.


"lupa apa?"


"aku beli gorengan tadi, nih ayah mau" ujar zeval sambil mengambil plastik yang berada di atas meja.


"di situ aja, nanti ayah makan"


"yaudah ayah anggep aja rumah sendiri hehe" ujar zeval sambil berlalu pergi.


...****************...


"ver kamu tau gak, papa zeval itu emang keliatan dingin, tapi gitu gitu dia perhatian" ujar mama zeval yang tengah memotong wortel.


"papa tuh kalo ngomong gak ada ekspresi, maaf ya ma vera tuh suka takut kalo sama papa" ujar vera.


"kamu jangan takut sayang, papa zeval tuh suka banget puji puji kamu"


"puji gimana?"


mama zeval berjalan menuju kulkas untuk mencari tomat.


"dia tuh suka banget muji kamu ke temenya, ngenalian kamu ke klien"


"ma, papa kalo muji di depan orang mukanya dingin gitu?" tanya vera sangat kepo.


"hahaha, yaa kadang kaya yang kamu bayangin kadang juga enggak"


"mujinya gimana ceritain dong"


"mujinya gini" mama zeval merubah wajahnya menjadi datar "saya punya menantu, dia cantik namanya vera, dia kuliah, pastinya dia pinter, nahh papa zeval tuh suka ngomong gitu ke temenya"


"kalo ke klien?"


"kalau selesai meeting dia gini" mama vera mengubah tubuhnya menjadi tegap, memandang ke depan penuh ke wibawaan "putra sayaa akan mewariskan perusahaan ini nantinya dia akan meneruskan perusahaan ini dengan menantu saya"


"waahh" vera bertepuk tangan memuji akting mertuanya itu.


"bilang apa ma?"


"si klien kaya tertarik gitu sama zeval, si klien minta buat di kenalin zeval ke anaknya, papa zeval bilang katanyaaaa, anak saya itu sudah beristri, menantu saya cantik namanya vera"


"papa tuh ada ada aja"


"makanya, vera jangan takut sama papa zeval lagi, dia emang orangnya gitu sama mama aja jarang ngomong, tuh sikapnya di warisin sama kedua putranya"


"ah masa zeval gak gitu"


"kamu tau, mereka perdua itu bakalan dingin cuek kalo sama orang yang gak di kenal apa lagi cewe"


"zeval dulu kan gak kenal aku ma"


"karena mama dulu pernah nasehatin zeval, kalo sama vera gak boleh dingin apa cuek karna vera sekarang istri kamu, gitu"


"ooohh"


"yaudah yuk lanjut gak kelar kelar nanti"


zeval kini sudah rapi dengan baju santainya ia kini tengah menuruni tangga ia berniat menghampiri vera yang berada di dapur.


"kak" ujar zeval di samping vera yang tengah mengaduk sup.


"apa?" ujar vera tanpa menatap zeval.


"baju aku yang di bawah udah di bawa keatas sama kakak?"


"iya lah, masa sama tetangga"


"kak"


"apa sih zev" ujar vera sambil menatap zeval di sampingnya "kalo mau bantu silahkan kalo cuma mau ngrusuh mending sama papa aja sana".


"mau bantu kok, tapi bantu apa?"


"bawain makanan keluar" ujar vera.


"siap" ujar zeval "bawain yang mana?"


"nasi aja tuh, awas masih panas"

__ADS_1


zeval berjalan hendak mengambil nasi.


"aduh!" ujar zeval.


"kenapa" panik vera sambil menghampiri zeval "kenapa?"


"nasinya berat"


"cowo bukan sih lo, segitu aja berat"


"ini udah sore kak jadinya tenaganya habis, terus belum dapet asupan energi dari pagi"


"hah, lo ngomong apa si?"


"aku belum dapet asupan energi dari pagi"


"lo udah makan pagi sama siang belum dapet gimana, udah tua ya gampang lupa" ujar vera sambil berjalan mematikan kompor.


"energi aku bukan cuma makan" ujar zeval sambil menghampiri vera.


"terus?" tanya vera sambil menatap zeval yang tengah tersenyum ke arahnya.


"cium" ujar zeval berbisik.


"apa, yang jelas" ujar vera karna ia tak mendengar ucapan zeval.


"cium" ujar zeval lantang.


"gak mau, ada mama papa di sini nanti liat gimana"


"biarin aja, ayolah cium" rengek zeval.


"gak mau"


"kak cium cium cium" zeval mengeluarkan muka imutnya sambil menghentak hentakan kakinya.


"di sini?"


"iyaa cepet cium" zeval memejamkan matanya sambil memonyongkan bibirnya.


"gak mau"


"kak, aku nangis nih"


"silahkan" jawab vera sambil menahan tawanya.


"huaaa kak cium ciumm"


"sini" vera memegang kedua pipi zeval.


cup


"udah sana minggir"


zeval menatap vera sambil mengerjapkan matanya, tak percaya.


"kak tadiiiii"


"kenapa?"


"emang aku minta kaka cium aku diiiii" zeval menyentuh bibirnya.


"kenapa salah?"


"bibir aku sekarang udah tak tersegel lagi, ciuman pertama udah di ambil kakak"


"aku juga" jawab vera santai.


"kakak harus tanggung jawab bibir aku udah tak tersegel lagi sekarang"


"tanggung jawab apaan?" heran vera dengan tingkah zeval.


"kakak haruss cium sekali lagi hehe"


"gak mau!"


"tanggung jawab dong kak, apa aku aja yang cium" zeval menaik turunkan alisnya.


"sini" zeval tampak senang kemudian ia menyamakan tingginya dengan vera.


cup


"yesss" zeval terlihat sangat bahagia.


"sana nasinya bawa"


"ini baruu energi penuh lagi" ujarnya.

__ADS_1


__ADS_2