
matahari kini sudah manpak bertanda pagi menjelang.
vera kini masih nyaman dalam tidurnya, sempat beberapa hari ini ia tak bisa tidur nyenyak, siapa lagi kalau bukan zeval penyebabnya.
biasanya lelaki itu yang selalu menemaninya tidur, namun karena ia harus keluar kota vera pun terpaksa tidur sendiri tanpa sang suami, hingga membuatnya tak nyenyak dalam tidur karna tak biasanya ia tidur tanpa zeval.
zeval mengeratkan pelukanya, pria itu enggan untuk membuka matanya, ia rindu vera, sang istri tercintanya.
vera menggeliat, ia berbalik ke arah zeval, karna pergerakan itu zeval pun membuka matanya perlahan.
'cantik' batin zeval saat pertama kali yang ia lihat adalah wajah vera.
zeval lebih menempelkan tubuhnya dengan vera, di kecupnya kening vera yang sedikit hangat.
"sayang" panggil zeval dengan suara seraknya "kamu masih sakit? kita ke dokter ya"
tak ada respon dari vera "vera sayang" panggilnya lagi, vera tak menjawab ia malah mempereratkan pelukanya lalu menduselkan wajahnya di dada bidang zeval.
"zeval" lirih vera.
"hm" jawab zeval.
"kangen" lirihnya lagi.
zeval diam ia hanya mengelus surai vera.
...****************...
"kita makan ya" tawar zeval.
kini sudah jam delapan pagi namun vera masih setia di ranjangnya.
"kita makan terus minum obat, apa kita mau ke dokter aja?" bujuk zeval sambil duduk di sisi tempat tidur.
"gak mau" tolak vera yang masih bergulat dengan slimutnya.
"yaudah kalo gitu makan dulu"
vera menyibak slimut yang menutupi wajahnya "gendong" rengek vera.
zeval tersenyum melihat tingkah vera yang manja "yaudah sini" kata zeval mengulurkan tanganya.
zeval menggendong vera seperti koala, ia berjalan menuruni tangga perlahan, vera tidak berat menurutnya namun ia harus tetap berhati hati dalam menuruni setiap anak tangga.
"masih pusing?" tanya zeval dan vera yang tengah membenamkan wajahnya di cekuk leher zeval menggangguk perlahan.
"kamu mau makan apa, bubur aja mau?" tawar zeval sambil mendudukan dirinya di kursi meja makan dengan vera yang berada di pangkuanya.
"mau nasi goreng buatan zeval" kata vera sambil mendongak menatap zeval.
"yaudah, kamu tungguin di sini aku masakin dulu"
vera mengeratkan pelukanya "ikut" kata vera.
__ADS_1
"masa ikut di sini aja ya"
"maunya ikut"
zeval menghembuskan nafasnya, zeval berdiri dari duduknya dengan vera yang masih di gendonganya, ia memasak nasi goreng permintaan vera, dengan vera yang ia gendong.
"sayang jangan tidur" peringat zeval pada vera.
"enggak" jawab vera yang tengah nyaman bersandar di dada zeval sambil memejamkan mata.
vera ingin menempel bersama zeval hari ini, ia tak akan melepaskan zeval sebagai ganti beberapa hari yang lalu ia di tinggalkan zeval meskipun alasanya karna pekerjaan.
"sayang" panggil zeval memperingatkan vera, karna vera kini malah menggigit dadanya yang terbalut kaos putihnya.
"Aw sakit" zeval menatap vera yang kini tersenyum menunjukan deretan giginya "jangan gigit sakit" peringat zeval.
vera tak peduli ia kini malah menggigit leher zeval cukup keras.
"vera!" zeval mematikan kompornya, ia membawa vera menuju meja makan, di dudukanya vera di atas meja makan.
"sakit tau" kata zeval "kamu di sini aja"
vera menarik kaos zeval yang hendak berbalik
"ap-"
zeval tak lagi melanjutkan perkataanya saat vera melingkarkan tanganya di lehernya "gak mau di tinggal" lirih vera.
"sebentar aja oke" zeval melepas tangan vera dari lehernya, setelah itu meninggalkan vera yang tengah masih duduk di atas meja dengan ekspresi cemberutnya.
setelah menunggu beberapa menit zeval kembali dengam nasi gorengnya, ia menatap vera yang masih asik duduk di atas meja dengan mengayuk ayun kan kakinya.
"makan dulu oke" zeval meletakan piring yang berisi nasi goreng lalu menggendong vera dan mendudukanya di atas kursi.
"sini aku suapin" vera mengangguk sambil tersenyum.
"mau duduk di sini" tawar zeval sambil menepuk pahanya, dan dengan senang hati vera duduk di atas pangkuan zeval.
dengan telaten zeval menyuapi vera, sedangkan vera sendiri hanya menatap wajah zeval yang berhadapan denganya.
'ciptaan mu indah ya rob' batin vera.
"udah" kata vera.
"minum obat dulu" zeval meraih obat yang berada di atas meja, lalu membukanya dan memberikanya pada vera.
"habis ini zeval mau ngapain?" tanya vera.
"temenin kamu" kata zeval sambil mencubit pelan pipi vera.
"mau nanya boleh?"
"tanya apa?" jawab zeval.
__ADS_1
"zeval sayang vera?"
pertanyaan macam apa itu, fikir vera padahal dirinya sendiri yang bertanya.
"banget"
"cinta vera?"
"banget"
"zeval milik vera dan vera milik zeval" kata vera di akhiri senyum hangatnya.
"dan vera milik zeval dan zeval milik vera" kata zeval.
zeval tersenyum ke arah vera, berdebar itulah jantung zeval setiap berada di sebelah vera, namun debaran itu selalu membuat zeval selalu tak ingin berpisah dengan vera.
"zeval" kata vera sambil mendongak menatap zeval.
"kenapa?"
"zeval mau gak punya baby?" tanya vera.
"pasti mau" jawab zeval sambil mengelus pinggang vera.
vera menarik nafas lalu membuangnya "kapan pun zeval minta, vera udah siap"
zeval menaikan satu alisnya "maksud kamu?"
"zeval mau baby kan, vera udah siap" kata vera serius.
zeval memajukan wajahnya mengikis jarak di antara mereka, mencari kebohongan dari raut wajah itu.
"yakin?" vera mengangguk sebagai jawaban.
zeval memeriksa dahi vera, masih hangat seperti pagi tadi.
zeval mencium dahi itu lama, lalu turun mencium kedua alis vera dan beralih kedua mata vera, kedua pipi, hidung dan berakhir di bibir vera cukup lama.
zeval menyudahi aksinya ia menatap vera
"kalo kamu udah siap, kapan pun aku minta kamu bersedia?" vera mengangguk sebagai jawaban.
zeval tersenyum "lusa, besok atau bulan depan mungkin aku bakalan meminta hak aku, tapi bukan sekarang"
vera mengangguk sebagai jawaban "kapan pun zeval minta"
"kamu beneran udah siap, memberikan sepenuhnya untuk aku?"
"udah, banget malah"
vera memeluk zeval dan zeval balas memeluknya.
🤔🤔😣😥😏😐🙄😑😶
__ADS_1