
waktu memang sudah berlalu begitu cepat, kini pernikahan vera dan zeval sudah hampir enam bulan, apa kah sudah ada rasa di antara keduanya, sepertinya perkataan tetangga tentang kebersamaan akan menumbuhkan perasaan saling sayang dan cinta, itu akan butuh waktu yang lama untuk mereka berdua, tapi gak tau juga sih, mungkin besok, nanti sore, pagi atau mereka akan saling suka pas bangun tidur.
...****************...
malam hari yang ramai, vera kini hendak menyeberang jalan raya yang cukup padat ini, ekor matanya kini tengah menatap seseorang di seberang sana yang sepertinya akan meyeberang berlawan arah dengan vera.
lelaki berjaket hitam menenteng tas di sebelah kirinya dan iya tengah sibuk berbincang dengan teman di sebelahnya.
vera terus menatapnya selalu memperhatikan gerak geriknya, lelaki itu kini meyeberang dengan temanya dan vera masih terdiam di tempatnya.
"lo kembali, rio lo beneran kembali" vera berujar lirih dengan senyum di wajahnya.
merasa di perhatikan rio menatap perempuan di sebelahnya, rio hanya membalas dengan senyumanya.
...****************...
rio kini berjalan di trotoar sambil bercanda dengan temanya yang tadi, namun langkahnya terhenti karena ada yang menepuk pundaknya.
"kenapa?" ujar rio sambil menoleh.
__ADS_1
"rio" lirih vera, ia yang menepuk pundak rio, ia tadi tak percaya kenapa rio hanya tersenyum lalu berlalu begitu saja.
"lo tau nama gue?" pertanyaan rio membut vera bingung.
"lo kenapa, lo kemana aja, jelas jelas gue tau nama lo karna lo pacar gue" jelas vera.
rio dan temannya yang mendengar penuturanya hanya bisa kaget.
"maaf gue gak kenal lo, dan gue udah punya istri"
vera rasanya ingin menangis sejadi jadinya, rio sudah beristri?
"rio lo pacar gue, lo sama gue saling suka gue gak percaya lo udah nikah" vera berbicara dengan air mata yang sudah mengalir "kalo lo mau prank gue lo berhasil rio, tapi ini gak lucu, gue lama nunggu lo gue cariin lo kemana mana"
"maaf nih mba, kita tuh baru pindah kesini, dan rio baru mulai kuliah besok di sini, gimana mungkin lo pacarnya sedangkan kita baru ketemu" jelas teman rio.
"saya sudah nikah mbak" ucap rio sambil memperlihatkan cincinya, kemudian ia berlalu bersama temanya.
'gue gak percaya lo udah nikah'
__ADS_1
"suatu saat nanti ada saatnya aku datang kerumah kamu!, membawa semua keluarga aku
saat kamu turun, semua memandang tak terkecuali aku, yang sudah memanti nanti kamu turun!" teriak vera, dan itu membuat rio dan temanya berhenti berjalan dan berbalik menatap vera.
"setelah kita duduk bersama aku mulai mengucapkan ijab qobul saat semua mengatakan sah di saat itu kehidupan kita di mulai" lanjut vera.
"lo masih inget kata kata lo itu!" ujar vera sambil berjalan menghampiri rio "lo juga bilang kalau kita bakal tinggal di kanada"
"mbak salah orang mungkin, mungkin bukan rio temen saya"
"rio kenapa lo diem aja, inget kan"
"mbak teman saya gak kenal emba"
"rio jawab!"
"maaf" hanya kata itu yang keluar lalu rio berlalu sambil menarik temanya.
'rio kenapa lo jadi begini, selama ini lo kemana, lo berusaha pergi dari gue kah? kenapa, apa lo sebenernya udah tau gue udah nikah lalu lo pergi'
__ADS_1