Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
menyelamatkan


__ADS_3

nawa, vera, fida, nura dan nasa kini bergegas masuk ke dalam mobil untuk mencari reyna.


"Kak aku takut" ujar reyna yang telfonya masih terhubung dengan nawa.


"jangan takut kita bakal cari lo" jawab nawa sambil menaiki mobilnya.


"Tapi kita harus cari kemana?" Tanya nasa yang sudah masuk kedalam mobilnya dan di ikuti nura yang duduk di bangku depan bersama nasa.


"Kita cari aja dulu, lo masih inget plat mobilnya kan?" Tanya nawa dan mendapat anggukan dari nura.


"Dino kayanya mau samperin zidan, kakak bisa gak hentiin itu" pinta reyna


"aku gak mau zidan kenapa napa" ucapnya lirih.


"kamu tau zidan di mana?" Tanya nawa pada reyna.


"Dia masih di rumah sakit"


"kamu tau rumah sakitnya di mana?"


"kak zeval yang tau"


"Kamu jangan takut ya rey, kita bakal tolongin kamu secepatnya, dan kita juga bakal tolongin zidan" setelahnya nawa mematikan sambungan telfon nya


"Kata reyna dino mau cari zidan, dan zidan masih di rumah sakit" kata nawa pada teman temanya.


"Kak nawa udah tau rumah sakitnya di mana?" Tanya fida yang duduk di sebelahnya.


"zeval yang tau" nawa kini menoleh ke arah vera yang berada di bangku belakang.


"Ver lo telfon zeval"


"Iya gue telfon" jawab vera, setelah itu ia langsung mencari kontak suaminya itu.


"kak, gimana kalo kalian bertiga ke rumah sakit, aku sama nasa ke kantor polisi buat bantu lacak keberadaan reyna" saran nura.


"ide bagus" kata nawa.


"oke, kita berangkat ke kantor polisi sekarang"


"kalian hati hati" ujar fida.


nasa pun kini melajukan mobilnya.


Saat vera menelfon Tak ada jawaban dari zeval, namun vera terus menelfon zeval.


"Gimana ver?" Tanya nawa.


"Gak di angkat"


"Kakak coba lagi aja" kata fida.


Vera terus menelfon zeval


"Kamu lagi ngapain sih zev" lirih vera.


Setelah panggilan yang kelima akhirnya zeval pun mengangkatnya.


"Halo maaf baru bisa di angkat, aku tadi lagi belajar di ruang bawah"


"Aku ganggu ya?"


"Enggak ko, ada apa"


"Kamu tau zidan di rawat di mana? Tanya vera.


"Tau, emang kenapa?"


"Emm cu-cuma mau jenguk" bohong vera.


vera tidak ingin memberi tau alasan sebenarnya, ia tidak ingin mengganggu belajar zeval, zeval harus fokus dengan belajarnya, pikir vera.


Setelah zeval memberitahu alamatnya, vera langsung memberitahukanya pada nawa dan nawa langsung melajukan mobilnya dan meninggalkan pekarangan rumahnya.


"Zev udah dulu yah, kamu jangan lupa makan"


"Iya, kamu pulangnya jam berapa biar aku jemput"


"Gak usah kan bawa sepeda"

__ADS_1


"Sepedanya di tinggal aja di rumah kak nawa kan udah malem, biar aku jemput aja"


"Aku kan bisa di anterin sama nawa"


"Aku jemput, jangan membantah oke"


"Iya deh iya, Nanti aku hubungin kalau mau pulang"


"Yaudah"


"Aku tutup dulu dadah" vera pun menutup panggilanya.


"Na utamain keselamatan juga, jangan ngebut ya" ujar vera memperingati.


"iya, gue gak ngebut kok" jawabnya yang tengah fokus memperhatikan jalanan.


...****************...


tok tok tok


terdengar ketukan dari pintu ruang rawat zidan.


zidan yang tengah duduk di ranjang rumah sakit menoleh ke arah pintu yang di ketuk.


pintu itu terbuka dan terlihatlah ibunya yang masuk ke dalam kamar.


"mah kenapa harus ketuk pintu dulu?" tanya zidan.


"biar sopan aja" jawabnya sambil tersenyum.


zidan yang melihat ibunya tersenyum hanya bisa membalasnya dengan senyuman juga, zidan mengambil buah jeruk yang berada di atas nakas dan mengupasnya.


"cepet sembuh ya anak mama" ibunya mencium kening anaknya itu sekilas.


"ih, zidan udah besar mah jangan di cium"


"emang kalo anak udah besar gak boleh di cium sama mamanya, yang boleh cium cuma pacar atau istrinya aja"


"bukan gitu ta-"


belum selesai zidan berbicara ibunya langsung menyumpal mulut anaknya itu dengan jeruk yang sudah zidan kupas.


"di makan, mubazir jeruk udah di kupas tapi gak di makan" katanya sambil tersenyum ke arah anaknya "cepat sembuh"


tok tok tok


"assalamualaikum"


"waalaikumussalam" jawab zidan dan ibunya.


pintu itu terbuka dan terlihatlah tiga gadis yang kini memasuki kamar rawat itu.


"siapa ya?" tanya ibu zidan "kamu kenal?" ia bertanya pada zidan dan zidan menjawab dengan gelengan kepala.


"aku nawa, ini fida sama yang di sebelah vera" ujar nawa.


"emm bu maaf ini bener ruanganya zidan?" tanya vera.


"iya ini ruangan anak saya" jawab ibu zidan, ia cukup asing dengan ketiga gadis tersebut.


"jadi kita mau jenguk zidan, aku kakak ipatnya zeval" kata nawa di akhiri senyumnya.


"ooohhh ini kakak iparnya nak zeval" ibu zidan kini menghampiri mereka, dan ketiga gadis itu pun menyalami tangan ibu zidan.


"ini kakak iparnya, yaampun cantik banget" nawa pun tersenyum "beruntung banget kakaknya zeval dapet istri bule" nawa hanya tertawa mendengar penuturan ibu zidan.


"kalo ini adiknya zeval" ujar nawa memperkenalkan fida.


"halo cantik" ujar ibu zidan pada fida.


"halo tante" jawab fida.


"kalo yang ini?" tanya ibu zidan tertuju pada vera.


vera menoleh ke arah nawa yang hanya tersenyum ke arahnya.


"kalo dia istrinya zeval"


"uhuk...uhuk..." zidan yang tengah minum pun tersedak karena penuturan nawa.

__ADS_1


"yaampun kamu kenapa?" tanya ibunya sambil menghampiri zidan.


"gak papa" jawab zidan.


"nawaaa" lirih vera sambil menatap nawa tak suka, sedangkan nawa hanya tersenyum pada vera.


"lo istrinya zeval?" tanya zidan "setau gue dia masih sekolah"


"emang apa masalahnya nak zeval udah nikah, mama aja dulu nikah pas lulus SD" ia menoleh dan tersenyum ke arah vera "kalaupun ada kecelakaan ibu salut sama nak zeval dia mau bertanggung jawab"


vera hanya bisa tersenyum tanpa berkata apa pun.


"lo udah mendingan?" tanya nawa mengalihkan pembicaraan.


nawa berjalan mendekati tempat tidur zidan.


"lumayan" jawab zidan.


" tadi ada yang jengukin lo?" tanya nawa


"enggak, emang kenapa?"


vera kini berjalan dan berdiri di sebelah nawa "jadi gini, dino katanya mau kesini" kata vera.


ibu zidan terkejut saat mendengar nama dino "mau apa dia kesini?" tanya ibu zidan sedikit panik.


"ibu tenang aja kita bakal cegah dino ketemu sama zidan" kata nawa.


"dia mau ngapain lagi, masih belum puas juga udah buat anak saya masuk rumah sakit"


"mah" panggil zidan.


"kalo dia ngapa ngapain kamu lagi gimana?"


"zidan pasti gak papa jangan khawatir" zidan kini beralih menatap tiga gadis yang berada di hadapanya "kalian tau dari mana dia bakal kesini?"


"dari reyna, dan reyna sekarang lagi di sekap sama dia dan katanya lo target selanjutnya" ujar nawa.


"gue bisa hadapin dia"


"kamu lagi sakit gak usah macem macem, mama bakal lapor polisi" ujar mamanya.


"gak usah mah, zidan bisa seret dia ke kantor polisi, gak usah repot repot suruh polisi kesini"


'dino, bagus lo ke sini, gue gak perlu repot repot cari lo, lo sendiri yang bakal dateng ke gue'


"kalo kamu kenapa napa gimana?" tanya ibunya merasa khawatir.


"aku udah sehat mah, lagian di rumah sakit ini kan ada security, mamah tenang aja"


nawa yang merasa ponselnya bergetar pun langsung melihat siapa yang menelfonya.


"nasa" lirihnya.


"semuanya aku kedepan dulu mau angkat telfon" izin nawa.


nawa berjalan keluar ruangan, ia memilih mengangkat telfon di depan ruang rawat zidan.


"kenapa" ujar nawa setelah mengangkat telfonya.


"kak kita udah lacak keberadaanya reyna"


"jadi lo udah tau dia di sekap di mana?"


"udah, kita lagi menuju ketempat reyna di sekap"


"syukurlah kalo gitu, semoga dia gak papa"


"amin, kak aku tutup dulu"


"oke"


nawa tersenyum setelah mendengarkan kabar tersebut, ia dapat merasa lega sekarang karna reyna sudah di temukan.


"semoga masalah ini cepat selesai" lirihnya.


nawa tidak kembali masuk ke dalam ruang rawat, ia kini berjalan untuk mencari toilet.


apakah di part berikutnya reyna dapat di selamatkan?

__ADS_1


😁halo baca kisah nawa sama jeje juga yah😁


Aku Sangat Mencintai Kamu👈 silahkan mampir


__ADS_2