
mereka kini tengah duduk di ruang tamu sambil bercerita banyak hal, hingga kini sudah lewat tengah malam.
"jadi kak jeje marah marah di kantor cuma boongan?" tanya zeval.
"gue akting, gue latihan marah marah di depan cermin kemarin"
"kiran beneran"
"gak sia sia kan latihan gue" sombong kakaknya.
"jadi... perusahaan aman?"
"aman banget, tenang aja" zeval dapat bernafas lega sekarang.
"kalian ko inget ulang tahun gue?" tanya zeval.
"vera ngasih tau kita" jawab dilah yang tengah memakan kue ulang tahun milik zeval.
"kamu tau dari mana?" tanya zeval.
"pas kemarin malem aku gak sengaja liat ponsel kamu, pas liat tanggal aku keinget ulang tahun kamu" zeval mengangguk sebagai jawaban.
"kalian beneran mau tidur di sini?" tanya jeje.
"iya lah, ini udah malem" kata nawa "ver gue tidur sama lo ya"
"yee ni anak dia dah ada suami" ujar dodo.
"zeval tidur ma kalian lah"
"gak mau" jawab zeval
"udah jangan ganggu adik gue na, biarkan mereka bersama" ujar jeje.
"sayang" panggil zeval pada vera.
vera menoleh ke arah zeval " perut aku sakit" kata zeval.
"kamu belum makan?" zeval menjawab dengan gelengan.
"yaudah kita makan dulu"
"enggak, aku mau tidur aja"
"kamu kan belum makan, nanti tambah sakit"
"gak mungkin" zeval berdiri dari duduknya "tidur yuk dah malem" ajak zeval.
"gue sama zeval tidur duluan, kalo laper tinggal ambil makanan sendiri" pamit vera.
mereka hanya terdiam sambil memperhatikan kedua pasangan itu berjalan menjauh.
"enak kali ya kalo udah punya istri" ujar abi.
"nikah yuk" ajak nawa.
...****************...
vera keluar dari kamar mandi sudah mengenakan baju tidur biru muda dengan gambar beruang.
vera menaiki tempat tidurnya yang sudah ada zeval tengah tidur tengkurap.
"tidurnya jangan gitu" peringat vera sambil menepuk pantat zeval pelan.
zeval menoleh ke arah vera, ia membenarkan posisi tidurnya, lalu memeluk vera yang baru saja merebahkan dirinya.
"sayang perutnya masih sakit?" tanya vera sambil mengelus perut zeval.
"udah enggak"
"makan ya?"
"gak laper, mau tidur aja"
zeval menyamankan tidurnya, menyembunyikan wajahnya di dada vera.
"jangan pergi ya" lirih zeval.
"siapa yang pergi"
"kamu"
"kalo aku pergi emang mau pergi ke mana?" ucap vera sambil mengelus surai zeval.
"gak tau"
__ADS_1
"kamu kira tadi aku marah terus pergi beneran ya?"
"iya, kalo kamu marah sama aku jangan kabur, jangan tinggalin aku" zeval mengeratkan pelukanya.
"iya aku gak tinggalin kamu" tak ada jawaban dari zeval, mungkin sudah tidur fikir vera.
vera hendak melepas pelukanya namun ia urungkan saat mendengar- "hiks"
"zeval?"
"hiks" zeval mengeratkan pelukanya.
"kamu kenapa?" tanya vera namun tak ada jawaban dari zeval.
vera mengelus punggung zeval "kenapa?" tanya vera lembut.
"takut" lirih zeval, ia mendongak menarap vera dengan mata berkaca kaca dan jejak air mata di pipinya.
"takut kenapa?" vera bertanya sambil menghapus jejak air mata di pipi zeval.
"kalo kamu marah beneran gimana" vera merapikan surai zeval yang menutupi matanya.
"aku tuh tadi mikirnya, kamu pergi dan marah sama aku karna udah tau masalah kantor aku hiks, aku kira kamu marah karna aku gak becus jalanin perusahaan, aku gak mau jadi duda muda hiks"
"kok mikirnya gitu sih, kesanya aku tuh jahat sama kamu, aku mau senengnya doang pas kamu susah aku pergi" vera cemberut "aku bukan istri yang kaya gitu, aku juga gak mau jadi janda"
"maaf" sesal zeval karena ia sempat berfikiran negatif terhadap vera.
"kalo aku beneran marah sama kamu dan beneran mau pergi dari rumah ya balik lagi" kata vera
"gak jadi pergi?" tanya zeval.
"izin dulu, kalo di bolehin aku pergi"
zeval terkekeh karna perkataan vera.
"kamu lucu" lirih vera melihat mata sembab zeval dengan hidung yang memerah.
"sayang" rengek zeval "gak bisa tidur"
"ya tinggal tutup mata"
"udah gak ngantuk lagi"
"besok kuliah zeval, kamu harus tidur"
"tidur ya" vera memejamkan matanya menuju alam mimpi sambil memeluk zeval erat.
"hadiah buat aku mana?"
"besok" jawab vera dengan mata terpejam.
"sayang" rengek zeval sambil mengelus pipi vera.
"apa si cengeng"
"ih kok cengeng"
"tadi siapa yang nangis"
"sayang" vera kembali membuka matanya karna zeval terus memanggilnya "sayang main yuk" rengek zeval
vera membulatkan matanya, semburat merah kini menghiasi kedua pipinya.
"aku ada kuliah pagi"
zeval memajukan bibir bawahnya bertanda kalau ia kecewa dengan jawaban vera "hiks"
"cengeng"
"main" rengek zeval.
"gak" vera membalikan badanya memunggungi zeval.
...****************...
jam di dinding menunjukan pukul setengah tujuh pagi.
"nanti sebelum berangkat makan dulu" peringat vera pada zeval yang masih nyaman di atas tempat tidur.
"jangan tidur lagi" zeval menggangguk sebagai jawaban.
"kadonya nanti malem aja" vera mengambil tasnya "aku berangkat, love you" vera mencium pipi zeval.
"ini belum" tunjuk zeval pada bibirnya.
__ADS_1
"inget pesen aku tadi ya" kata vera lalu mencium bibir zeval sekilas.
"iya"
"aku pergi assalamualakum"
"waalaikumussalam"
setelah kebergian vera beberapa menit zeval turun dari tempat tidurnya.
zeval beranjak dari tempat tidurnya hendak menuju kamar mandi.
namun baru beberapa langkah ia terhenti sambil memegang perutnya yang kembali nyeri.
"perut gue kenapa sih, apa karna gue belum makan"
zeval tak jadi menuju kamar mandi, ia akan mengurus perutnya terlebih dahulu.
cklek
zeval membuka pintu kamarnya, terlihat sepi apakah temanya sudah pulang atau masih tidur, fikir zeval.
"kok perut gue tambah sakit" zeval mencengram perutnya "kak" panggil zeval.
"kak!" tak ada jawaban, zeval memegang perutnya.
"gue kenapa sih"
brug
zeval terjatuh di lantai kakinya tak dapat menopang berat badanya lagi.
"kak tolongin gue" ujar zeval namun tak ada jawaban.
...****************...
dddrrt ddrrt
vera melirik ponselnya yang ia letakan di atas meja.
entah siapa yang menelfonya lebih dari tiga kali, namun vera abaikan karena fokusnya sekarang pada dosen yang tengah menjelaskan.
ddrrt ddrrt
apakah penting? tanya vera dalam hati.
vers meraih ponselnya, ada tiga panggilan tak terjawab dari nomor yang ia tak kenal dan satunya lagi dari jeje.
"saya akhiri kelas hari ini, untuk tugas kalian kumpulkan minggu depan" ucap seorang dosen pria mengakhiri kelasnya.
ddrrt ddrrt
nawa menoleh ke arah ponselnya.
"hallo kak jeje" ujar vera setelah mengangkat telfon.
"vera lo di mana?"
"aku di kampus"
"pulang sekarang" ujar jeje dengan tergesa.
"pulang?"
"suami lo pingsan"
"apa!" kaget vera, ia langsung merapikan laptop dan bukunya untuk segera pulang.
...****************...
"assalamualakum" salam vera saat memasuki rumah.
"waalaikumussalam" salah satu pekerja di rumah itu berjalan menghampiri vera.
"maaf non tadi saya telfon non vera tapi gak di angkat"
"maaf bi tadi saya ada kelas, katanya zeval pingsan?"
"tadi saat saya mau ambil baju kotor di kamar den jeje, saya gak sengaja liat den zeval pingsan di depan pintu kamarnya"
"sekarang zeval mana?"
"sudah di bawa ke rumah sakit sama den jeje non"
"makasih bi" vera langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi jeje.
__ADS_1
like komen yuk