
kini jam menunjukan jam enam pagi, vera yang masih mengenakan baju tidurnya tengah berkutat di dapur, mempersiapkan sarapan untuk suami dan dirinya.
ding dong~
vera menghentikan aktifitasnya, kemudian ia berjalan untuk membuka pintu.
cklek
"mba ini pesananya"
"terimakasih"
masih terlalu pagi sebenarnya untuk memesan pizza bagi vera, namun ia sangat ingin memakan itu.
vera meletakan pizza itu di atas meja makan ia kembali melanjutkan pekerjaanya yang tertunda.
...****************...
"akhirnya" vera menyunggingkan senyumanya saat masakanya sudah tertata rapi.
namun seketika wajah bahagia itu tergantikan dengan wajah bingungnya saat melihat makanan yang ia buat memenuhi meja makan.
"gue kok masak banyak banget" gumam vera " yaudah lah gak papa, nanti siang tinggal panasin aja sisanya"
vera pun berjalan menuju kamarnya, untuk membangunkan zeval.
"zeval bangun udah jam tujuh" kata vera sambil berjalan menghampiri zeval yang masih berada di alam mimpi.
"sayang" vera menatap zeval yang tidur tengkurap diatas tempat tidur "sayaaaang bangun, kamu tuh kalo habis subuh terus tidur lagi susah banget di banguninya" keluh vera sambil duduk di sisi tempat tidur sambil menatap wajah suaminya.
vera mencondongkan wajahnya lalu mengecup pipi zeval "bangun dong" bisik vera.
zeval yang merasa terusik membuka matanya perlahan.
"selamat pagi, ayo bangun" ujar vera saat melihat zeval membuka matanya.
zeval tersenyum saat pertama kali ia membuka matanya yang pertama ia lihat wajah istrinya.
"sini" lirih zeval, ia kini sudah merubah posisinya menjadi terlentang.
vera menuruti zeval, ia naik ke tempat tidur lalu memeluk zeval dengan sangat erat.
zeval mencium kening vera "sayang ini jam berapa?" tanya zeval.
"jam tujuh"
"aku haus"
"haus ya minum" vera melepas pelukanya lalu beranjak dari tempat tidur untuk membuka gorden kamarnya.
"matahari undah naik kamu baru bangun" vera menarap langit dari jendela kamarnya "aku kan udah sering bilangin ke kamu kalo habis subuh jangan tidur lagi"
"ini kan weekend" jawab zeval sambil memeluk vera dari belakang sambil menciumi tengkuk vera dan sesekali menghirup aroma istrinya.
"yaudah sekarang kita turun, sarapan dulu" kata vera sambil membalik badanya menghadap ke arah zeval.
"cium dulu" rengek zeval sambil memonyongkan bibirnya.
"bau"
"iih kok gitu"
cup
zeval mengembangkan senyumnya saat vera menciumnya "yuk sarapan"
"gendong" vera merentangkan tangnya.
__ADS_1
tanpa penolakan zeval menggendong vera di punggungnya.
"tubuh kamu kok makin ringan, jangan diet dong" kata zeval sambil menuruni anak tangga.
"aku udah lama gak diet kok"
"makan yang banyak, aku gak suka kalo tubuh kamu makin ringan kaya gini"
"iyaaaa"
"waw" zeval takjub menatap meja makan yang tersedia banyak makanan "ini kamu yang buat?" tanya zeval sambil menurunkan vera.
"iya aku yang buat semua kecuali pizza"
"ini gimana habisinya" ujar zeval sambil mencicipi kuah sup buatan vera.
"kalo gak habis kan bisa di angetin buat nanti siang" ucap vera sambil mengambilkan nasi untuk zeval.
"zeval belum gosok gigi ya?" tanya vera
"belum nanti aja"
"belum cuci muka"
"udah kok, pas subuh pake air wudhu"
vera menghembuskan nafasnya "habis makan mandi oke"
"hm"
...****************...
vera yang tengah membersihkan dapur hanya dapat menggelengkan kepalanya saat mendengar suara gaduh dari ruang tv.
zeval tengah menonton tv dengan volume yang cukup keras, ia tengah menonton bola dengan di temani secangkir kopi susu dan berbagai cemilan.
karena zeval akan merasa perutnya kembung jika meminum kopi hitam.
"bisa bisanya heboh padahal nonton sendiri" gumam vera.
"GOOOOL"
vera yang tengah mengeringkan tanganya di kagetkan oleh suara zeval yang memenuhi apartemen.
"kalo di luar rumah cool, berwibawa, dingin dan irit ngomong, tapiiii kelakuanya kalo udah di rumah, kaya orang utan yang baru di lepas liarkan" gumam vera.
"sayang" panggil vera namun tak ada jawaban.
"sayang" panggilnya lagi.
"sayang!" vera memanggil dengan intonasi suara yang lebih keras.
"kenapa?"
"kamu kesini dulu, pasangin gas"
vera menghembuskan nafasnya zeval tak mendengarkanya sepertinya, vera mengalah ia melangkah menemui sang suami.
"sayang"
"kenapa?" zeval mendongak menatap vera.
vera duduk di sebelah zeval "pasangin gas, gasnya udah abis"
"iya nanti"
"jangan nanti sekarang aja"
__ADS_1
"iya iya" zeval melangkah menuju dapurnya.
sedangkan vera tengah memakan cemilan sambil melihat siaran bola di tv.
"apa serunya sih nonton bola" lirih vera.
setelah beberapa menit vera menunggu zeval kembali dari memasang gas, namun belum juga zeval menghampirinya, vera pun memutuskan menyusul zeval.
"zeval" panggilnya namun di dapur kosong tidak ada zeval disana.
"lah suami gue ilang kemana?"
vera mencari zeval keliling ruangan hasilnya zeval tidak ada, dan sekarang tujuan satu satunya adalah kamar mereka.
cklek
vera mengedarkan pandanganya, dan benar suaminya tengah duduk di meja belajar tengah fokus pada laptopnya.
"aku cariin kamu kok malah di sini?" tanya vera sambil menghampiri zeval.
"maaf ya kamu cariin aku ya" ujar zeval sambil menarik vera untuk duduk di pangkuanya.
"aku lupa kirim file ke sekretaris aku seharusnya kemarin"
"sekarang udah di kirim?" tanya vera sambil mengalungkan tanganya pada leher zeval.
"udah"
"bolanya kasian tuh di bawah di tinggal, kebawah yuk"
"ayok"
"eh tunggu" vera menghentikan pergerakan zeval.
"kenapa?"
"ini jam berapa?"
zeval melirik ke arah jam yang berada di meja belajarnya "sepuluh pagi"
"kamu tadi pagi bilangnya habis makan mandi, tapi kenapa belum mandi?"
"hehehe lupa"
"mandi sana, kamu juga belum sikat gigi kan"
"emang yang nyuruh aku udah mandi?"
"hehehe belum sih"
zeval mengangkat satu alisnya "kalo kamu minta mandi bareng gausah gitu, langsung aja ngomong minta mandi bareng- aw sakit" vera menggigit pipi zeval.
"siapa yang mau mandi bareng!"
"kamu"
"enggak"
zeval mengangkat tubuh vera "iya deh iya aku yang minta mandi bareng"
brak
zeval membuka pintu kamar mandi dengan kakinya.
okke kawan kita jangan ikut campur biarkan itu urasan mereka😁😁 yuk yang weekend dan gabut gak tau mau apa, suruh baca cerita aku yaaaa
mohon maaf semisal ada typo
__ADS_1