
"na" panggil vera.
"hmm" jawab nawa yang tengah menaiki tangga menuju kelasnya.
"nanti pulang kuliah anterin gue"
"kemana?"
"ke pasar"
seketika nawa menghentikan langkahnya, lalu ia menoleh ke arah vera.
"sehat lo ngajak gue ke pasar" kata nawa.
"gue di suruh mama gue belanja di pasar, lebih murah katanya"
"maksud lo, pasar yang isinya banyak orang, becek, brisik sama bau itu?" tanya nawa.
"iya" jawab vera males.
"what gak salah!" teriak nawa.
"lo mau nganterin gak?"
"kalo gue sih gak masalah, karna gue selalu ikut bibi gue kepasar, nah sedangkan lo?"
"lo cukup jawab mau atau enggak"
"mau"
"lo bawa mobil gak?" tanya vera.
"bawa"
"nanti pake mobil lo, mobil gue di bawa zeval"
"oke"
...****************...
"je ada cewek cantik tuh" tunjuk dodo yang tengah berada di kantin, jeje pun mengikuti arah telunjuk dodo.
"yang mana?"
"yang sama vera, yang rambut kuning"
"itu si nawa" kata adit yang berada di sebelah jeje.
"ah masa" ujar dodo tak percaya.
"masa lo gak kenal nawa sih"
"gue yang lupa wajah si nawa apa emang tuh anak makin cantik?" tanya dodo sedangkan adit dan jeje hanya menatapnya tak memberikan jawaban.
"priksa mata sana" suruh jeje.
"tapi emang makin cantik, ya kan dit?"
"eeemmm iya juga sih, dikit doang tapi"
"noh kan, berarti yang harus priksa mata lo je".
"nawa vera!" panggil adit pada dua cewek itu.
nawa dan vera yang merasa namanya di panggil pun menoleh ke asal suara.
"sini" ajak adit untuk bergabung bersamanya.
nawa dan vera tersenyum ke arah adit setelah itu mereka menghampiri meja adit dan kawan kawan.
"hai apakabar" sapa nawa dan ia memilih duduk di sebelah dodo.
"baik, lama kita gak ketemu" ujar dodo.
"kalian sibuk banget kayaknya sampe gak pernah ketemu kita" kata adit.
"gue baru bisa berangkat kuliah, kalo vera sih pasti sibuk sama tugas"
"ngapain aja lo?" tanya adit pada nawa.
"gue ambil cuti beberapa minggu" jawabnya dan di angguki adit.
__ADS_1
"nawa lo makin cantik aja" puji dodo sambil tersenyum ke arah nawa.
"iya lah gue gitu loh" sombong nawa membanggakan dirinya.
"perlu priksa mata lo" ujar jeje yang sedari tadi hanya mendengarkan.
"ih jeje aku kan emang cantik, ya kan do"
"iya"
"tuh dodo aja bilang aku cantik, menurut jeje aku cantik gak?" tanya nawa pada jeje yang duduk di depanya.
"gak"
nawa memanyunkan bibirnya karena ucapan jeje.
"kalo gue cantik gak?" tanya vera.
"kalo lo cantiknya di atasnya nawa" ujar dodo.
"makasihh" ujar vera kemudian ia menatap nawa dan tersenyum mengejek ke arahnya.
"tapi lo gak pake susuk kan?" tanya adit pada nawa dan detik berikutnya nawa pun menendang kaki adit yang berada di bawah meja.
"enak aja lo kalo ngomong, cantik gue tuh alami masa buat jeje cantik karna susuk ya enggak lah" omel nawa.
"siapa tau aja" ujar adit sambil memegangi tulang keringnya karena sedikit nyeri akibat ulah nawa.
"nawa sekarang jadi bucinya jeje yaa" kata dodo menggoda jeje dan nawa.
"gak nyangka deh mereka bakal jadian" ucap adit menimpali.
"tinggal nunggu kalian berdua nikah nih" ujar vera.
"kalian jangan berharap lebih" ujar jeje "gue tuh gak pernah jadian sama dia" lanjutnya sambil melirik ke arah nawa.
"jeje gak boleh gitu sama aku tau"
"jangan gitu dong sama pacar sendiri" ujar vera di akhiri senyumnya ke arah jeje "gue saksinya kalo kalian udah jadian"
"tuh dengerin apa kata vera" ujar nawa.
"nawa jadi ke perpus gak, nanti waktunya habis loh" kata vera mengingatkan.
"dahh" jawab adit dan dodo sedangkan jeje hanya asik meminum jus yang ia pesan.
setelah kepergian nawa dan vera meja itu menjadi hening, jeje masih asik dengan jus di tanganya sedangkan adit hanya asik melihat dodo yang senyum senyum sendiri.
"kenapa lo?" tanya adit pada dodo.
"gak papa" jawabnya yang tengah melihat punggung nawa dan vera yang makin menjauh.
adit melihat ke arah mana dodo melihat "jangan bilang lo suka sama nawa" tebak adit.
jeje yang mendengar perkataan adit langsung melirik ke arah dodo.
"gak lah masa gue suka sama pacar temen gue"
"kalo lo suka itu malah bagus, lo deketin aja nawa gue gak masalah" jawab jeje.
"gak lah gue gak mau"
"gue serius kalo lo suka deketin aja"
"jangan ngomong gitu lah je nanti di deketin beneran nyesel tau rasa lo" kata adit.
"silah kan kalo mau deketin, gue gak bakal nyesel"
"penyesalan datengnya akhiran bro"
"mumpung dia lagi mendekat je, jangan sampe nawa udah ngejauh lo baru bertindak" ucap dodo.
"nanti susah di gapai je"
"kalo misalnya gue suka sama nawa gue gak bakal rebut dia dari lo, karna gue tau dia sukanya sama lo"
"gue tuh ngasih peluang sama lo biar bisa deketin dia do" kata jeje.
"je lo tau kan nawa sahabat kita, dan kita udah tau sifat dari dia, lo beneran gak mau buka hati buat dia?" tanya adit.
"gak akan pernah"
__ADS_1
"menjauh dan mendekat, kalo sekarang berusaha menjauh suatu saat lo bakal berusaha mendekat" kata dodo.
"kalo kalian berdua mau, ambil aja" dengan kesal jeje langsung menyambar kontak di atas meja dan meninggalkan kedua temanya.
...****************...
vera dan nawa kini tengah di perjalanan menuju pasar, sore hari ini jalanan cukup macet namun nawa mengambil jalan pintas meski cukup jauh menuju pasar itu tak masalah bagi mereka, yang terpenting jalan itu tidak terlalu macet.
"jadi, lo sering ke pasar" ujar vera.
"kalo gue gak ada kesibukan pasti gue ikut bibi ke pasar"
"tempatnya menurut lo gimana?"
"waktu pertama kali kepasar gue tuh gak suka sama tempat di sana, tapi setelah beberapa jam gue di pasar gue jadi suka, selain yang di jual murah pedagangnya itu ramah, semenjak itu gue selalu ikut bibi ke pasar" nawa melirik ke arah vera "lo tenang aja tempatnya gak seperti yang lo bayangin" ujarnya di akhiri senyuman.
"oohh gitu"
"oh ya ver, lo kan udah tinggal sama mama lo, jadi boleh dong gue tinggal di sana juga"
"lo kan punya rumah sendiri"
"ih vera boleh ya, gue kan kangen sama mama papa dan adik lo, sama masakanya mama lo juga"
"izin ke mama gue dulu"
"oke, nanti kalo di bolehin lo tenang aja gue bakal tidur sama fida gak sama lo"
"siapa juga yang mau tidur sama lo"
"gue tau, veranya aku tuh sekarang udah punya suami mana mau tidur sama aku lagi"
"apaan sih lo"
tiba tiba nawa menghentikan mobil secara mendadak.
"iihh nawa hati hati dong" omel vera.
"aduh ver maaf"
"gimana sih lo, kalo tadi kenapa napa gimana"
"maaf ver tadi gue kaget ada yang tiba tiba nyebrang"
"masa sih?" tanya vera.
"tapi orangnya gak tau kemana, apa jangan jangan gue tabrak ya?"
"nawa turun sana" suruh vera.
"gue takut, lo aja"
"lah kok gue"
"kita turun berdua aja yu"
nawa kini sudah membuka seat belt nya dan bersiap untuk turun.
"na" panggil vera sambil memegang tangan nawa yang hampir membuka pintu mobil.
"na, kalo ternyata rampok gimana?" tanya vera takut.
"turun aja dulu"
dengan cukup keberanian nawa pun turun dan di susul oleh vera.
nawa terkejut saat melihat seorang perempuan yang tengah berjongkok di depan mobilnya menelungkupkan kepalanya pada lipatan tanganya dan terdengar isakan dari gadis tersebut.
"dek" panggil nawa memberanikan diri.
"adek gak papa?" tanya nawa sambil memegang pundak gadis tersebut.
"ada yang luka gak?" tanya vera sambil berjongkok.
gadis itu pun mendongakan kepalanya.
"kamu" kaget vera setelah mengetahui gadis tersebut.
Hai Hai Hai aku udah buat cerita tentang perjalananya nawa dan jeje loh, Kalian mampir ya.
Aku Sangat Mencintai Kamu
__ADS_1
itu judulnya.