
vera kini sudah mengganti setelan dres nya menjadi baju tidur sedangkan zeval tengah membersihkan badanya di kamar mandi.
pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan zeval yang tengah mengeringkan rambutnya dengan telanjang dada.
"zeval" panggil vera
"hmm" jawab zeval dengan gumamnya.
"kalo habis mandi sekalian ganti baju nya di kamar mandi".
"hmm"
"lo dengerin gue gak sih".
"hmm"
vera tak memperdulian zeval, ia langsung naik ketempat tidur.
"kalo rambut belum kering jangan naik ke tempat tidur" peringat vera pada zeval yang tengah mengenakan bajunya.
"zeval jawab gue!" teriak vera sambil melempar bantal ke arah zeval.
zeval mengambil bantal yang vera lemparkan, kemudian zeval berjalan menuju tempat tidur dengan muka yang datar.
"zeval rambut lo masih basah keringin dulu" zeval tak menghiraukan ucapan vera ia malah naik ketempat tidur, zeval menyamankan posisi tidurnya sambil menarik slimut.
"zeva-"
"kak" potong zeval, zeval kini memiringkan tubuhnya menghadap vera.
"apa?" tanya vera sambil menghadap kearah zeval.
"kalo gue nantinya suka kakak gimana?" tanya zeval.
"ya...gak gimana gimana gue juga bakal berusaha buka hati buat lo" jawab vera.
zeval tersenyum karena ucapan vera, vera yang melihat zeval tersenyum pun ikut tersenyum.
"kenapa nanya gitu?"
"nanya aja"
"gue mau tanya, kenapa pas di restoran tadi sikap lo kaya gitu sama rio"
"gue gak suka aja sama rio, udah punya istri masihh aja mau deketin kakak" ucap zeval sambil menahan emosinya ketika mengingat kejadian tadi.
"ceritanya lo cemburu" goda vera.
"gak" jawab zeval cepat.
"jangan boong, cemburukan cemburukan cemburukan" ujar vera dengan senyum jailnya.
"udah udah kak, jangan bahas ini lagi mending tidur" ujar zeval, vera tak menjawab ia malah berbalik memunggungi zeval untuk pergi ke alam mimpinya.
__ADS_1
"kak, kita kalo lagi berantem jangan sebut kata pisah ya" ujar zeval.
"iya. Zev kita buat lembaran baru, gue sama lo kita berdua" ujar vera sambil tersenyum lebar.
"aku kamu kak, bukan gue lo" jawab zeval sambil memeluk vera dari belakang.
"zeval minggir rambut lo masih basah" ujar vera, ia pun berbalik menghadap zeval dan mendorong zeval untuk menjauh.
"bantu keringin" ujar zeval.
"keringin sendiri" ujar vera.
...****************...
kini jarum jam sudah menujukan pukul sebelas malam namun vera masih belum bisa tidur.
vera berbalik menatap suami kecilnya itu, walau lampu kamar sudah di matikan ia masih bisa melihat wajah zeval yang tengah tertidur.
"jepal, jepal" panggil vera untuk membangunkan zeval.
"bangun dong temenin gue, gue gak bisa tidur"
masih tak ada jawaban dari zeval.
"zeval bangun" bisik vera tepat di telinga zeval.
"jepal temenin gueeee" vera masih berusaha membangunkan zeval.
tidur apa pingsan sih lo
"zeval zeval zeval zeval" vera menggoyangkan tubuh zeval.
"jepaaaaaaaaal"karena geram vera pun mencubit pipi zeval tapi zeval tetap tidak bangun.
vera memasukan jari kelingkingnya kedalam lubang hidung zeval, namun zeval tetap tidak bangun dari tidurnya, vera pun memanyunkan bibirnya.
"sini" ujar zeval dengan mata yang masih terpejam, ia pun memeluk vera dan dibalas pelukan oleh vera "kenapa si" ujar zeval dengan suara seraknya.
"gak bisa tidur" jawab vera, zeval pun memeluk vera seperti guling dan vera memilih tidak memberontak ia malah makin mengeratkan pelukanya dan membenamkan wajahnya di dada zevak ia merasa nyaman saat ini.
beberapa menit berlalu tetapi vera tetap saja tidak bisa memejamkan matanya.
"gak bisa tidur" lirih vera sambil memainkan kancing baju zeval.
"mau ikut gue?" tanya zeval, vera pun mendongak menatap zeval.
"lo belum tidur?"
"lo tadi bangunin gue, jadi gak bisa tidur lagi" zeval beranjak dari tempat tidur untuk mengambil jaketnya.
"mau kemana udah jam duabelas"
"ayok" ajak zeval sambil menarik vera.
__ADS_1
mereka pun keluar menuju tempat yang zeval tuju"
"jauh gak" ujar vera.
"deket kok, di apart ini"
"dimana?"
" atas apart" jawab zeval.
...****************...
"wah bagus banget" ujar vera.
"di liat dari sini bagus banget, langitnya juga bangus"
"gue punya tebakan buat lo" ujar vera.
"apaa?"
"kenapa ada beribu bintang tapi langit gelap?"
"karna bulanya ada di kamu"
"salah, karna bintang itu untuk menemani bukan menyinari"
"kamu gak usah di temani bintang karna ada aku yang slalu menemani"
"hahahahaha, geli" tawa vera.
"hahahah sama geli juga"
"kak, kenapa bintang dan bulan kadang muncul bersamaan dan kadang gak bersamaan?"
"karna itu takdir mereka"
"karna mereka juga harus merasakan rindu, kalau sering ketemu nanti bosen gimana dong"
"jepal kok dingin yah?" tanya vera.
"kok tau" jawab zeval.
"iiihh bukan tebakan tapi beneran"
"hahaha iya iya becanda, kakak sini deh" vera pun menuruti zeval.
"masih dingin?" tanya zeval setelah memeluk vera.
"masih" zeval pun mengambil tangan vera untuk ia masukan kekantong jaketnya.
menyalurkan kehangatan satu sama lain, momen yang mereka berdua belum pernah merasakanya bersama.
malam ini ada dua hati yang di satukan.
__ADS_1
sungguh malam yang panjang.
semangat buat semuanya, semoga kalian suka part ini dan tinggalkan jejak yaaaaaa