Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
camping 2


__ADS_3

jarum jam masih menunjukan jam sembilan malam, dan mereka kini tengah melingkari api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka.


"Wah seneng deh gue, kita bisa camping di alam yang indah sama kalian" kata adit sambil menggenggam cangkir berisi coklat panas.


"semoga nanti kita bisa camping kaya gini lagi" ujar dodo yang tengah memakan kripik kentang.


"Kalau boleh tau abis ini kalian mau kuliah di mana?" Tanya jeje.


"Kalau gue kayaknya gak disini, soalnya gue mau pindah ke makasar" ujar abi "sayang, kamu jaga hati ya di sini" lirihnya pada anggun dan mendapat anggukan darinya sambil tersenyum hangat pada abi.


"Jangan pacaran mulu" ujar dilah dan itu tidak di hiraukan oleh abi.


"Kalau gue sama prili mau di Universitas yang sama, tapi jurusan kita mungkin beda" ujar arkan.


"Lo dimana zev?" tanya prili.


"Gue satu Universitas sama vera"


"Se Universitas sama gue juga dong" kata nawa.


"pril setau gue lo anti banget sama si arkan" ujar abi pada prili.


"gue juga bingung kenapa gue mau sama dia"


"pake pelet kali" ujar nawa.


"itu mau lo" kata dodo.


"jangan ngadi ngadi, gue gak pernah pake gituan" kata nawa.


"mungkin gue suka sama arkan karna dia beda dari yang lain, arkan gak pernah nunggak buat bayar kas kelas"


"terus gue lo anggep apa? ban serep" kata dilah "gue juga gak pernah telat atau nunggak buat kas, gue juga sering bayarin kas lo, lo anggep gue apa?"


prili hanya tersenyum menunjukan giginya "lo baik, murah hati dan tidak sombong, tapi sayangnya... gantengan arkan dari pada lo"


dilah membulatkan matanya tak percaya, dilah menyentuh dadanya "sabar dil dia cewek" lirih dilah pada dirinya sendiri.


"sabar dil, gue sebagai teman lo, teman yang lebih ganteng dari lo selalu ada di samping lo" kata arkan.


"anggun kenapa lo mau sama abi?" tanya nura mengganti topik.


"karna ada yang nembak ya gue terima" jawab anggun.


"tanpa cinta?" tanya adit.


"gue emang suka sama dia dari lama"


"cie perasaanya di bales gak kayak orang yang di sebelah gue ini" sindir dodo sambil melirik ke arah nawa.


"siapa?" tanya nawa "lo lagi nyindir gue?"


"kalo lo ngerasa ya betul" saut dodo.


nawa melirik ke arah jeje " sok tau, dia itu terima cinta gue, cuma gak mau ngaku aja"


abi tiba tiba berdiri dari duduknya "ada yang mau ikut gue?" tawarnya.


"kemana?" tanya dodo.

__ADS_1


abi merogoh saku jaketnya lalu menunjukan sebatang rokok pada dodo.


"ikut" saut dilah saat melihat benda yang abi keluarkan.


dilah pun berdiri di ikuti oleh arkan, adit dan dodo.


zeval yang duduk tenang di sebelah vera melihat teman temanya mengikuti abi pun ikut beranjak dari duduknya.


"mau kemana?" tanya vera saat melihat zeval berdiri.


"mau ikut yang lain"


"lo ngerokok?" tanya jeje.


"kalian gak tau, zeval bisa habis lima batang dalam sehari" kata arkan.


vera menatap zeval "beneran?"


"kamu percaya dia, ya gak lah, aku gak ngerokok, cuma mau ikut"


"kalo kamu ngerokok jangan tidur sama aku" rajuk vera.


zeval yang berdiri kini berjongkok menghadap ke arah vera "kamu pernah cium bau rokok dari mulut aku?"


vera menjawab dengan menggeleng "aku gak ngerokok, kamu kan bisa tau sendiri aku ngerokok enggak"


"iya aku percaya"


...****************...


angin makin lama makin menusuk kulit mereka, meski mereka sudah mengenakan jaket tebal namun dingin masih terasa.


"kita nyanyi satu lagu lagi, jangan dulu pergi" cegah nawa.


"lo aja sama yang lain"


nawa pun membiarkan vera istirahat terlebih dahulu, sedangkan dirinya kembali bernyanyi bersama eva, nura, nasa dan prili sambil di iringi petikan gitar oleh anggun.


"truth or dare" kata adit pada jeje.


"truth" jawab jeje.


adit, arkan, chindi dan zeval lebih memilih bermain ToD dari pada bernyanyi atau pun bermain kartu bersama dodo, arkan, dilah dan abi.


setelah beberapa jam berlalu semuanya masih asik bermain, namun kelopak mata nawa rasanya ingin terpejam, ia melihat jam di tanganya, sudah jam satu nawa pun beranjak dari duduknya.


"na" panggil adit.


nawa yang merasa di panggil pun menoleh ke arah adit.


"buatin gue coklat panas dong"


"minum punya gue aja tinggal setengah tuh, gue mau tidur"


"beneran?" tanya adit dan mendapat anggukan dari nawa.


"gue tidur duluan yaa semuanya"


nawa berjalan ke arah tendanya, saat memasuki tenda ia sudah melihat vera yang sudah nyaman dengan selimutnya.

__ADS_1


"ver lo udah tidur?" tanya nawa sambil ikut bergabung tidur di sebelah vera.


tak ada jawaban hanya terdengar dengkuran halus dari vera.


"ooh udah tidur ya, kalo gitu selamat tidur vera" lirih nawa.


...****************...


dug dug


zeval memukul dada abi karena laki laki itu memeluknya dengan sangat erat, bahkan zeval susah mengambil oksigen karena kepalanya di peluk dengan erat oleh abi.


"minggir" dengan kekuatan yang ia punya akhirnya bisa terlepas dari pelukan abi.


zeval meraup oksigen sebanyak banyaknya, zeval terlentang menatap langit tenda sambil mengibas ngibaskan wajahnya karena gerah.


"gue gak sanggup tidur sama kebo kaya abi" lirih zeval.


zeval keluar dari dalam tenda untuk mencari udara segar, ia berjalan menuju ke arah api unggun yang terdapat kakaknya dan adit yang tengah berjaga di luar tenda.


"bangun" kata jeje saat zeval duduk di sebelahnya.


"gak sanggup gue tidur sama abi"


"ngeronda aja bareng sama kita" kata adit yang tengah merokok.


"enggak makasih, gue mau balik ke tenda aja"


zeval berdiri meninggalkan dua lelaki tampan itu, ia berjalan menuju tenda, namun bukan tendanya bersama abi melainkan menuju tenda di mana vera berada.


nawa yang tengah berjelajah di alam mimpi merasa terganggu, nawa membalikan tubuhnya menghadap ke arah vera yang tidur di sebelahnya.


"lo siapa?" tanya nawa dengan mata terpejam saat melihat bayangan zeval.


"gue zeval"


"zeval? anak mana?"


"kak gue tidur di sini ya?" tanya zeval sambil merebahkan dirinya di sebelah vera.


nawa pun kini terduduk "tempatnya sempit lo balik ke tenda lo sana" usir nawa.


"zeval" panggil nawa namun tak ada sautan dari zeval.


"zeval!" teriak nawa.


"sstt jangan kenceng kenceng nanti yang lain denger"


"makanya pergi sana"


"gak" tolak zeval.


"zeval" lirih vera, ia terbangun karena mendengar suara nawa.


"tidur lagi" suruh zeval saat vera terbangun, ia membawa vera kepelukanya.


"kak mau ke mana?" tanya zeval saat melihat nawa hendak keluar dari tenda.


"bukan urusan lo"

__ADS_1


πŸ˜ŽπŸ˜πŸ˜ŠπŸ˜πŸ˜ŠπŸ˜˜β˜ΊπŸ€”πŸ™„πŸ˜πŸ˜£πŸ˜ΆπŸ˜†


__ADS_2