Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
demam


__ADS_3

cahaya matahari kini menembus jendela kamar vera, vera mengerjapkan matanya kemudian iya turun dari tempat tidur hendak membuka korden.


kini vera melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"dudududu~" vera keluar kamar mandi dengan keadaan yang sudah segar, ia mengeringkan rambutnya di depan meja rias.


"haus banget gue" ujar vera kemudian ia melangkah keluar kamar untuk mengambil minum.


saat di ruang tv vera melototkan matanya, banyak sekali sampah cemilan dan minuman, di tambah lagi keadaan tv yang masih menyala tak bertuan, vera ingin melangkah ke ruang tv tapi iya urungkan, karna iya ingin mengatasi rasa hausnya dulu.


"awas aja tuh anak kalo begadang gue sunat nanti" ujar vera sambil meneguk air putih.


kini vera melangkah keruang tv sambil membawa minumnya, ingin membangunkan zeval.


"zeval zeval" di lihatnya zeval yang masih terlelap di sofa dengan selimut yang menutupnya rapat rapat.


"zeval bangun" ujarnya sambil mengguncangkan lengan zeval.


"zeval"


"zeval!!"


"sekali lagi gue bangunin gak bangun gue guyur lo pake air minum, zeval!" karna tak ada respon sedikitpun dari zeval iya pun membuka selimut yang menutupi kepala zeval.


"hemm ni anak masih nyenyak aja lo gue bangunin, gue guyur beneran nih" gumamnya.


"zeval gue beneran guyur yah, zeval" ia menggoyangkan lengan zeval dengan cukup kuat.


"ehh tapii, zeval kenapa badan lo anget" vera menyentuh dahi zeval, ternyata ia demam.


"demam nih bocah" gumamnya, iya ingin melangkah menuju dapur untuk mengambilkan kompres tapi belum sempat ia melangkah tanganya sudah di pegang oleh zeval.


"sini aja" gumam zeval dengan mata yang belum terbuka sempurna.


"lo demam, gue ambilin kompres dulu" ujar vera, namun zeval hanya menatap vera dengan tangan yang masih memegangi vera, cukup lama zeval memandangi vera kemudian ia menarik tangan vera.


"aaahh, lo ngapain nanti minumanya tumbah" ujar vera kaget, dengan cepat vera meletakan minumanya di meja, beberapa detik kemudian vera merasa dirinya telah jatuh menindih zeval.


"temenin" gumam zeval.


dengan cepat vera berdiri "gue ambil kompres aja buat lo" vera sedikit gugup karna perlakuan zeval tadi"


"duduk sini" ujar zeval menepuk sofa di sebelahnya "temenin bentar" lanjutnya.


vera hanya mendenggus kemudian ia duduk di sebelah zeval dengan muka yang sebenarnya menghawatirkan kondisi zeval.


"sini" ujar zeval kembali menarik vera, kini mereka saling memandang.


'gue satu bantal sama zeval kok deg degan gini' ujarnya dalam hati sambil menatap zeval.


zeval melingkarkan tanganya memeluk vera dengan sangat erat kemudian membenamkan wajahnya di dada vera, vera tidak menolak ia malah balas memeluk zeval.

__ADS_1


"zeval lo panas banget badanya, ke rumah sakit aja yuk" ujar vera, dan hanya dapat gelengan dari zeval "gue komptes aja yah" tawarnya lagi dan zeval tetap menggeleng.


vera menutupi tubuh zeval dan tubuhnya dengan selimut kemudian ia mengusap pelan punggung zeval.


'nih anak sakit kok gue sedih yah, kenapa gue deg degan gini sih siall' ujarnya dalam hati.


niatnya hanya ingin menemani zeval tidur tapi vera ikut tertidur, hingga mereka tak mendengar suara ketokan apartemen sedari tadi.


"yaampun mereka kemana sih, di telfon gak ada yang ngangkat di chat apa lagi" ujar mamah zeval, karna sudah cukup lama tidak ada yang membukakan pintu iya pun masuk langsung ke dalam apartemen, ia tau sandinya karna ia yang menghadiahi apartemen ini ke anak dan menantunya.


"zeval, vera kalian di apart enggak, mamah bawa belanjaan sayuran ini buat kalian!" teriak mamah zeval.


iya kini melangkah menuju ruang tamu dilihatnya tidak ada satu orang pun, kemudian ia hendak menuju dapur untuk menyimpan belanjaanya, tetapi saat melewati ruang tv ia tersenyum, melihat pemandangan yang menurutnya sangat indah.


"wahh mereka imut sekali" gumamnya menatap vera dan zeval tertidur saling berpelukan.


"wah mereka habis begadang ternyata" ujarnya sambil menggelengkan kepala melihat ruang tv yang berantakan.


karna ia tak ingin mengganggu iya langsung saja melenggang menuju dapur.


***


vera terbangun dari tidurnya, ia mengerjapkan matanya di lihatnya jam dinding menujukan jam 10. 12.


"gue ketiduran" ujarnya kemudian iya menoleh ke sebelahnya, terlihat damai wajah zeval ketika tidur, imut dan tampan ujar vera dalam hati, detik berikutnya iya menggeleng karna perkataannya sendiri.


setelah ia menyadari tangannya masih memeluk zeval, vera langsung menurunkan tanganya dari pinggang zeval, tapi entah mengapa ia malah memegang dahi milik zeval.


"masih panas" gumamnya, vera mengusap usap rambut seval sambil menatapnya.


vera yang kaget langsung menurunkan tanganya, iya jadi malu sendiri.


"kenapa berhenti" ujar zeval kini iya berujar dengan mata yang terbuka lebar.


"tau ah. gue kompres aja oke" ujar vera dan jawab dengan gelengan.


'ihh imut banget ni anak kalo kaya gitu mukanya' ujar vera dalam hati.


"lo itu demam nurut napa" ujar vera


"maunya gini aja" ujar zeval, ia mengeratkan pelukanya dan kembali membenamkan mukanya di dada vera.


"zeval" ujar vera.


"kak gini aja, nyaman" ujar zeval.


vera melototkan matanya karna ucapan zeval, tapi tak bisa di pungkiri vera pun merasakan kenyamanan yang sama saat ia memekuk zeval.


"kok bau masakan" ujar vera, zeval yang mendengar pun langsung mendongang.


"iya, gak mungkin kakak yang masak" ujar zeval dan vera hanya memutar bola matanya.

__ADS_1


"gue ke dapur bentar" dan di angguki zeval.


"lo tiduran di kamar aja" ujar vera.


"emmm yaudah" zeval mengiyakanya dan langsung terbangun dari tidurnya.


"aaahh" ringis zeval sambil memegang pundaknya karena terasa nyeri.


"lo kenapa?" tanya vera.


"dari kemaren pundak gue nyeri" jawabnya masih memegangi pundaknya.


"kamu terlalu sering tidur di sofa sayang" bukan vera yang menjawab melainkan mamah zeval yang keluar dari dapur sambil membawa nampan berisi makanan.


"mamah" jawab vera dan zeval.


"mamah kapan kesini?" tanya zeval.


"dari tadi pagi, mamah ketok pintu gak ada yang buka jadi mamah masuk aja, eh kalian lagi tidur" jawabnya dengan senyuman.


"hehe maaf yah mah" ujar vera yang kini tengah membereskan sampah yang berserakan.


"mah kangennn" ujar zeval manja sambil menghampiri mamahnya dan langsung memeluknya.


"sayang kamu ini, malu sama vera dong" ujar mamahnya tapi zeval tak mengindahkan perkataan itu.


"eh kok badan kamu panas sayang" kini mamahnya memegang pundak anaknya sambil menyentuh dahi anaknya.


"dia demam mah" jawab vera sehabis membuang sampah di tong sampah.


"yaampun, mamah kan udah ingetin jangan sering sering tidur si sofa, kamu tuh kalo tidur si sofa jadi gini" omel mamahnya.


'gue kok jadi ngrasa bersalah gini, kan gue yang nyuruh dia tidur si sofa' ujar vera dalam hati.


"pasti bukan cuma pundak, semua badan sakit kan" omel mamahnya dan zeval cuma menggangguk sambil menunduk.


"kamu tuh kalo minta ranjang yang kecil ngomong dong sayang" lanjut mamah zeval sambil tersenyum jail.


zeval yang mendengar penuturan mamahnya langsung menatam mamahnya dan vera melototkan matanya dan kini pipinya sudah merah karna malu.


"mamah apaan sih" ujar zeval.


"kamu pasti udah seringkan tidur di sofa ngajak vera, ya ampun menatu mamah kasihan" kini mamah zeval menghampiri vera mencium kening dan memeluk vera.


"kamu kalo di ajak zeval tidur di sofa jangan mau lagi" vera hanya tersenyum.


"mahh zeval pusing" ujar zeval manja.


"hilih lebih manja dari gue ternyata" gumam vera.


"yaudah kamu tiduran di kamar" dan zeval menganggukinya " mamah tadi bikinin kalian bubur ayam tuh di makan, keburu dingin nanti"

__ADS_1


"makasih mah jadi ngrepotin"ujar vera.


"ya gak papa dong sayang. mamah pulang dulu dan vera pijetin zeval pasti badanya pada sakit semua, sama sekalian di kerokin" ujar mamahnya kemudian memeluk menantunya mengecup singkat kemudian melakukan hal yang sama pada zeval, setelah itu mamahnya berpamitan untuk pulang.


__ADS_2