
mereka berempat kini tengah duduk di dalam restoran, mereka memilih restoran yang di sarankan oleh nawa.
"jeje mau puding dessert gak aaaa"
"gak" jeje menolek nawa yang hendak menyuapinya.
"yaudah nawa makan sendiri aja" jawab nawa di akhiri senyum manisnya.
sedangkan vera dan zeval hanya asik memakan makanan mereka dengan tenang.
"kalian berdua nikah udah berapa bulan?" tanya nawa sambil asik memakan puding.
"lama" jawab vera sambil mengunyah makanannya.
"berapa bulan" ujarnya lagi.
"yaa lama"
nawa hanya menghela nafas dengan jawaban vera.
"emm ver lo gak ada niatan punya baby gitu" ujar nawa di akhiri senyumnya.
"gak" tolak vera cepat dengan gelengan.
"lah kenapa?" tanya jeje yang sedari tadi hanya mendengarkan.
"yaa gak pengin aja" jawabnya.
"ver mamah sama papah udah nunggu kalian punya baby tau" ujar jeje.
"ah boong lo" ujar vera.
"gue pernah denger sendiri mamah sama papah lagi bicarain tentang lo kapan hamil"
"dia mana mau ngandung anak gue" seketika semua mata menatap zeval, yang di tatap malah asik memainkan ponselnya.
"kenapa?" tanya nawa dan jeje.
"oh gue tau apa mungkin karna perjodohan kalian nolak punya anak?" tanya jeje.
"sekarang yang jadi masalah bukan perjodohanya percuma aja di sesali tapi udah terjadi" jawab vera.
"terus kenapa nolak punya baby?"
"kita belum saling punya rasa satu sama lain aja"
"tentang rasa cinta itu datangnya di waktu yang kita aja gak tau, contohnya gue sama jeje " seketika jeje menatap nawa "perasaan cinta gue sama jeje itu datang di waktu yang gak terduga sama sekali, yaitu di kantin waktu bahas vera yang udah nikah sama zeval, nah di situ cinta datang, waktunya gak di duga banget kan"
"itumah lo gue gak" ujar jeje.
__ADS_1
"eh tapi kita jadiankan" jeje memilih diam tidak menjawab ucapan nawa.
"jadi, siapa tau perasaan cinta kalian datang saat kalian udah punya anak, atau pas malem pertama. eh ngomongin malam pertama-"
"malam pertama kalian gimana?!" ucapan nawa terpotong oleh ucapan jeje yang sepertinya terlihat sangaat kepo dengan malam pertama vera dan zeval.
"ma-malam pertama ki-"
"hai" ucapan vera terpotong karena tiba tiba kedatangan tamu tak diundang.
"lah lo di sini!!, bukanya lo pingsan, cepet bener siumanya, seharusnya lo di rumah sakit terkapar lemah tak berdaya napa lo di sini? udah inget belom lu kalau belum sini gue jedotin aja kepalanya-"
"rio ada apa?" tanya vera untuk menghentikan nawa.
"gue perlu bicara sama lo" ujar rio sambil menarik tangan vera untuk mengikutinya.
"di sini aja" jawab vera.
"plis cuma sebentar"
"gak boleh" ujar zeval sambil menepis tangan rio yang memegang tangan vera.
"lo siapa gak usah ikut campur" ujar rio.
"ver lo pergi aja" ujar jeje membolehkan.
...****************...
"aku udah inget semua.maaf kalo selama ini aku gak ada kabar, dulu aku keluar kota gak kabarin kamu dulu bukanya aku mau ninggalin kamu, karna aku perginya cuma tiga hari aku kira gak kabarin kamu gak papa tapi pas pulang aku malah kecelakaan"
"rio, kamu gak salah ngapain minta maaf"
"ver, aku pengin kita kaya dulu lagi, bisakan?" ujar rio di akhiri senyuman.
"maaf tentang hubungan kita lebih baik sampai sini aja. tapi kita masih temenan"
"kenapa" rio tampak tak suka dengan jawaban vera.
"kita udah punya kehidupan masing masing, kamu udah punya istri"
"aku gak cinta sama dia, aku bisa cerai sama dia" ujarnya sambil memegang kedua lengan vera.
"kamu gak boleh kaya gitu, kamu harus bahagiain dia, kamu harus berusaha suka sama dia lebih dari sukanya kamu ke aku"
"tapi-"
"lo udah punya istri urusin istri lo jangan ganggu istri orang lain" ujar zeval yang tiba tiba menghampirinya, sebenarnya zeval, jeje dan nawa tengah menguping pembicaraan mereka.
"ver gue mohon-"
__ADS_1
"bang lo udah punya istri!" bentak zeval sambil menarik tangan vera untuk menjauh dari rio.
"lo siapa gak usah ikut campur!"
"gue suami dia kenapa!"
"gue gak percaya" rio hendak meraih tangan vera tetapi zeval lebih dulu menyembunyikan vera di belakang punggungnya.
"gak usah lo sentuh istri gue" ucap zeval sambil menekan seriap katanya.
"lo anak kecil masih bocah gak usah halu!"
"dan lo cuma bekas gak usah halu daperin istri gue!"
"stop!" ujar jeje "ini di tempat umum gak usah ribut"
"je maksud nih anak paan, gak mungkin kan vera nikah sama anak ini" ujar rio.
"dia bener vera udah nikah sama dia" jawab jeje.
"gak mungkin!"
"mungkin lah, lo aja udah nikah sama ajakan" ujar nawa sambil memainkan kuku lentiknya.
"ver" ujar rio sambil menatap vera yang masih setia di balik punggung zeval.
"bang gak usah liatin istri orang kaya gitu, gak bakal dia mau sama lo lagi" ujar zeval.
"udah udah rio lo mending balik" ujar jeje.
dan tanpa sepatah katapun rio langsung pergi meninggalkan tempat tersebut dan mereka berempat kembali masuk kedalam restoran.
"zeval cara lo lindungin vera dari rio tadi bikin gue baper tau gak" ujar nawa sambil tersenyum.
"nawa diem deh lo" ujar vera.
"mau balik gak nih" ujar jeje dan di jawab anggukan mereka bertiga.
"gue duluan aja yah soalnya ada urusan" ujar jeje.
"urusan paan?" tanya nawa.
"pacar gue ngambek gue pergi dulu ya" jawab jeje sambil berlalu pergi.
"jeje pacar lo kan gue!!" teriak nawa.
zeval hanya menggelengkan kepalanya karna tingkah jeje dan nawa.
sehat sehat semua
__ADS_1