
"Ke jadian itu bener bener buat gue bingung, seakan gue kehilangan semuanya dan semuanya jadi napak baru dan asing bagi gue"
"Gue gak tau kenapa tiba tiba mikirin kalian, terus pas gue ke kantin...gue liat nawa gue samperin ternyata beneran nawa"
"Gue kangen banget sama masa masa yang dulu, kalian mau terima gue lagi"
Semuanya terdiam menyimak dan mencerna apa yang baru saja di ceritakan.
"Gue rindu, rindu kita yang berlima" ujar adit.
"Kalian mau kan kita lengkap lagi kaya dulu" ujar dodo dan itu di angguki yang lain.
"Selamat datang kembali rio" kata jeje di akhiri senyumnya.
Mereka kini berpelukan menghiraukan tatapan orang orang yang berada di kantin.
"Tapi lo gak bisa kaya dulu, lo gak bisa deketin vera lagi karna dia udah ada suami" kata nawa.
"Tenang aja gue juga udah punya istri"
"Ciee yang dulu bucin bucinan tapi sekarang udah ada pawangnya masing masing" ujar dodo.
"Ciee yang dari jaman kita bucin bucinan masih aja jomblo" balas vera.
"Kalian masih pada jomblo, awet ya" kata rio.
"Gue udah jadian kali" ujar nawa.
"Sama siapa?" Kepo rio.
"Sama jeje"
"Lo jadian sama jeje, kalian pacaran?" tanya rio gak percaya.
"Jangan percaya sama dia" kata jeje.
"Ya ampun!" vera tiba tiba beranjak dari duduknya karena baru ingar sesuatu.
"Kenapa ver?" Tanya nawa.
"Kita ada kelas bego" ujar vera ke aran nawa.
"Yaampun gue lupa, gara gara kalian sih" dua perempun itu berjalan tergesa gesa meninggalkan kantin dan tak luput dari tatapan teman temanya.
...****************...
Zeval masih fokus pada laptopnya, jarum jam sudah menujukan jam lima sore namun ia masih betah berada di kantor.
Zeval melirik jam di dinding, lalu ia menyenderkan tubuhnya.
"Vera lama banget katanya udah di jalan" lirih zeval, kemudian ia fokus lagi pada laptopnya.
Tok tok tok
"Masuk" suruh zeval.
"Maaf pak, di bawah ada istri bapak" ujar vega
Sekretaris nya.
"Suruh masuk, lain kali kalo istri saya kesini langsung suruh keruangan saya saja" kata zeval.
__ADS_1
"Siap pak"
Beberapa menit kemudian pintu itu kembali di ketuk
Tok tok tok
"Masuk"
"Zeval, aku ganggu gak?" Vera kini memasuki ruangan zeval.
"Enggak, kamu gak pernah ganggu aku"
"Udah selesai belum kerjanya"
"Dikit lagi, kamu duduk dulu sini" zeval menepuk pahanya.
"Aku duduk di sofa aja" tolak vera.
"aku kangen tauu, kamu duduk sini"
Vera pun berjalan lalu duduk di pangkuan zeval.
"Kamu kerjanya gimana?"
"Ya gak gimana gimana, lancar kok" zeval kembali fokus pada pekerjaanya sedangkan vera kini tengah menikmati pemandangan yang menurutnya sangat indah, yaitu menatap wajah suaminya dengan penuh cinta.
"Zeval" panggil vera.
"Hmm" jawab zeval dengan gumamnya, dan fokusnya masih pada laptop.
"Kalo kaya gini aku jadi ngantuk" vera menyenderkan kepalanya di dada zeval.
"Jangan tidur aku bentar lagi selesai"
...****************...
"Woy bocah ngapain lo di sini"
"Main"
"Pulang sana, di cariin sama bapak lo"
"Iiih kakak apaan sih"
Zeval hanya tertawa melihat kelakuan vera pada fida, entah datang dari mana fida tiba tiba tengah berdiri di depan pintu sambil menggendong ransel pink nya.
"Kakak kok baru pulang aku udah nungguin dari tadi tau" ujar fida pada vera yang tengah menekan password.
"Sapa suruh lo nunggu"
"Kakak kok gitu" fida berjalan masuk kedalam apart mengikuti vera dan zeval.
"Udah izin belum sama emak bapak lo" kata vera sambil duduk di sofa.
"Udah"
"Takutnya orang tua lo nanti dateng ke sini bawa sapu dikira gue culik anak jelek kaya lo"
"Kakak kok gitu, aku ngambek nih" fida memanyunkan bibirnya.
"Aw deeek sakit" pekik vera karna fida tiba tiba duduk di pangkuanya.
__ADS_1
"Rasain aku ngambek pokoknya"
"Turun kamu tuh berat" fida tak menghiraukan perkataan vera.
"Sayang aku ke atas mau mandi dulu ya" ujar zeval.
"Iya nanti aku siapin baju ganti"
"Iya"
"Kak, didi mana?" Tanya fida yang kini sudah duduk di sebelah vera.
"Coba cari" fida beranjak untuk mencari kucingnya.
"Kak nanti fida di sini sampai jam delapan malem, tadi aku di anterin sama mama papa mereka ada urusan katanya"
"Oke" jawab vera "dek kakak mau ke kamar dulu ya"
"Iya"
Vera berjalan menuju kamarnya untuk menyiapkan baju ganti untuk zeval.
Saat pertama memasuki kamar yang ia dengar suara gemricik air dari kamar mandi.
Vera menoleh ke arah kamar mandi "sayang kamu mandi pintunya gak di kunci ya?" Tanya vera pasalnya pintu kamar mandi sedikit terbuka.
"Sayang" panggil vera lagi.
"Kenapa?" Tanya zeval sambil mematikan keran air.
"Kamu mandi pintu gak di kunci?"
"Enggak"
"Kenapa gak di kunci"
"Sengaja biar di intip sama kamu"
Vera memutarkan bola matanya malas, lalu melangkah untuk mengambil baju ganti untuk zeval.
Saat vera membuka lemari pakaian tiba tiba ia merasakan sebuah tangan melingkari perutnya siapa lagi kalau bukan zeval pelakunya.
"Sayang" panggil zeval.
"Kenapa?"
"Mau gak lanjutin yang tadi malem" vera membalik tubuhnya menghadap ke arah zeval yang hanya mengenakan handuk yang melingkari pinggangnya.
"Lanjut apa?"
"Iihh yang tadi malem, yang ketunda karena ada reyna"
Vera paham sekarang apa yang tengah zeval bahas "di bawah ada adik aku gak bisa sekarang"
"Yah padahal aku udah siap" ujar zeval sambil memanyunkan bibirnya.
"Cepetan ganti baju, aku mau mandi dulu"
"aku ikut ya?"
"gak boleh, cepetan ganti baju jangan lupa keringin rambut dulu"
__ADS_1
Vera mencium bibir zeval sekilas sebelum beranjak menuju kamar mandi.
😁😂😃🙂🙄😐😥😑☺🤗☺😊