
Fida, vera dan zeval kini tengah menikmati makan malam mereka dengan tenang tanpa ada yang berbicara, namun keheningan dan ketenangan terganggu karena suara bel.
Ding dong~~
"Ada tamu tuh kak" ujar fida yang tengah mengunyah makananya.
"Kakak buka dulu" vera beranjak untuk membuka pintu.
"Hai kak"
Vera menghembuskan nafasnya setelah mengetahui siapa yang bertamu " reyna lo ngapain ke sini?"
"Mau ketemu kak zeval" reyna menunjukan cengiranya.
"Ada urusan apa yaΒ sama suami saya" kata vera sambil menekan kata 'suami'.
"Reyna mau minta bantuan kak zeval boleh kan"
"emang besok gak bisa?"
"tadi siang aku kesini tapi kak zeval sibuk, kalau reyna kesininya besok pasti kak zeval kuliah, jadi-
"Yaudah masuk" vera memotong perkataan reyna.
terpaksa vera mengizinkan reyna sebenarnya ia sangat tidak suka reyna bertamu malam ini.
"Loh kak reyna" kata fida saat melihat vera berjalan dan di ikuti reyna di belakangnya.
"Eh ada fida" kata reyna lalu ia duduk di sebelah fida.
"Kakak udah sembuh?"
Reyna mengangguk sebagai jawaban "makasih ya, kan berkat fida juga yang tolongin kakak waktu itu"
"Sama sama, kak fida yuk makan bareng" ajak fida.
"Enggak kalian aja yang makan kakak udah kenyang"
"beneran?"
"iya fidaaa"
"Lo kesini ada perlu apa?" Tanya zeval.
"eemm reyna mau minta di ajarin kak zeval lagi boleh gak?"
zeval menatap ke arah vera "kenapa gak cari guru les aja?" tanya vera.
"eemm jadi tuh gini, tugas aku yang kemarin di ajarin kak zeval dapet nilai sempurna, mama aku seneng banget karna nilai aku bagus, jadi...mama nyuruh aku buat bilang ke kak zeval, mau gak jadi guru les reyna?"
zeval kembali menatap vera yang terlihat kesal "em sebelumnya gue mau minta maaf" kata zeval pada reyna.
"kalo gue jadi guru les lo kayaknya gak bisa, gue terlalu sibuk, cari yang lain aja"
reyna sedikit kecewa atas penolakan yang ia dapatkan "yaudah gak papa, tapi kalo reyna sesekali minta di ajarin kak zeval boleh?"
__ADS_1
"boleh boleh aja, asal jangan keseringan kasian zevalnya cape" ujar vera sambil mengambil piring kotor yang berada di atas meja.
...****************...
"kakak sering kesini?" tanya fida yang tengah memperhatikan reyna yang tengah di ajari oleh zeval di ruang tamu.
reyna menoleh ke arah reyna "jarang"
"nanti kak reyna pulang jam berapa?"
"kalo udah selesai" jawab reyna yang tengah fokus kepada bukunya lagi.
"pulangnya sama fida aja sekalian" tawar fida.
"eemm gak tau deh nanti"
"dari pada pulang sendirian"
"lo nanti ikut fida aja" kata zeval yang sedari tadi hanya mendengarkan.
dddrt drrt
zeval meraih ponselnya "gue tinggal dulu" zeval pun melangkah pergi untuk mengangkat telfon.
suasana hening setelah itu, reyna yang tengah membaca buku dan fida yang asik melihat lihat buku catatan milik reyna.
ding~ dong~
reyna dan fida saling memandang saat mendengar bunyi bel.
"biar aku yang bukain" kata fida lalu ia berdiri dari duduknya.
"fida mana?" tanya zeval yang kini sudah kembali dari mengangkat telfonya.
"tadi keluar, kayaknya ada tamu"
dan terlihatlah fida tengah berjalan bersama kedua orang tuanya.
"eh mama, papa" kata zeval ia langsung menghampiri kedua mertuanya.
"yaampun menantu mamah, apakabar kamu?" ujar ibu mertuanya sambil memeluk menantu kesayanganya itu.
"baik mah" zeval kini beralih menatap ayah mertuanya " papa abakabar?"
"baik dong"
"yuk duluduk dulu" ajak zeval.
"eh ini siapa?" tanya ibu vera saat melihat reyna.
"hai tante" reyna beranjak dari duduknya "aku adik kelasnya kak zeval, aku lagi mjnta di ajarin"
"ohh kamu kesini sama siapa?"
"sendiri tan, kan apart kita deketan"
__ADS_1
"nanti kak reyna pulangnya sama kita aja ya mah" kata fida.
"iya, gak papa kan pah?"
"gak papa"
"tapi reyna gak mau ngerepotin om"
"jangan sungkan gitu lah"
"zeval veranya mana?" tanya ayah mertuanya.
"di kamar pah, dari tadi gak keluar kayaknya tidur deh"
"reyna belajarny masih lama?" tanya ayah vera.
"udah selesai om"
"kita pulang sekarang"
reyna pun membereskan buku bukunya
...****************...
seperginya kedua mertua, fida dan reyna zeval pun membereskan ruang tamu, mengambil gelas kotor lalu ia letakan di tempat pencucian, menyimpan cemilan di dalam kulkas lalu ia mematikan lampu, setelah itu ia memilih menuju kamarnya.
di bukanya pintu kamar, ia mengedarkan pandanganya untuk mencari vera, tatapanya kini terfokus pada vera ia terkekeh melihat gaya tidur istrinya.
zeval menutup pintunya perlahan dan tak lupa ia menguncinya.
zeval berjalan menuju sofa panjang di mana vera kini berada.
"sayang leher kamu sakit kalo tidurnya kaya gini" lirih zeval sambil berjongkok memandang vera.
vera tertidur hanya dengan mengenakan tank top hitam dan celana tidurnya, dengan tubuh terlentang di atas sofa sedangkan kepalanya hampir menyentuh lantai.
zeval pun mengangkat tubuh vera memindahkanya di atas tempat tidur, meletakanya perlahan agar tak menganggu tidurnya dan menyelimuti sebatas dada.
"selamat malam sayang" lirih zeval, tak lupa ia mendaratkan satu kecupan di kening istrinya.
zeval ikut merebahkan dirinya di sebelah vera, ia juga ingin menuju alam mimpinya bersama sang istri tercinta.
ku menganggap ini takdir
takdir tuhan tuk mempersatukan kita
aku akan berusaha mempertahankan takdir ini
apakau kau juga mau mempertahankanya?
maka aku akan berusaha membahagiakan mu
apapun itu akan ku lakukan untuk mu
kecuali satu...
__ADS_1
perpisahan...
πβΊπππππ£ππππΆππΆπ₯π₯