
zeval berjalan di lorong rumah sakit masih dengan seragamnya, setelah ia mengambil mobilnya di sekolah ia langsung bergegas menuju rumah sakit.
"ini gimana, siapa yang harus di salahkan"
seorang wanita paruh baya tengah duduk sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya.
zeval berjalan mendekati wanita tersebut.
"permisi" ujar zeval dan wanita paruh baya itu mendongak.
"ya?"
"ibu, keluarganya?" tanya zeval sambil melirik ruang ICU.
"ya, kamu kenal anak saya?" ujar wanita tersebut sambil berdiri dari duduknya" kenapa dia bisa masuk ICU, apa dia tawuran?" lanjut wanita paruh baya itu dengan nada khawatir.
zeval menundukun kepalanya, ia harus menjelaskan semuanya sekarang.
"iya anak ibu tawuran"
"sudah di duga pasti itu" ujar wanita paruh baya itu sambil duduk kembali.
"biar saya yang tanggung biayanya" ujar zeval, wanita paruh baya itu menatap zeval bingung.
"saya gak kenal anak ibu, tapi waktu itu..." zeval molai menceritakan semua kejadian itu.
"maaf" ujar zeval menunduk " tapi bukan saya yang menyebabkan anak ibu masuk rumah sakit" ujar zeval setelah menceritakan kejadian tersebut.
"ibu percaya bukan kamu yang menyebabkan zidan masuk rumah sakit" jawabnya tersenyum sambil menggenggam tangan zeval.
ibu itu menyandarkan tubuhnya pada kursi "ini bukan yang pertama kalianya dia di bawa kerumah sakit karena tawuran, ibu sudah tau, dan ibu tau kamu anak baik baik" zeval hanya tersenyum mendengar itu.
"maafkan zidan ya nak, karna dia kamu jadi terlibat masalah kaya gini"
"gak usah minta maaf, saya yang harusnya minta maaf"
"kenapa di dalam lama sekali" ibu itu memejamkan matanya "ibu takut terjadi sesuatu sama zidan, cuma dia satu satunya yang ibu punya" ujar ibu zidan terisak.
"zidan pasti baik baik saja" ujar zeval menyemangati.
"oh ibu sampai lupa, nama kamu siapa?" tanya ibu itu.
__ADS_1
"saya zeval" ibu itu hanya mengangguk sebagai jawaban.
"kamu gak usah tanggung jawab pembiayaan zidan, biar ibu yang mengurus"
"tapi-"
"sudah, kamu gak bersalah kenapa kamu yang harus menanggung semuanya"
ruang ICU terbuka dari dalam, dokter keluar dengan beberapa suster.
"gimana anak saya" tanya ibu zidan sambil berjalan ke arah dokter.
"dia kekurangan banyak darah namun sudah di tangani, pasien sudah melewati masa kritisnya, tapi mungkin butuh beberapa hari untuk siuman".
"dia gak akan kenapa napa kan dok?" tanya ibu zidan.
"ibu tenang saja sekarang dia baik baik saja, kalau ada apa apa dengan pasien langsung minta bantuan".
"saya boleh masuk".
"boleh satu orang saja".
...****************...
"nak beneran gak jenguk zidan dulu"
"enggak buk, biarin zidan istirahat dulu, besok saya kesini lagi"
"yasudah, nak zeval hati hati di jalan".
setelah zeval menyalami ibu zidan ia berlalu meninggalkan rumah sakit.
hari ini sungguh hari yang melelahkan bagi zeval.
sungguh hari yang tak pernah ia duga, guru yang selalu tersenyum bertemu zeval tadi pagi berubah menjadi serigala, ia yang tak pernah bicara banyak pada orang asing, malam ini ia melakukanya dengan ibu zidan, menjelaskan sesuatu pada orang lain itu melalahkan bagi zeval.
"gak pernah gue kaya gini" gumam zeval sambil mengendarai mobilnya.
...****************...
vera kini tengah berbaring di tempat tidurnya.
__ADS_1
"zeval kemana?" ujar vera sambil terlentang menghadap langit kamarnya.
apartemen terlihat sangat sepi, karena orang tua zeval sudah pulang kerumahnya tadi pagi.
"zeval kenapa belum pulang sih"
FLASHBACK
vera menarik zeval keluar ruang BK.
" yang kamu jelasin beneran kan?" tanya vera di depan ruang BK.
"iya, masa bohong, lagian buat apa aku tawuran kak" ujar zeval sambil menyilangkan kedua tanganya.
"zev, kalo kamu gak keluar sekolah pas masih jam pelajaran gak mungkin kaya gini jadinya"
"kak" zeval sedikit meninggikan suaranya "aku keluar bukanya mau bolos, aku udah jelasin kan, aku ambil buku paket, lagian aku udah izin"
"temen sebangku kamu kan juga punya buku paket"
"dia juga gak bawa, udah lah kak aku lagi gak mau debat"
"terus kenapa ada yang bilang kamu ketua geng mereka?" tanya vera.
"aku di jebak kak di jebak, udah lah gue cape sama lo" zeval menatap vera datar.
" percuma gue jelasin kaya apapun sama lo kak, kalo masih gak percaya juga, kalo mau bukti sana bilang sama guru yang ngizinin gue buat pulang tadi pagi"
setelah mengucapkan itu zeval langsung pergi meninggalkan vera yang tengah meneriaki namanya.
FLASHBACK OFF
"udah malem dia kemana sih?" ujar vera yang tengah duduk di atas tempat tidurnya.
"wah gak bisa nih, gak bisa kalo zeval kaya gini gak bisa nih" vera beranjak dari tempat tidurnya, menuju keluar kamar.
vera duduk di ruang tamu untuk menunggu zeval pulang.
"apa dia gak pulang?" ujarnya lirih.
"jangan jangan" vera memelototkan matanya.
__ADS_1
"dia selingkuh" lirihnya "jangan jangan zeval marah sama gue, terus dia cari cewek lain, awas aja tuh si zeval, udah bolos sekolah di tambah selingkuh, awas aja lo" ujarnya sambil beranjak dari duduknya.