Romance After Marriage

Romance After Marriage
1.8 | A : D-DAY !


__ADS_3


Delvin -



"Istikharah..." begitulah solusi yang berkenaan buat mengatasi penentuan keputusannya atas pertanyaanku.


Dia berkata, bahwa aku juga harus melakukannya agar terhindar dari penyesalan yang abadi. Dan, setelah keyakinan itu makin terpupuk kuat, barulah kami bertemu. Temponya tiga hari. Lalu, baru lah kami boleh bertatap muka di tempat kami biasa bertemu. Balkon kamar kami masing-masing!


Aku membanting tubuhku ke belakang, tepat di atas kasur empukku yang bisa membuat tubuhku sedikit memantul karena massa tekanannya yang cukup kuat. Melipat kedua lenganku ke belakang kepala, aku menatap lurus langit-langit kamar. Otakku kembali mencetak wajahnya yang kebingungan dalam bayangan. Jelas, si Kira-kira pasti bingung banget harus kasih jawaban apa padaku! Haha.


Tanpa sadar aku jadi ikut terkikik sendiri membayangkan kefrustasiannya. Dia pasti uring-uringan persis kayak wajah meweknya yang jelek tempo hari. Dan, hal itu dia lakukan selama lebih dari seminggu!


Astagaaa... cewek itu pasti jarang banget ditembak cowok! Wkwk.


Ah, memikirkan hal itu enggak tahu kenapa aku malah makin berpikir kalau dia masih bisa bertingkah imut selayaknya anak SMP yang kukenal bertahun-tahun lalu. Aku tersenyum.


Masih menatap langit-langit di kamar. Dalam keadaan tenang, sunyi dan senyap seolah aku sengaja mengasingkan diri untuk bertapa di tempat terkecil. Lalu, secara tiba-tiba aku mulai penasaran dengan jawabannya yang bakal dia beri nanti malam.


"Nolak... atau terima...? Lima puluh banding lima puluh," Aku menggumam sendirian. Kemudian, keningku mulai berkerut dalam lambat laun. "...yang mana yang lebih dominan satu persen?" Lagi, aku jadi bertanya-tanya sendiri saking aku udah penasarannya!


Aku menghela napas, panjang. Masih menatap lurus ke atas. Di pikiranku pun mendadak muncul kembali siluet bayangan wajahnya yang kebingungan. "Hei, Kira-kira... bahkan setelah gue lakuin apa yang lo suruh, keputusan gue nggak goyah. Sebaliknya, tekad gue malah makin bulat..." gumamku sekali lagi.


Belum selesai sampai di situ aja, maka kulanjutkan kalimatku selanjutnya. "Siap-siap aja!"


Lalu, aku tersenyum penuh arti.


Mari kita lihat apa jawabannya, malam ini...


***


Pukul 19.20 WIB, aku masih duduk di sisi meja makan menyantap makan malamku seorang diri. Di malam minggu begini, Dion, adikku semata wayang pasti nggak akan betah bersantai di rumah aja. Dari sebelum waktu isya tiba tadi, dia udah pakai jaket jeansnya dan mengambil kunci motornya di meja. Pergi dengan pamit sekenanya. Padahal anak itu belum sempat makan malam! Untung aja Mama nggak pernah ambil pusing dengan kelakuannya itu, jadi rumah ini tetap bisa bernapas dengan tenang tanpa gelegak emosi.


Mengiris daging steak ayam di atas piring yang sudah setengah habis, aku melirik Mama yang lagi asyik menonton televisi di ruang keluarga berteman asiten rumah tangga kami, yang udah menjadi teman yang menemaninya lebih dari satu dekade lamanya. Di sana, mereka duduk bersama, sejajar bagai teman sejawat. Nggak jarang mereka tertawa bersama atau pun komentar heboh dengan getar emosi yang sama. Tergantung dari acara apa yang mereka lihat di layar televisi, jika itu acara reality-show atau talk-show komedi mereka berdua pasti tertawa bahkan kadang sampai terpingkal-pingkal saking gelinya, namun bila yang ditonton acara gosip atau berita nasional... yah, nggak perlu dijelaskan pasti udah bisa menebak apa reaksinya kan?! Haha.


Aku menandaskan makan malamku di atas piring porselen ini dengan bersih. Tanpa sisa, meski itu sausnya setitik pun!


Nggak langsung pergi ke atas, aku mampir ke bak cuci piring dulu. Berniat mengurangi beban cucian piring di sana, namun apa daya kalau pada akhirnya yang bisa kubantu hanya dengan mencuci piring dan gelasku sendiri. Pasalnya, nggak ada peralatan makan lain yang teronggok di sana. Semua sudah dicuci bersih. Nggak ada yang tersisa, kecuali milikku. Yasudah...


Lalu, setelah meletakkan piring yang telah kucuci di atas rak kecil di samping, aku berbalik pergi. Namun kemudian terhenti saat tanpa sengaja mata kepalaku melihat tawa Mama yang amat lebar. Aku tersenyum. Melihat Mama yang bersantai tanpa beban kerjaan seperti itu membuat hatiku jadi seringan kapas. Aku emang sesenang itu melihatnya! Hehe.


Mengangkat alis, aku pun berpaling pergi. Melanjutkan langkahku menuju kamarku berada. Dan selama perjalanan itu pula aku sibuk dengan ponselku. Membuka aplikasi WhatsApp di sana.


To : Kira-kira

__ADS_1


D-DAY!


JANGAN LUPA JANJI MALEM INI.


Terkirim Pukul 19.43 WIB


From : Kira-kira


Iyaaaa! Bawel.


Diterima Pukul 19.43 WIB


[...]


Mendapat jawabannya yang agaknya cukup mampu membuat emosi, namun anehnya aku malah tersenyum aja membaca balasannya. Enggak tahu kenapa. Tapi mungkin itu berkat dia yang nggak lagi mengabaikan pesanku, dan sekarang malah bisa membalas secepat kilat!


Nah, gitu dong... Kira-kira!


To : Kira-kira


Jadinya jam berapa?


Terkirim Pukul 19.45 WIB


From : Kira-kira


Diterima Pukul 19.46 WIB


To : Kira-kira


Oke, Wel.


Terkirim Pukul 19.46 WIB


From : Kira-kira


Wel???


Diterima Pukul 19.46 WIB


To : Kira-kira


Ba-WEL!


Terkirim Pukul 19.47 WIB

__ADS_1


From : Kira-kira


🤬🤬🤬


Diterima Pukul 19.47 WIB


To : Kira-kira


Dilarang ngomong kasar!


Terkirim Pukul 10.47 WIB


From : Kira-kira


Bodoooo amaaaattttt


Diterima Pukul 19.48 WIB


To : Kira-kira


🤪🤪🤪


Terkirim Pukul 19.48 WIB


[...]


Dan, dia nggak balas pesanku lagi. Dugaanku sekarang, dia pasti sedang bersungut-sungut selagi makan malam dan membalas pesan WhatsApp-ku itu. Hahaha, membayangkannya aja aku udah merasa lucu!


Dengan langkah gesit, aku setengah berlari melompat melewati anak tangga satu per satu.


Hatiku terasa ringan seringan kapas, menanti pertanyaanku akan terjawab sebentar lagi! Aku bahkan nggak tahu kalau melamar Kyra bisa membuat tingkat adrenalinku meninggi sebegininya!


Awas aja si Kira-kira, kalau sampai jawabannya nanti nggak memuaskan!


Aku kutuk dia biar menyesal seumur hidup!!



___________________


p.s :


Aku usahain update marathon hari ini. Tapi jangan lupa komen yang banyaaaakk yaaahh♡


Kutunggu komenan seru kalian hari ini.

__ADS_1


Luvvv youuu all...........


__ADS_2