
Kyra -
"Lo sok tahu!" Sungutku. Yang lantas membuat dia yang sudah menatap layar laptop itu pun kembali menatapku.
"Sok tahu apa??" Wajahnya berubah tak terima. "Emang benar kan, kalau lo masih bimbang di antara 2 jalan itu? Lo mau melupakan, tapi bayang-bayang Ezra masih terkenang-kenang di pikiran lo."
Aku terdiam atas ucapan yang ketepatannya 100% benar. Semudah itukah isi hatiku terbaca olehnya?
"Yah, nggak perlu lo sesali. Gue pun maklum kok. Berusaha melupakan orang yang sudah menetap belasan tahun di hati itu emang nggak mudah. Apalagi, itu adalah cinta pertama. Gue paham, jadi lo nggak perlu merasa bersalah sama gue." Dia menepuk-nepuk bahuku seolah sedang memberikan kekuatan.
Aku meliriknya tajam. Bisa-bisanya dia dengan santainya menepuk-nepuk bahuku begini!
Fixed! Kami memang bukan pasangan normal. Kami hanyalah teman biasa yang sedikit bertransformasi karena adanya pernikahan!
Aku memutar bola mata, menyingkirkan tangannya secepat kilat dari bahuku. "Lo pikir tangan besar lo itu nggak berat?!" Dan, dia nyengir begitu saja, tanpa dosa.
Cih, dasar!
Aku menghela napas. Entah kenapa, kalau dipikir-pikir aku jadi kesal ya?
Masalahnya begini, aku sudah capek-capek mengkhawatirkan perasaannya. Tapi ternyata dia...?!
Ah, emang apa yang aku harapkan dari hubungan ini sih?? Hubungan yang bahkan nggak ada kata cemburu di kamusnya?!!
"Nih," Tiba-tiba dia bersuara, mengoyak isi pikiranku seketika.
Mataku pun menatap uluran kertas undangan yang dia berikan kepadaku secara tiba-tiba. Bingung. Mataku yang kini mengernyit pun beralih menatap matanya.
"Pakai ini, dan selesaikan perasaan lo buat Ezra!" Serunya.
Aku mengernyit. "Loh?! Bukannya tadi lo bilang maklum dan paham soal perasaan gue?" Jujur, aku tak mengerti dengan pola pikirnya itu. Sangat mudah berubah-ubah!
"Memaklumi dan memahami bukan berarti membiarkan lo terus berpusat di sana."
__ADS_1
Apa sih, kalimatnya itu! Kenapa kata-katanya membingungkan begitu? Entah dia yang terlalu pintar atau otakku yang agak bermasalah. Tetapi, emang kalimatnya itu sulit dimengerti!
"Sebagai calon pendamping lo di masa depan, gue berhak kan menuntut sesuatu yang menurut gue penting?" Katanya panjang lebar. Dan, aku mengangguk saja menjawab tanyanya meski tak paham-paham amat. Hehe.
"Nah! Netralnya perasaan lo itu penting menurut gue. Jadi, gue harap lo bisa selesaikan semuanya dan membuat hati lo senetral mungkin tepat sebelum cerita kita dimulai." Ucapnya santai namun entah kenapa terasa serius setelah kudengarkan dengan baik.
"Jadi, pada intinya... Meski lo memahami dan memaklumi perasaan gue ke Bang Ezra, tapi lo tetap pengin gue menyelesaikan perasaan itu dan setelah itu gue harus fokus ke lo aja, gitu?" Aku mengungkapkan apa yang kutangkap pada pembicaraan ini.
"Tepat!" Delvin tersenyum. Lebar. "Wah, ternyata sekarang lo udah mulai pinter ya? Benaran nggak salah lo udah pilih calon suami!"
Kontan, aku berjengit mendengar kata-katanya itu. Apa-apaan!!
"Nggak ada hubungannya! Gue emang udah pinter dari dulu kali?!" Kesalku padanya. Huh, kadang dia memang suka sembarangan kalau bicara!
"Masa?" Wajahnya berubah tak percaya. "Kalau lo pinter dari dulu... Kok lo nggak pernah peka ya?!" Ejeknya padaku. Lalu, dengan sekonyong-konyongnya dia terbahak begitu saja membuatku ingin memukul kepalanya andai Ayah nggak sedang memerhatikan kami sekarang!
Argh... Menyebalkan!!
Aku mendengus saat dia mulai meredakan tawanya dan kembali berusaha berbicara dengan wajah seriusnya itu padaku.
"Nih!" Lagi-lagi dia menyodorkan kertas undangan itu padaku. Yang lantas membuatku mau tak mau menerimanya juga. Aku menatapnya ragu. Tak yakin dengan idenya ini.
"Serius?"
Delvin mengangguk. "Coba aja kasih itu ke dia,"
"Bang Ezra?" Tanyaku berbisik. Mengingat Ayah yang masih ada di sekitar kami.
"Iyalah! Siapa lagi!" Balas Delvin sebal. Dia ikut-ikutan berbisik sepertiku.
"Yah, pokoknya kasih ini dan lihat bagaimana reaksinya. Nanti lo pasti akan langsung dapat jawabannya." Jelasnya, membuatku menatapi kertas undangan itu baik-baik.
Meski agak ragu dengan kinerja kertas undangan ini, namun tak ada salahnya untuk dicoba, kan?
"Terus, lo sendiri, gimana?" Tanyaku balik padanya. "Apa lo bakal undang Ines juga?" Tanyaku hati-hati tepat setelah memastikan bahwa Ayah sudah kembali ke kamarnya.
"Nggak. Gue gak akan undang dia." Jawabnya to the point.
__ADS_1
Aku mengernyit. "Loh, kenapa? Kalo lo mau undang, undang aja. Nggak pa-pa kok!"
Aku takut, dia yang tak mau mengundang mantan kekasihnya itu disebabkan oleh dia yang tak enak hati padaku. Padahal aku sendiri pun tak masalah tentang hal itu. Karena perasaanku pada Delvin masih sama seperti sebelumnya. Belum berubah. Kita masih teman yang baik.
Delvin mendengus. "Bisa nggak sih, lo nggak usah terang-terangan begitu kalau lo nggak punya rasa cemburu ke gue?!" Dia merutuk sementara aku meringis agak merasa bersalah untuknya.
"Maaf," Ucapku menyesal.
Delvin menghela napas berat. "Yaudah lah, toh belum resmi juga." Desahnya.
Aku nyengir saja buatnya.
"Tapi... Lo... Benaran udah selesai sama Ines? Ya, mungkin lo bisa bilang gitu. Tapi Ines?!" Aku mendengus. "Vin, inget! Bagi perempuan itu menyelesaikan masalah hati nggak bisa semudah lo yang kalau udah tutup buku lalu selesai. Perasaan dan hati perempuan itu lebih kompleks dibanding laki-laki yang selalu berpikir simple!"
"Iya, iya gue tahu kok! Makanya... Sekarang, lo fokus aja sama apa yang harus lo selesaikan. Masalah gue biar gue yang pikirin. Lagi pula, gue punya cara gue sendiri buat selesaikan masa lalu. Tenang aja, nggak usah khawatir." Tukasnya cepat.
Dan, dia tersenyum tipis sebelum akhirnya kembali sibuk berkutat dengan layar laptopnya itu lagi. Sementara aku berpikir keras.
Part 3.0 terakhir!
Habis ini kayaknya mulai masuk ke konflik deh. Tenang, cerita ini simpel jadi konfliknya gak akan berat atau malah ringaaaan terus, gak berasa kali yaa konfliknya nanti. wkwkwk. Yaudah lah yaaa nikmati aja, perjalanan cinta dari kontrak pra nikah ini hehe
Oya!
Aku mau tau kesan-kesan kalian baca cerita ini dong!
Semuanya komen yaaa!
^^^with love,^^^
^^^Icha.^^^
...\=\=\=...
...BANYAK KOMEN, BANYAK VOTE... AKU LANGSUNG UPDATE LAGI DEHHH😜 SEHARI LEBIH DARI 1X POKOKNYA (min. 60vote & 20komen yaaahðŸ¤)...
__ADS_1
...YANG MAU, ROMANCE AFTER MARRIAGE HADIR KAYAK MINUM OBAT... MARI MERAPAAAATTTT~...