
-Kyra-
Pada akhirnya aku memutuskan untuk membuat suatu percobaan di dapur. Meski tak ada bakat atau pengalaman, namun berkat melihat resep di sebuah situs memasak di Google, aku pun nekat membuat sebuah makanan yang sebetulnya belum pernah kubuat sebelumnya.
Saat mencarinya, aku menuliskan kata kunci "masak kue simpel untuk pemula" lalu kemudian tak berapa lama muncul lah berbagai menu masakan berserta gambarnya yang beraneka ragam.
Dan dari sekian banyak itu, aku pilih satu yang sekiranya paling mudah dan gambarnya pun menarik. Kelihatan enak gitu untuk ekspektasikan. Meski aku tak akan berharap banyak dengan hasil masakanku sendiri sih...
Aku membacanya dengan seksama. Kembali aku scroll ke atas karena tiba-tiba aku lupa apa nama kue yang hendak kubuat ini. Di headline-nya yang paling atas itu tertulis besar "Kue Bolu Marmer" dengan sederet daftar bahan yang diperlukan dan bagaimana cara membuat di bawahnya. Lengkap!
Meski aku tak yakin bisa menyelesaikan misi ini dengan baik karena memang pada dasarnya aku tak begitu pandai memasak, tapi karena otakku rasanya penuh akibat pikiran-pikiran yang harusnya haram untuk kupikirkan itu, maka itu aku jadi nekat saja!
Benar, jalani saja dulu. Asal bisa mengalihkan perhatianku meski itu hanya sejenak. Tanpa sadar aku mendesah panjang.
"Bikin apa, Dek?" Tanya Ibuk yang lewat hendak mengambil minuman dingin dari kulkas.
Seketika itu aku tergegap, mataku pun melotot karena kaget. Padahal barusan aku menghela napas. Ibuk dengar nggak ya?
Aku meringis ngeri. Lantas, buru-buru membenarkan posisiku berdiri. Sebisa mungkin untuk menghilangkan gelagat aneh dan mencoba bersikap senatural mungkin. Ibuk, tentu tak boleh menyadari kalau aku sedang dilanda dilema berat!
Bukan, bukan maksudnya aku tak mau terbuka dengan Ibukku sendiri. Hanya saja kalau soal ini, lebih baik hanya aku, Delvin dan Allah saja yang tahu. Bahwasannya, yang aku yakini, masalah ini bisa menjadi petaka yang masif bila benar-benar ketahuan! Bahaya!!
Ditambah lagi Ibuk rasa penasarannya serupa detektif. Pasti kalau sudah terlanjur kepo, Ibuk bisa mencari segala informasi bahkan sampai ke akar-akarnya! Duhh...
"Kue bolu marmer," Jawabku persis seperti judul resep yang sedang kupelajari baik-baik ini dengan sedatar mungkin.
"Emang bisa?" Tanya Ibuk tak yakin padaku.
"Walau nggak bisa, pasti akan jadi bisa kalau mau belajar." Jawabku lagi yang kali ini sibuk menimbang bahan-bahan persis sesuai resep.
Ibuk mengangguk-angguk. "Mau dibantuin nggak, Dek?"
__ADS_1
Lantas, aku menatap Ibuk yang berdiri di depanku persis dengan mimik serius. "Makasih, ya, Ibuk. Tapi Kyra mau belajar sendiri, ini upaya biar Kyra bisa masak sebelum nikah."
Ibuk lantas tertawa kecil. Lalu, entah kenapa mencubit pipiku. "Baiklah, putri bungsu Ibuk... Selamat belajar masak ya! Jangan lupa 'bismillah' biar anti gagal, oke?!"
Aku mengangguk, kemudian tersenyum. "Oke!"
"Yaudah, Ibuk nonton TV dulu ya!" Ujar Ibuk sebelum berlalu.
Namun, setelah berjalan beberapa langkah Ibuk kembali berbalik menghadapku lagi. Membuatku menatapnya heran.
"Oya, Dek! Karena sebelumnya dapur Ibuk udah bersih, habis masak jangan lupa bersihin lagi seperti semula loh ya! Jangan sampai berantakkan!" Seru Ibuk padaku.
Aku meringis. Ibuk emang paling hapal kebiasaan jelekku yang satu itu. Aku nyengir. "Iya, Buk, sip deh!"
Ibuk mengangguk. Tersenyum. Lalu kemudian berbalik dan melanjutkan langkahnya lagi menuju ruang keluarga berada.
Lagi-lagi aku kembali sendirian di dapur ini. Aku menghela napas panjang. Fokusku harus hanya untuk kue bolu ini bukan hal lain lagi! Titik!! Tekanku mati-matian dalam hati.
Drrrttt... Drrrttt...
Aku lantas mencari tisue dan membersihkan tanganku yang kotor bekas tepung dan telur.
From : Delvin Jelek
Lo belum kasih undangannya ya?
Diterima pukul 10.30 WIB
[...]
Aku menghela napas panjang. Alis mataku pun sudah bersatu padu. Perasaan heran dan takjub seketika muncul dibenakku saat kubaca pesannya itu.
__ADS_1
Kenapa sih Delvin itu peka banget?? Bisa-bisanya dia punya feeling yang ketepatannya sampai di taraf 99,9%. Apa dia punya ilmu cenayang ya?!
Duh, kan, aku mulai ngaco!! Ck.
To : Delvin Jelek
Iya. Besok aja deh. Kalo enggak titip Mas Kamil aja ya? Nggak apa kan??
Dikirim pukul 10.33 WIB
Dan, tak sampai semenit balasan itu masuk ke ponselku. Membunyikan suara notifikasi sekali lagi.
From : Delvin Jelek
Kenapa?
Lo takut?
Takut gak bisa move on ya?
Diterima pukul 10.33 WIB
[...]
Sudah kubilang kan, kalau Delvin ini orangnya peka pakai banget?! Lihat saja! Dia bahkan menebak alasanku yang mendadak berubah pikiran! Harus kuakui Delvin memang selalu pandai membaca situasi dengan cermat hingga semua hal yang ada di sekelilingnya pun dia tahu!
Sungguh, perbandingan yang jungkir balik sekali denganku ini! Ck.
KAYAKNYA SETELAH INI AKU UPDATE LAGI. KARENA KEPANJANGAN NULISNYA, AKHIRNYA AKU CUT JADI 2 BAGIAN DEH... GAPAPA YAA? YANG PENTING KAN JADI UP 2 KALI NIHHH #IHIIWWW 😙
__ADS_1
...\=\=\=\=\=...
...JANGAN LUPA VOTE, KOMEN & SHARE NYA JUGA YAA... BIAR KU MAKIN TAMBAH TAMBAAAHHH SEMANGATT NULISNYA NIIIIHH, XIXIXI😁...