
- Delvin -
Aku melirik jam di tangan. Udah pukul tujuh kurang sepuluh menit ternyata. Aku berdecak.
Selesai menghabiskan sarapan di meja makan, aku pamit undur diri pada Mama yang masih sibuk dengan layar tabletnya selagi menyantap sarapan. Padahal hari ini akhir pekan, tapi kesibukannya tetap nggak berubah.
"Aku pergi ya, Mah."
Mama melirik sekilas padaku, mengangguk dua kali sebelum akhirnya kembali berkutat dengan layar tabletnya lagi.
"Hati-hati ya, Vin, jangan ngebut!" Seru Mama tanpa berpaling.
Aku mendengus. "Iya, iya. Aku pergi!"
Tanpa menunggu respon Mama, aku langsung berjalan pergi keluar menuju garasi di mana mobilku diparkir. Memanasinya sebentar selagi menunggu si Kira-kira datang.
Melirik lagi jam di tangan. Lima belas menit berlalu percuma, dan Kyra belum juga menunjukkan tanda kehadirannya. Aku berdecak, lalu mendengus.
Tanpa berniat melonggarkan waktu tungguku, aku langsung naik ke dalam mobil setelah sebelumnya meminta tolong Pak Harjo, sopir pribadi Mama, membukakan pintu pagar.
"Tin... Tin!!"
Aku langsung membunyikan klakson mobil begitu berhasil berhenti tepat di depan pagar rumahnya. Aku melongok, mencari sosoknya dari celah besi pagar hitam itu. Mendengus, saat melihatnya kelimpungan sendiri mencari pasangan sepatunya. Aku geleng-geleng kepala. Sembrono emang dia tuh!
Bersama sebuah tentengan yang dia bawa nggak tau apa itu isinya, dia pun masuk ke dalam mobilku.
"Woi! Duduk depan sini! Lo kira gue ini sopir lo apa?!" Aku berdecak kesal sendiri melihat tingkah seenak jidatnya itu yang asal aja main naik ke jok penumpang di belakang.
Kulihat dari kaca spion, bibirnya mencebik. "Biasanya gue disuruh di belakang terus," gerutunya.
"Biasanya bertiga sama Ezra, sekarang tinggal berdua ya ngapain amat lo duduk belakang, padahal di depan kosong gini?!" Kataku yang jadi makin kesal aja bawaannya.
"Yaudah, iya-iya!" Kyra berdecak sebelum akhirnya pindah ke jok di sebelahku.
Aku tancapkan pedal gas, membuat gerak maju pada Jazz hitamku. Suasana Sabtu pagi lebih terasa longgar dari hari biasanya. Jadi lebih kelihatan manusiawinya. Meski begitu nggak lantas membuat suasana hatiku yang udah kadung anjlok bisa berubah baik. Masalah akhir-akhir ini entah kenapa datang bertubi-tubi kepadaku. Belum soal kerjaan proyek yang menumpuk, ditambah lagi soal Ines, terus Mama dan Dion.
__ADS_1
Akh, nggak tau, akh, pusing!!
"Kenapa, Vin? Pusing??"
Seketika itu aku menoleh ke samping. Ternyata tanpa sadar aku memijat pelipisku sendiri, pantas saja dia komentar. Kyra kini sedang menatapku dengan kedua alis terangkat, ingin tau.
"Udah sarapan belum?" Tanyanya lagi. Padahal pertanyaan sebelumnya pun belum kujawab.
"Belom," belum dua kali maksudnya. Haha.
Enggak tau ah, rasa-rasanya kalau aku mengisengi Kyra bisa membuat moodku naik.
"Serius?"
Aku cuman meliriknya sekilas sambil fokus pada jalanan di depanku tanpa ada niat menjawabnya.
"Kalau gitu, mau sarapan berdua?" Tanyanya.
Lagi-lagi aku nggak menjawabnya, tapi dia kelihatan punya jawaban sendiri atas diamnya aku. Tuh lihat, buktinya dia kini sedang membongkar totebag bawaannya itu.
"Gue buat sushi tadi. Mau?" Tawarnya
"Boleh, tapi suapin gue ya?! Gue nggak bisa nyuap sendiri nih, sibuk nyetir!" Kataku beralasan. Padahal sih, sebenarnya bisa-bisa aja kok kalau menyetir satu tangan karena memang jalanan nggak selenggang itu.
Yah, bukan si Kira-kira namanya kalau nggak langsung percaya. Lihat, dia langsung menyuapiku begitu aku membuka mulutku lebar. Nurut banget dia! Padahal baru beberapa detik lalu dia mau menyuapkan sushi itu ke dalam mulutnya sendiri. Tapi karena aku juga membuka mulutku, alhasil dia malah yang mengalah dan memberikan potongan sushi itu padaku. Hahaha.
Aku sampai mengempat senyum geliku demi dia nggak curiga dengan keisenganku ini.
Dan saat ketika dia hendak menyuapkan sushi itu untuknya sendiri, kejahilanku berbunyi lagi. Maka aku langsung mengunyah dan menelan sushi di dalam mulutku ini dengan cepat, lalu membuka mulutku lagi. "Aaaak..."
Aku lirik dia lewat ekor mataku. Senyumku tertahan kala dia lagi-lagi menghentikan gerak tangannya. Sushi itu kembali tertahan di udara, di tengah-tengah perjalan menuju ke mulutnya yang tadinya terbuka kini pun kembali terkatup lagi. Saat dia melirik ke arahku, aku langsung waspada pura-pura fokus menatap jalanan di depan. Nggak berapa lama, kudengar helaan napas darinya.
"Aaak..." kembali aku membuat suara sembari membuka mulutku. Menunggunya kembali menyuapiku sushi itu lagi.
"Nih," katanya sambil memasukkan sushi ke dalam mulutku.
__ADS_1
"Aam!" Aku tersenyum, lalu mulai mengunyahnya melumatkan semuanya untuk kemudian ditelan melewati kerongkongan dan masuk ke dalam perut.
"Lapar banget apa? Sampai-sampai gue mau makan aja disela mulu sama lo!" Katanya padaku. Yang sebenarnya lebih terdengar sebagai rutukan jengah.
Aku meliriknya sekali lagi. Alis matanya kini menukik tajam, tanda kalau dia sudah kesal padaku. Akhirnya, tujuanku kesampaian juga. Hahaha.
"Aaak!!" Kataku lagi, buru-buru sebelum dia menyuapkan sushi itu untuk dirinya.
Yak! Ayoo, meledak! Karena emang gue butuh ekspresi ledakan yang dahsyat itu!! Hahahaha.
"Eh!! Gue belom makan satu pun ini, woy!! Kalo lo sela terus, kapan gue makannya? Hah?!"
Strike. Akhirnya kena juga dia!
"HA HA HA..." seketika itu aku terbahak. Melepas kegelian dalam perutku yang memang sudah bergejolak sejak tadi.
Untungnya jalanan sedang macet karena lampu merah. Kalau nggak, bisa bahaya kan nih, nyetir sambil ketawa ngakak begini!
"Lo..." si Kira-kira mendesis. Geram. Membuatku segera menoleh untuk melihat ekspresinya.
Oh, tidak, Bung! Alisnya semakin menukik, begitu tajam hampir jadi keriting. Belum lagi hidungnya yang kembang kempis itu. Dan bibirnya yang manyun-manyun jelek. Sungguh, perpaduan yang sangat sempurna! Perfecto!! Hahahaha.
"...sengaja ya? Ngerjain gue, kan lo?!"
"HA HA HA HA..." aku benar-benar nggak bisa berkata-kata lagi. Tawa ini sungguh mendominasi diriku hingga jadi kalut begini.
"Ih, KURANG AJAR!! DELVIN, NGESELIIIINNN!!!" Makinya dengan suara yang melengking nyaring membuatku meringis kala mendengarnya.
Tapi hal itu pun nggak lantas membuat tawaku berhenti, aku malah makin seru untuk mengeluarkan tawaku untuknya.
Oh, thanks banget Kyra. Lo made my day!!
_______
__ADS_1
TERBIT SETIAP RABU & SABTU YHA!