Romance After Marriage

Romance After Marriage
2.9 | B : Tentang Ayah


__ADS_3

-Kyra-


"Maaf, saya masih kurang yakin dengan pengakuan kamu itu!" Ayah menatap lurus Delvin, masih dengan mata sipitnya yang tajam bak belati. Belum juga berubah. "Kenapa kamu mau nikah sama Kyra? Bukannya kamu tahu betul dan bahkan mungkin kamu hapal dengan semua jelek-jeleknya dia?!"


Aku nyaris saja tersedak makanan ringan yang ada di dalam mulutku ini karena mendengar ucapan Ayah yang sembarangan barusan!


"Kamu tahu Delvin, Kyra itu nggak pernah mandi pagi apalagi kalau lagi libur!" Seru Ayah, membuatku langsung terperangah. Bukan, bukan karena takjub, tapi karena aku nggak pernah menyangka kalau Ayah bisa juga menyebut hal jelek tentangku di depan orang lain!


Sungguh! Mentalku seperti terserang saat itu juga. Ayahku yang selalu membela anak perempuannya tiba-tiba berubah haluan dan menyerang anaknya!


Huhu... Ayah... kenapa Ayah jadi ikut-ikutan Ibuk dan Mas Kamil sih??!


"Saya tahu banget, Pak." Jawab Delvin kalem. "Kan, memang dari dulu dia begitu.."


Sungguh aku kehabisan kata-kata, sekarang!


"Dia juga nggak bisa rapihin rumah. Disuruh nyeterika malah awul-awulan. Disuruh nyuci baju, bajunya bau apek! Kamarnya juga nggak pernah rapih, selalu berantakkan! Masakannya pun nggak enak! Asin!!" Kata Ayah sembari meringis seolah baru saja menyicip masakanku sungguhan! "Dan, sering sekali dia itu nyebelin, susah banget dibilangin. Nggak bisa diatur. Suka semaunya sendiri! Ngambekan, cengeng...." lanjut Ayah lagi. Sementara aku terdiam sembari terus beristighfar dalam hati.


Rasanya aku ingin mengubur diriku dalam-dalam tiap mendengar Ayah menyebutkan semua hal jelek tentangku seperti ini!


Teganya... Ayahh! Hikss.


Sungguh aku ingin menangis saat ini juga kalau bukan karena menjaga wibawaku!!

__ADS_1


Delvin tertawa kecil. "Semua itu juga saya tahu kok, Pak. Bapak nggak perlu khawatir. Saya sudah menerima semua itu dengan lapang dada." Dia bahkan sampai menepuk-nepuk dadanya seolah memang semua sifatku adalah ujian yang sudah dia tamatkan.


Aku mendengus kesal. Bahkan kelakuannya pun tak jauh berbeda dariku! Bisa-bisanya yaa... Dia malah menusukku bahkan secara gamblang begini!


Lihat aja, Vin. Gue bakal bikin perhitungan sama lo nanti! Mataku berapi-api menatap Delvin dari samping meski pun dia berusaha tak peduli. Gggrrr...


"Lalu..." Ayah kembali menatap serius Delvin di depannya. "Setelah kamu tahu semua jeleknya Kyra, kamu masih mau menikah sama dia? Kamu yakin nggak akan ada kata penyesalan setelahnya??" Tanya Ayah dengan nada menyudutkan. "Inget, seumur hidup nanti kamu bakal ditemani wanita yang modelannya begini. Banyak banget kurangnya!"


Delvin terdiam sesaat. Entahlah, dia seperti sedang berpikir sejenak. Mungkin saja dia ingin menjawab dengan hati-hati, apalagi pertanyaan Ayah barusan itu cukup menjebak. Yah, meski kalimatnya harus mengorbankan putrinya sendiri sih...


"Tapi..." Delvin menghirup napas sejenak seolah sedang mencari ketenangan dari helaan napasnya. "Justru dari situ yang menarik, Pak. Karena saya sudah tahu jeleknya Kyra... saya jadi bisa menempatkan posisi kalau di masa depan nanti kami bisa jadi partner yang bisa saling melengkapi dan mengayomi satu sama lain. Saya rasa, hal itu berlaku juga untuk Kyra terhadap saya. Karena saya pikir, kekurangan saya juga nggak jauh beda dari dia, atau bahkan lebih parah!"


Seketika itu aku langsung terdiam. Cukup terkejut dengan apa yang baru saja dia katakan. Hal yang tak pernah terpikirkan olehku bahwa dia akan menjawab dengan jawaban bijak seperti itu padahal itu tentangku! Hal yang kupikir sangat mustahil dilakukan Delvin untukku. Tapi kini dia dapat mengatakannya dengan cara yang amat tepat dan sangat meyakinkan seperti ini.


Lalu, dengan penuh kemantapan Delvin mengangguk. "InsyaAllah, saya yakin!"


Dan, di saat itu pula kulihat senyuman tipis dari raut wajah keras Ayah yang sejak tadi kuamati. Ada kepuasan tersendiri di sana. Kupikir, Delvin telah berhasil meruntuhkan kerasnya dinding ini.


"Kalau begitu... Tolong jaga Kyra ya, Vin. Tolong jangan buat dia sedih apalagi buat dia menangis. Tolong lindungi dia di mana pun dia berada. Tolong kasihi dia melebihi semua hal yang telah orang tuanya beri buat dua." Ucap Ayah yang mampu membuat mataku berkaca-kaca dalam sekejap.


Padahal kupikir kalimat itu adalah kalimat biasa yang diucapkan semua orang tua yang ingin melepaskan anak-anaknya kala hendak menikah. Namun setelah mendengarnya secara langsung dari bibir Ayahku sendiri seperti ini, perasaan di hatiku jadi luluh lantak tak karuan rasanya!


Ada perasaan senang, bahagia dan haru karena kalimat itu begitu romantis untuk diucapkan orang tua kepada anaknya. Tapi juga merasa sedih, karena... mengingat selangkah lagi aku akan berpisah dari orang tuaku, dari rumah ini.

__ADS_1


"Ingat kata-kata saya ya, Vin." Tekan Ayah sekali lagi.


"Baik, Pak!" Jawab Delvin menyanggupi.


"Ini peringatan! Sekali saja saya tahu kamu pernah menyakitinya, ingat-ingat! Saya nggak akan segan untuk kasih pelajaran dan pukulan keras buat kamu!" Tegas Ayah yang tak ada nada lembut di tiap katanya.


"Anggap lah dia sebagai permata langka dan satu-satunya di dunia ini yang harus kamu jaga. Karena Kyra memang lah putri yang seberharga itu buat saya!"


Delvin tersenyum, menenangkan. Seolah senyumanya itu mengatakan bahwa dia adalah orang yang sangat dapat dipercaya dan Ayah tak akan pernah menyesal karena telah mempercayainya sepenuh hati.


Dari samping kutatap wajah Ayah nanar. Air mata ini bahkan sudah menyesak keluar dari pelupuk mata saking tersentuhnya hatiku dengan tiap kata yang telah Ayah ucapkan.


Ternyata benar kata orang, anak perempuan selalu menghancurkan hati Ayahnya kala ia menikah. Dan hal itu pun sudah berlaku kepada Ayah dan aku saat ini!



P.S:


Yang udah nikah pasti paham betul rasanya part ini🥺


...©©©...


...JANGAN LUPA VOTE, KOMEN & SHARE YAAA...

__ADS_1


...TERIMAKASIII~~...


__ADS_2