
-Kyra-
"Eh, Kyra?! Udah lama??"
Aku menoleh. Akhirnya orang yang ditunggu itu datang. Bang Ezra kini menemuiku dengan rambutnya yang basah seakan menegaskan kalau dia baru saja membersihkan dirinya dengan buru-buru hingga lupa mengeringkannya lebih dulu. Ah, atau hanya perasaanku saja. Mana mungkin kan, Bang Ezra...
Aku menatapnya sesaat. Senyumnya masih menawan seperti biasa. Belum berubah.
Aku menggeleng. "Nggak kok, baru aja." Jawabku sebiasa mungkin. Dan nggak lupa aku bumbui dengan senyum membuat ekspresiku senatural mungkin.
"Syukur deh. Soalnya tadi Bang Ezra lagi mandi pas Bik Yeni panggil,"
"Iya, kelihatan jelas kok." Balasku yang sebisa mungkin kuiringi dengan tawa kecil.
Bang Ezra nampak meringis sembari mengusap kepala basahnya.
"Eh, iya, Bang Ezra aku kemari mau kasih ini." Lantas aku berikan sepiring irisan kue bolu itu untuknya. "Seharian Kyra belajar bikin kue, dan ini hasilnya. Semoga nggak beracun ya..." Selorohku bercanda dengan ringisan.
"Tapi kayaknya ini sih beracun..." Ujarnya yang langsung membuatku mengernyit. "Racun yang bikin adiktif, ketagihan maksudnya... Hehehe..."
Aku mengernyit namun tak bisa menyembunyikan senyum juga. "Apa sih, Bang Ezra belajar begini dari mana? Aku kira tadi aku ngomong sama Delvin yang suka ngeledek."
Bang Ezra tersenyum. Dia lalu tak bicara sepatah kata pun sampai membuatku kikuk dan mendadak ingat tentang tangan kiriku yang sejak tadi memegangi undangan itu.
__ADS_1
"Bang Ezra,"
"Eung?"
"Aku juga mau kasih ini," Kemudian, kuberikan undangan pernikahan itu kepadanya lengkap dengan hati dan perasaan yang tak keruan. Campur aduk!!
"Ini..."
"Undangan pernikahan aku dan Delvin, insyaAllah akan digelar 10hari lagi." Luluh lantak perasaanku kala mengucapkan kalimat itu. Meski berat dan kelu di bibir ini namun aku tetap berusaha keras untuk melanjutkan kalimat itu. "Bang Ezra jangan lupa datang ya!" Sebuah senyum susah payah kupaksakan tampil untuknya. Tepatnya, hanya untuk meyakinkannya.
"Aku nggak nyangka, tapi... Selamat ya," Ucapnya diakhiri dengan sebuah senyuman.
Senyuman itu seketika membuat hatiku yang tadi seolah dilanda badai tak menentu, mendadak tersapu angin panas yang membuat kering nan tandus. Aku terpaku. Merasa tertampar pada hal yang pernah aku bayangkan.
Aku sungguh tak menyangka cinta pertama selama belasan tahunku harus berakhir seperti ini. Dan, seperti yang kalian lihat... Aku memang tak pernah mendapatkan cintanya. Tak pernah sekali pun!
Perasaanku, cintaku... Hanyalah milikku seorang. Tidak pernah ada milik kami atau miliknya. Benar-benar hanya milikku seorang. Titik.
Meski aku sudah memperkirakan kenyataan ini, namun bila diungkapkan secara jelas begini hatiku tetap saja perih. Jujur, aku terluka hebat karena ekspresinya itu!
Aku menatapnya, dia yang terdiam dengan senyum tipisnya sembari menatap undangan itu membuatku makin pedih melihatnya. Apa sebegitu senangnya dia melihat undangan itu, undangan pernikahanku dengan Delvin?!
Dengan ekspresinya itu aku yakin, tidak pernah sekali pun dia membayangkan namanya bersanding denganku di kertas undangan itu!
__ADS_1
Benar, tidak sekali pun.
...****************...

...Dear, Pembacaku......
...Akhirnya aku kembali lagi setelah sekian lama, setelah beberapa kali dapat pesan personal by DM instagram dari kalian yang selalu menanyakan hal yang sama, yakni tentang "kapan Romance After Marriage update?" -finally, aku coba kulik lagi tulisanku di draft....
...Maafin ya, awalnya aku emang udah niat hiatus entah sampai kapan. Aku juga gak tau, karena minat nulis setelah terakhir kali aku update itu anjlok total, entah kenapa....
...Tapiii... Melihat kalian yang selalu cari aku, bahkan sampai chat aku by DM ig 🥺 i'm so appraciate, thankyou♡...
...Karena itu lah akhirnya aku putuskan buat balik lagi di dunia tulis menulis ini, melanjutkan cerita, menyapa kalian semua˙˚ʚ(´◡`)ɞ˚˙...
...Sekali lagi terimakasih yaa atas kesetiaannya menungguku, I love you guys!...
...Selamat menikmati kelanjutan cerita Kyra-Delvin-Ezra-Ines semoga gak membosankan yaa🥰...
...Salam sayang,...
...Icha🌷...
__ADS_1