
Anin, ia pun langsung menggandeng tangan suaminya. Suaminya mengkerutkan keningnya, ia lantas memerhatikan istrinya dari atas sampai bawah. Ada yang berbeda, nggak sepertinya! Anin dan Aksa pun masuk ke dalam mobil.
“Hm, tadi gimana mas?”
“Nggak papa. Udah aku atasi, ini langsung ke sana? Nggak bawa oleh-oleh gitu?” Anin terdiam, pak sopir yang memencet radio dengan mendengarkan suara yang disiarkan oleh radionya sendiri.
“Ya kalau boleh sih, bawa aja nggak papa!” ujar Anin, Anin menatap suaminya. Aksa mengangguk dan Anin memegang tangan Aksa.
“Hm, kalau pergi ngomong ya?”
Tiba-tiba Anin bilang begitu, maksudnya apa?
“Iya, emangnya kenapa?” Anin menggeleng, ia menempelkan kepalanya di pundak sang suami dan ia menghela napas.
“Iya, anu apa... Tadi, aku nggak salah denger kalau kamu mau pergi ke kalimantan? Ya aku mikirnya langsung gitu lah, udah ah penting sekarang kita harus ke sana!” ucap Anin dengan bersemangat, dan Aksa tersenyum tipis.
*
Sementara pakde serta bude, sudah bersiap-siap untuk pergi hari ini ke Kalimantan. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan di sana. Ya, itu juga berkaitan dengan proyek yang dikerjakan oleh Aksa tersebut. Pakde sebagai arsitek, harus mencoba untuk profesional. Awalnya bude menolak mentah-mentah, karena kemarin sehabis tahlilan rasanya capek sekali dan Anin juga, ia tidak ke rumahnya.
“Pak, aku nggak ikut yah?”
Iya, pakde akan lebih lama lagi dan selama sebulan di Kalimantan. Siapa yang akan memenuhi kebutuhannya di sana? Pakde jika lama pergi, selalu membawa istrinya kemanapun berada. Itulah konsekuensinya, dan pakde menggeleng.
“Jugaan jauh banget lagi, pak... Emangnya ada masalah dengan pembangunannya? Bapak ‘kan cuman arsitek, gambar-gambar... Nggak perlu ikut, jugaan biasanya cuman di daerah Jawa doang,” gerutu bude. Pakde menggeleng, ini juga ia harus mengurus jalannya proyek karena ini orang yang mengontraknya selama sepuluh tahun lebih sepertinya dan pakde akan menyiakan gitu aja... Nggak, pakde nggak mau mengecewakan kepercayaan beliau kepada pakde.
“Ah, mending bapak aja... Ibu itu capek, lelah, pak....” bude pun duduk di atas karpet dengan mata sayu, pakde menghela napas.
Bagaimana ini?
Apakah harus menunda jadwal keberangkatannya?
Pakde terduduk, ia pun terdiam. Boleh kah?
*
Aksa dan Anin, mereka sudah ada di pelantaran halaman rumah Pakde dan Bude, dengan senang hati mereka ke sini. Bukan apa-apa, Anin mengatakan cuman kangen saja!
“Assalamu’alaikum...” ucap mereka berdua, membuat dua orang yang sedang bermesraan dan berpelukan itu terdiam sesaat, menoleh ke arah pintu.
Loh, jarang banget pakde dan budenya buka pintu depan.
“Eh, wa'alaikumsalam... Masuk aja ndok!” ujar budenya dengan menyambut, berdiri. Mereka menghampiri pakde dan budenya, bersalaman dan Anin mencium pipi mereka, itulah sudah berkewajiban Anin baginya sih.
“Loh, kok kemarin nggak ke sini?” todong Bude dengan mata tajam, dan Anin hanya garuk-garuk kepala. Kasian budenya, kayak ada yang kurang. Pakde menahan bahu Bude, agar tidak marah-marah dengan ponakannya.
“Iya, maaf bude... Aku--,” Anin melirik suaminya untuk memberikan penjelasan.
“Oke, bude ini kami berdua benar-benar capek dan kami belum ada ulangan waktu untuk ke sini. Aku... Iya, kami ada pekerjaan.” jawab Aksa dengan terbata-bata, dan Anin menatap suaminya tajam.
Kok, bisa-bisanya dia yang kena.
Awas saja!
__ADS_1
“Padahal ini ibu kamu lho, bude itu masih ada rasa untuk tanggung jawab untuk itu... Dan, bude harus bilang apa? Pakde juga gitu,” ucap budenya dan Anin hanya mengangguk.
“Duduk aja, ndok!” suruh pakde.
Anin dan Aksa pun duduk di kursi, Anin bersampingan dengan Aksa.
“Oh iya Aksa, bukannya kamu ke kalimantan hari ini?” tanya pakde, Aksa mengkerutkan keningnya dan mengangguk. Anin meraih tangan Aksa, dan memberikan kode kepada suaminya itu.
“Uhh gitu, iya-iya... Pakde sebenarnya mau ke sana—,”
“Ke sana aja Pak, nggak usah ngajak ibu!” bude menyela, melangkah pergi dari sana.
Pakde menghela napas, dan menatap mereka berdua.
“Biasa, bude kamu itu seperti itu. Moodnya sedang tidak baik, oh iya makan aja kalau kalian belum sarapan tadi pagi...” Aksa dan Anin mengangguk.
“Nggak kok, kita udah makan pakde...”
“Ya udah,” Anin meletakkan sekantong plastik, serta paper bag beberapa.
“Ini apa nin, kamu nih ke sini jangan bawa banyak-banyak!”
Bude yang terdengar samar, itu pun mengembangkan senyumnya dan balik arah ketika ponakannya itu membawakan oleh-oleh. Ini yang ia tunggu!
Bude langsung melihat bawaannya, dan Anin tersenyum. Pakde tertawa, menertawakan istrinya. Jika istrinya setiap kali marah, disogok beginian langsung itu nggak marah lagi.
“Hahaha, bu... Bu, malu tau...”
“Halah, yang penting sekarang makanan. Oh iya, kalian udah makan? Kalau belum, makan aja. Enak kok, tenang aja. Sisa kemarin juga masih ada, kuenya ada di kulkas.” Anin mengangguk, ia pun beralih untuk pergi ke dapur membuatkan teh hangat untuk suaminya dan budenya mengekor, tinggalah pakde bersama Aksa sedang mengobrol.
“Kamu belanja gini, uang darimana nin?”
Tiba-tiba nanya gitu? Ya, pasti jawabannya suaminya. Pertanyaan retoris saja, Anin tersenyum dan ia mengaduk gula yang ada di dalam gelas.
“Ya, Aksa lah Bude... Eum, bude kalau nanti aku hamil gimana?”
“Ya nggak papa to, malah bagus... Emangnya udah hamil?” tanya Bude, Anin menggeleng.
Ia meletakkan gelasnya di atas nampan, dan membuka kulkas.
Mengambil kue yang masih sisa tahlilan kemarin.
“Masih aku tunda, dan aku juga masih datang bulan...”
“Nin, jangan gitu lah! Kasian juga Aksa, suami mu itu... Siapa tau suami mu itu pingin anak, kamu malah menunda...” celetuk bude, dan Anin sejenak hening. Ia berhenti, memasukkan ucapan budenya ke dalam pikirannya.
Iya, tapi ia masih belum siap untuk itu.
Anin mengambil langkah duduk, ia mendaratkan pantatnya di kursi.
“Hm, nin... Keluarga suami mu itu kan orang terpandang, dan suami mu juga! Seharusnya sih, kalau bude di posisi mu pasti bude akan terima jika Allah memberikan rezeki dan kepercayaan untuk menjaga seorang anak.” ujar bude, bude membereskan dan menyimpan jajanan itu di lemari.
“Heh, cepetan kasih suami mu! Nanti keburu dingin tehnya,” bude menyadarkan.
__ADS_1
Anin terhenyak, ia pun membuyarkan dan tersenyum tanpa jelas.
Ia membawa nampannya, berjalan ke ruang tamu. Memeberikan teh dan kuenya.
“Hm, anak zaman sekarang... Ya udah, seterah lah. Kalau terjadi apa-apa nanti juga keluarga yang kena... Udah ah, terserah. Aku juga udah ngomong gitu kok, nasihatin dia dikit-dikit.” Bude terdiam, ia lupa jika sudah membereskan kopernya dan selesai untuk dibawa ke kalimantan. Bude langsung ke ruang ganti, ia pun membuka kopernya dan membereskan kembali ke lemari.
Anin memikirkan kata-kata Bude tadi, ia sekarang sedang menonton TV di ruang tengah. Ia sedikit terabaikan dengan kata ‘hamil’, Anin termenung.
“Hei... Kok ngelamun?” Aksa mendekatinya, dan memeluknya dari samping. Ia mengecup pipi istrinya, istrinya masih dalam mode melamun.
“Kamu kenapa?” ia ingin menggigit pipi chubby istrinya itu dan Anin baru menyadari jika Aksa sudah di sampingnya.
“Iya, aku nggak papa kok...” Aksa menyentuh hidung istrinya, dan menghela napas.
Anin berbalik menatap suaminya itu.
“Hm, mas...”
“Iya, kenapa? Kok kayak bingung gitu, ada apa?” gemas sendiri Aksa.
“Kalau aku tunda kehamilan aku kali ini, mas kecewa nggak?” Aksa mengendurkan pelukannya.
Bersambung...
Harap bersabar jika telat up, nggak bisa up tiap hari karena yah gitu lah. Aku orangnya bosenan, dan aku yah gonta-ganti novel. Dan ada tiga novel juga yang harus aku gandrungi sekarang,maap yah 🤧...
Oh iya satu lagi, kalau mau berikan dukungan jangan lupa di update dulu aplikasinya biar nggak sia-sia itu dukungannya. Mampir ke PlayStore terus update yah!
Kalian kalau mau mampir silakan!
Judulnya : Takdir Cinta Nara
Aplikasi : Wat tpad
GRATIS ITU JUDUL!
Tolong mampir yah, berikan dukungan kalian.
Judul : Lentera Kehidupan
Aplikasi : K B M A P P dan kar ya kar sa
Yang punya aplikasi itu, tolong mampir yah. Berikan dukungan kalian. Kalau nggak nemu, DM aku aja di IG!
Ig : @dindafitriani0911
Apa nggak lewat Facebook, itu juga nggak papa.
FB : Dinda Fitriani
Gambar foto profilnya sama dengan profil aku di lapak ini.
Itu yah! Kalau nggak mau nunggu, juga nggak papa silakan kalian mampir ke novel yang lain... Banyak kok yang bagus, hehehe sekalian promosiin...
__ADS_1
Jangan ngandelin up baru buka aplikasi 😎.
Terima kasih, sampai jumpai 🙏💕