Samawa Till Jannah Season 3

Samawa Till Jannah Season 3
Episode 8


__ADS_3

Pagi-pagi Anin bangun, ia merasakan nyeri hebat di perutnya sampai muntah-muntah. Bolak-balik ke kamar mandi. Sampai ia lelah sendiri karena mualnya luar biasa, tidak seperti biasa jika halangan hari ke-tiga padahal.


Aksa sudah berangkat sejak tadi pagi, ia harus pulang ke rumah.


Karena banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan hari ini juga. Tanpa pikir panjang, ia membuat dan menuliskan kata untuk Anin. Ia letakkan di atas meja Anin, biasanya Anin melihatnya karena ia setiap pagi mengunjungi mejanya untuk mengambil handphone.


Tapi, Anin lupa jika handphonenya tertinggal di mobil hari itu.


Anin menatap lemas, daya tubuhnya tidak bisa di apa-apain. Ia hanya lemas, terduduk di lantai kamar mandi.


“Ya Allah, kenapa ini? Mana Bude sama Pakde udah pulang,” Anin menggelengkan kepalanya.


Berat untuk melangkah saja, Anin melangkah dengan pelan, hati-hati sekali ia.


Ia melangkah ke depan, untuk memanggil tetangga sebelah. Agar memberitahukan Bude nya untuk ke sini, membantunya ke rumah sakit.


Mengecek keadaannya bagaimana, sampai di depan untung saja Bude nya sudah sampai.


Bude langsung berlari, ketika Anin pingsan begitu saja. Ia menaruhkan rantangnya, dan menumpu badan Anin.


“Ya Allah Anin, Anin kenapa ini? Udah jangan cemas, risau! Bagaimana nggak bingung?! Aku harus telepon siapa lagi, Aksa iya suaminya...” Bude mengeluarkan handphonenya di dalam dompetnya dan mencari nama kontak Aksa.


“Ibu...” Ibu tetangga yang disuruh itu pun datang, mendengar teriakan Bude.


“Iya, astaghfirullah... Ini kenapa bu? Anin bawa ke rumah sakit, iya saya mau panggil anak saya dulu...” Ibu tetangga pun menyuruh anaknya untuk membantu Anin, segera melakukan perjalanan ke rumah sakit.


Agar mendapatkan pertolongan dari dokter.


“Huh, dasar gimana nih? Bapak apalagi, masih ada kerjaan.”


Bude mondar-mandir, sementara tetangganya rumah Anin itu menenangkan Bude nya Anin untuk diam, tidak lelah sendiri untuk berjalan ke sana ke mari.


“Udah bu, biar saya saja yang memberitahukan kepada Aksa.” Ucap anaknya tetangga itu, ia bersedia untuk ke kantor Aksa. Dan hanya mendapat anggukan dari bude.


“Sabar ya Bude.”


“Gimana mau sabar, ini suaminya nggak bisa dihubungi.” Emosi Bude naik, dan tetangga hanya diam tidak berani menjawab apa-apa. Karena ia di gaji juga oleh Bude nya Anin.

__ADS_1


***


Aksa yang tiba-tiba meeting, ia harus ketemu client keluar dan mencari tempat yang pas untuk pertemuannya dengan orang yang dianggap penting dari perusahaan.


Ya, orang itu dari Jawa Tengah. Melelang produk yang ingin dibahas, untuk membantu para warga. Aksa bersedia untuk membantu orang tersebut.


Aksa bersiap-siap untuk masuk ke dalam lift.


Ia mendengar suara kegaduhan di sana, ingin ia menghampirinya tapi ia urung. Karena ia hanya butuh menit untuk menempuh tempat tersebut. Tidak mungkin ia akan menghampiri orang yang membuat keributan itu.


“Mari Pak!”


Aksa masuk ke dalam lift, tiba-tiba ada orang yang menghalangi jalannya untuk masuk.


Aksa memilih untuk keluar lift lagi, sebelum orang itu terjepit oleh lift.


“Bahaya sekali kamu!” Ancam Aksa, satpam tersebut menarik tangan orang itu. Aksa menatap orang itu yang menatapnya dengan tajam, “Lepaskan!” Suruh Aksa dan mereka melepaskan orang tersebut.


“Pak...” Anak muda itu pun bebas dari jeratan satpam, Aksa menatapnya datar.


“Gini amat ya suami.” Cetusnya dan mendengar kata ‘suami'.


“Siapa suami?” Aksa langsung menanyakan.


Siapa tau ada orang lain yang mengaku-ngaku menjadi istrinya.


“Cih, nggak tau pula. Apa lupa gitu sama istrinya sendiri?” Anak muda itu mengerjai nya, semakin mempererat keadaan, Aksa ingin menonjok wajah orang muda itu.


“Anak muda, kamu ini bicaranya agak sedikit hormat kenapa?”


“Hormat? Hormat sama bendera kali, sama pahlawan. Emang kamu seorang pahlawan? Eh boro-boro istrinya sakit aja malah nggak ada di rumah, siapa yang nggak jengah kalau kayak gitu. Aku kalau jadi suami, ya harus siaga dong. Jangan klemer di depan istri, tapi di depan orang-orang kayak datar gitu.” Jelasnya panjang kali lebar.


Sebuah hinaan menurut satpam, para pekerja yang lewat di sana.


Ingin menarik orang itu dan memarahinya.


“Astaga lu itu anak remaja, yang seharusnya sekolah. Sekolah diajari tentang sopan santun nggak? Bicaranya nggak sopan gini.” Aksa pun berjalan ke anak muda itu, dan menepuk bahunya.

__ADS_1


“Siapa yang di maksud suami?”


“Jangan basa-basi! Aku nggak mau dikerjain si bocil yang nggak tau diri ginj.” Tambahnya dan bocah itu pun mendengus, lantas menepuk punggung Aksa.


Lancang sekali.


Satpam yang di sana, menunggu bocah ingusan tadi berbicara semakin geram dengan tingkahnya yang semakin bikin bakar jenggot saja.


“Jadilah orang yang bijak bro, katanya seorang CEO... Sayang sekali anda, kurang beruntung sepertinya... Anda tidak pantas mendapatkan gelar, dan orangnya tidak teliti sama sekali melalui pergerakan atas semua yang terjadi sama istri anda sendiri.” Bocah ingusan tidak menjelaskan, ia semakin tidak paham karena diajak berpetualang dengan bocah ini.


“SEKALI LAGI siapa?” desak Aksa.


“Nggak ngerti lagi, bodoh... Cari saja! Dan ini saya titip ini, baca sekarang!” Bocah itu mengeluarkan amplop yang berisi kertas dan menyerahkan kepada Aksa.


“Apa ini?”


“Makanya dibaca dong Pak CEO yang bodoh...” Huft, sabar Aksa....


Aksa membukanya, terkejut jika nampak nama istrinya disbut di rumah sakit. Ia membacanya dan membuka kertas itu secara lebar-lebar, tanpa ada lipatan sama sekali.


“Hah, ngomong dari tadi. Ayo!” Aksa menarik tangan bocah itu dan menariknya, memasuki lift. Wah suasana yang mengejutkan sekali, ketika Aksa menarik tangan bocah tersebut dan membawanya ke lift.


Padahal bocah tersebut naik ke atas, menggunakan tangga darurat. Makanya sampai tubuhnya peluh dengan keringat, dan sampai harus memberanikan diri untuk masuk ke dalam kantor ini.


Benar-benar melelahkan.


Satpam itu bengong, “Hem selamat...”


Mereka bernafas lega dan melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


...... Bersambung


... ......


Jangan lupa kasih like sama komennya 🙂.


Makasih

__ADS_1


__ADS_2