Samawa Till Jannah Season 3

Samawa Till Jannah Season 3
Episode 51


__ADS_3

Anin membelok dan ia menatap tidak  ada siapa-siapa, sama saja dari tadi.


Kepingin ia pukul tuh orang kalau nampilin mukanya, gitu tapi kok sejak tadi tidak muncul dan benar saja ia merinding sendiri ketika ada serpuan angin yang masuk di telinganya.


"Ehm, lagaknya jangan seperti ini!" ucap Anin dengan nada bergetar, dan ia menghadap ke belakang.


Ternyata orang itu ya suaminya sendiri, yang dari tadi kepingin memakan istrinya, hahaha ya nggak mungkin lah muat jika istrinya sekarang bernyawa dua.


Tapi, tenaganya lebih kuat yang mengukung tubuhnya dari belakang. Ia merasa was-was.


"Subhanallah, Allahuma lakasumtu ... astaghfirullah mas, kamu kok seperti ini penampilannya. Habis nyemplung di hotel 'kah?" tanya Anin, ia berhasil lepas dari pelukan sang suami dan Aksa menggaruk hidungnya.


Dengan cengenges, ia lantas mengangguk.


"Tadi nyemplung ke got, mau nolong kucing yang terbuang dari induknya. Jadi, mau nggak mau nyemplung. Kasian," jawabnya dengan nada lemah.


Soal pecinta kucing, belum ia pikirkan dari dulu memang suka nolong hewan-hewan yang membuat hatinya tergerak untuk menolong orang.


"Ya udah, sekarang kamu mandi. Terus, ya Allah ini apa?" Sontak Anin melotot ketika menatap lantai putih bersih yang awalnya, kini sudah kotor dengan tanah.


"Hehehe, gunanya pembantu di rumah ngapain. Sekali ini ngerepotin," ujar Aksa dengan santai, ia malah keburu lari dari sana sebelum ultimatum istrinya keluar dan menyembur.


"Heh, nggak enak kali tiap hari ngerepotin."


Anin menggeleng, dan ia melanjutkan masaknya tanpa terkecuali pembantu yang sudah disuruh Aksa dari ia masuk ke dalam rumah tadi untuk membersihkan jejak kakinya.


"Bu, maaf badan ibu kotor semua ..." tegur bibi yang lagi mengepel dan menatap majikannya dengan tersenyum.


Walupun menahan tawa untuk tidak menertawakan Si majikan. Tapi, tetap saja membuat Anin ketar-ketir sendiri dan benar jika bajunya sudah penuh dengan tanah yang hitam-hitam.


Anin mengepalkan tangannya kuat, menggeram emosi. Menahan emosi di dalam dada, jika itu menyembur sudahlah tinggal berapa watt itu suaminya.


"Lanjutkan pekerjaan kalian! Oh iya mana yang lain, saya mau kerjakan pekerjaan saya ini yang belum selesai!" perintahnya dan Anin tetap tersenyum tipis. Malu yang menyelimuti dirinya sebenarnya.


Demi suaminya, nanti malam ia tak akan memberikan pijatan refleksinya lagi.


Sampai meminta, tidak akan ia berikan tangan kasarnya itu menyentuh permukaan tubuh suaminya.


"Baik bu," Jawab mereka dengan serempak. Lantas, Anin pergi dari sana. Ia mau membersihkan diri dulu.


"Semuanya gara-gara Aksa ini," kesal Anin. Ia masih dongkol, baru saja ia mandi kok bisa aja kepikiran meluk istrinya begitu.


Anin masuk ke dalam kamar dengan muka datar dan ia masuk dengan membanting pintunya. Yang membuat Aksa sedang mengusak-usak rambutnya itu habis keramas, terkejut.


"Ini semua gara-gara kamu! Jadi, kotor semua! Dan bajunya kamu cuci pakai tangan kamu sendiri, tadi!" pungkas Anin, Aksa yang menghentikan gerakannya itu menatap aneh ke arah istrinya.

__ADS_1


"Ah, tadi sempat meluk ya? Oh iya lupa aku," kekeh Aksa yang tidak mengakui kesalahannya dan mengalihkan topik pembicaraan.


"Hm, lupa ... heh, katanya nggak ada dalam kamus kamu yang kata 'lupa', katanya harus lebih mengingat saja!" sindir Anin dan Aksa tersenyum tipis.


"Hahaha, iya kok jadi diingetin lagi ..."


Gemas yang ada Aksa, ia mendekati istrinya.


"Mandi dulu sekarang!"


Anin pun dengan langkah yang sama, ia mempercepat langkahnya dan hatinya entah kenapa rasanya ingin mencabik mangsa yang ada di belakangnya sekarang.


"Jangan marah-marah! Nanti cepet tua lagi," goda Aksa membuat Anin mengatupkan bibirnya.


Ia menye-menye yang jelas dari mulutnya saja komat-kamit tidak jelas sampai Aksa hanya membalas senyuman yang seram, ngeri-ngeri gimana gitu.


"Kalau gitu, enak kali dijahit itu mulut!" Sebuah ancaman yang membuat Anin balik badan, ia melotot tajam ke arah suaminya yang bersedekap dada.


Aksa menyunggingkan senyumnya, "Mandi dulu! Baru nanti liat sibad...." Ucap Aksa, yang disitu ada kata yang membingungkan. Anin mengeryit bingung, "Sibad? Kamu punya cewek lain hahh?" Anin menatap penuh tanda kecurigaan.


Aksa bingung sendiri, padahal maksudnya buka sibad nama orang tapi sidang isbat pembenarannya begitu.


Memang orang Indonesia kalau ngomong sukanya disingkat, jadinya begini kalau nggak mudeng dengan kata singkatan.


Memang asisten pribadinya, tapi ya nggak seenaknya untuk keluar-masuk kamar tanpa seizin yang punya kamar.


Mata Aksa menatap luar kamar, ia melangkah ke arah pintu kamar.


"Hm, ada cenayang ..."


Anin tanpa menggubris, ia masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan aktivitas mandinya dan bersih-bersihnya.


"Sabar Sa, lo nggak boleh emosi dan marah-marah. Inget besok udah puasa," Aksa pun meletakkan handuknya di jemuran yang ada di dekat kamar mandi letaknya.


Aksa menengok dengan tatapan jahilnya, ia memikirkan ide untuk menjahili istrinya. Tapi, sekarang ia pikir dulu sebelum semuanya terjadi.


Lantaran jika sesuatu yang ia kerjakan itu tidak mengikuti alur dramanya.


***


Aksa memilih untuk keluar dari kamar, dengan baju santai yang berwarna putih dan ia memakai celana pendek warna hitam.


Tidak disangka malah ada kedatangan tamu, entah siapa. Aksa terkejut yang ada, ia memperlihatkan tubuhnya yang pasti apalagi ada seorang perempuan yang bergelanyut manja sama suaminya yang ia lihat dari dalam. Ia mengintip dari balik jendela, demi apa ia melakukan seperti itu.


"Iya siapa sih orangnya mana balik badan," kesal Aksa yang ia tatap orangnya malah balik badan dan diusir yang pastinya.

__ADS_1


Ia hanya mendengar samar, jika pengawalnya tidak memberikan izin.


"Huh, orang salah alamat mungkin." ujar Aksa yang dengan muka tatapan pasrah, dan ia menatap jam dinding. Biasanya jam segini,  orang yang ia percayai untuk menjaga mamah dan papahnya sudah ada waktu.


Ia merogoh handphone di celananya, dan ia melangkah duduk di kursi soffa dengan kaki menyilang.


Walaupun agak menyiksa untuk disilangkan.


"Jam segini biasanya nunggu,"


Aksa mencari nomer asisten pribadi papahnya, ia pun menelepon.


Ia mau menanyakan bagaimana perubahannya, apakah ada kemajuan untuk kesehatan kedua orang tuanya yang masih terbaring di rumah sakit di Singapura sana.


Aksa berat hati mau menanyakan, jika ada apa-apa yang pastinya ia harus memilih keputusan.


"Mas Aksa, ini ada kecoa... Astagfirullah, ya Allah mana terbang lagi." teriak Anin dari kamar atas, membuat Aksa yang awalnya termenung ia pun langsung berlari dengan langkah tergesa-gesa.


Satu jurus ampuh, langsung sampai di depan pintu kamarnya dan juga Anin sudah nemplok badannya ke atas punggung suaminya dengan mata tertutup.


Anin menutup matanya, karena entah akhir-akhir ini memang dirinya sensitif dengan barang yang menurutnya aneh, ntah itu mau barang yang bentuknya kecil dikira ulet tapi kok bukan.


Harus menghela napas beberapa kali, biar tidak kehabisan napas.


Aksa memicing, "Mana?"


Aksa mencari-cari dengan barang andalannya, yang selalu ia bawa meski tidur atau itu jauh dari jangkauannya pasti barang itu tetap melekat di hatinya.


Anin masih takut, dan ia masih ingin nempel dengan begitu Aksa masih kuat menggendong tapi lama-kelamaan bisa punggung encok tujuh turunan, belokan, tanjakan. Ya, pokoknya nggak rata tulangnya.


"Astagfirullah, lah cuman ini?" Aksa memperlihatkan barangnya, akh ternyata salah mata atau salah penglihatan sebenarnya?


Matanya memandang malas, ia pun mengambilnya lantas membuangnya ke tempat sampah.


Anin pelan-pelan, ia membuka matanya dan bernapas lega. Aksa menghela napas juga, ia pun memandang istrinya yang pakai bath-rope dan Aksa tersenyum smirk.


"Udah! Aku lagi nggak mood kalau sekarang." Anin langsung nyaut gitu saja, ia menarik tangan suaminya untuk keluar dan mengusir dengan cara agak sedengan.


Bersambung...


Selamat menunaikan ibadah puasanya teman-teman 😂, dan semoga diberi keberkahan pahalanya bagi yang menjalankan ☺.


Maaf kalau ada kata yang salah atau pun aku yang selalu nggak nepati janji, it's okay jadi minta maaf saja dulu😂😘.


Bye, see you next episode...

__ADS_1


__ADS_2