SANG PEBINOR

SANG PEBINOR
Bab 40 - SANG PEBINOR


__ADS_3

Gia tersenyum kemenangan saat melihat Dion tertidur pulas di kamar nya, dia merasa di atas awan karena berhasil mencegah Dion pulang ke rumah istri nya. Tekad nya untuk merebut Dion dari istri sah nya semakin bulat. Karena dia berpikir, kehidupan akan terjamin jika menikah dengan Dion, karena dia PNS dengan gaji tetap.


Tapi seperti nya, dia belum tahu bagaimana sikap Dion yang asli. Selain pelit, dia juga ringan tangan. Saat ini, tentu nya pria itu juga takkan menunjukan sifat asli nya karena masih pacaran, tidak tau jika nanti sudah menikah. Yang jelas, penyakit pelit nya pasti takkan bisa di sembuhkan dengan berbagai obat.


"Mbak Mel, kasian sekali kamu. Aku tidur dengan kehangatan suami mu, sedangkan kau pasti kedinginan dan kesepian karena tidur sendiri." Gumam Gia, dia pun berbaring di samping Dion dan menarik selimut nya hingga ke dada. 


Dia pun mendusel ke dalam pelukan Dion, pria itu juga langsung mendekap Gia ke dalam pelukan nya. Membuat wanita itu tersenyum kecil, kedua nya pun tertidur dengan nyenyak.


Namun, nyata nya Gia salah besar! Kenyataan nya, Melisa tengah merasakan kehangatan juga rasa nyaman dan aman di dalam pelukan Arvin. Kedua nya, baru saja selesai melakukan kegiatan panas yang bisa membuat keringat, olahraga di atas ranjang. 


"Sayang.."


"Iya, sayang." Jawab Melisa, Arvin tengah bermain di dada nya, karena saat ini kedua nya belum berpakaian karena baru saja selesai bermain.


"Suami kamu gak balik?"


"Mana aku tahu, yang. Mungkin jam segini dia sudah tidur, jadi gak mungkin kalo balik nya tengah malam." Jawab wanita itu. Ada benar nya juga, ini sudah jam sepuluh malam.


"Dia di rumah nya Gia kali ya?"


"Gia siapa, yang?" Tanya Melisa dengan kening mengernyit. Mendengar pertanyaan Melisa, Arvin terlihat seperti terkejut tapi dengan cepat dia kembali menetralkan ekspresi wajah nya, seolah tak terjadi apa-apa.


"Nama selingkuhan suami mu itu kan Gia, sayang." Jawab Arvin.


"Kamu tahu dari mana, sayang?"


"Aku kan nyari informasi nya, biar yakin informasi ini tuh bener, yang."


"Ohh gitu ya, dia tuh istri orang apa janda, yang?" Tanya Melisa, sedikit demi sedikit dia merasa penasaran dengan sosok selingkuhan suami nya.


"Kata nya sih janda, gak tau kalo ternyata masih punya suami." Jelas Arvin lagi, sambil mengobrol pun tangan nya tak lepas dari bulatan kecil di puncak gundukan kenyal milik Melisa, memainkan nya sesekali menarik nya karena gemas.


"Ohh, pantesan Mas Dion betah nginep disana. Bebas ternyata, kagak punya laki." 


"Bagus dong kalo suami kamu sering gak pulang, jadi kita bisa bebas juga tidur berdua." Jawab Arvin sambil memainkan alis nya dengan genit.


"Hmm, tapi kalo Mas Dion punya rumah baru, uang gajian nya pasti di bagi dua dong ya?"


"Gak usah khawatir, kan aku juga punya gaji, sayang. Lagian, besok kamu menang arisan kan? Kita beliin kalung atau gelang ya, aku anterin ke toko mas nya." Ucap Arvin.


"Iya, sayang. Aku heran, kamu banyak uang dari mana yang? Padahal, kamu gak keliatan kerja gitu." 


"Aku kerja online, sayang." Jawab Arvin sambil menduselkan wajah nya di ceruk leher Melisa. Arvin sudah menduga, lambat laun Melisa juga akan menanyakan hal ini. 


"Di bidang apa?"


"Bisnis dong, sayang." Jawab Arvin lagi.


"Hmm, bisnis apa?"


"Astaga, kamu harus detail gitu ya nanya nya? Pokok nya bisnis online, sayang. Kamu gak usah khawatir, uang yang aku kasih ke kamu itu halal kok." 

__ADS_1


"Iya, sayang." Jawab Melisa, Arvin pun tersenyum lalu mengecup singkat bibir Melisa.


"Bobo yuk?"


"Ayo, sini kamu nya aku peluk." Arvin merentangkan tangan nya, Melisa pun langsung mendekat dan memeluk Arvin. Dia sangat nyaman jika berada di pelukan hangat Arvin, selain hangat juga aroma Arvin yang wangi membuat Melisa berkali-kali lipat merasa nyaman dan aman.


"Nyaman nya.." gumam Melisa sambil menduselkan wajah nya di dada bidang Arvin membuat tubuh pria itu menegang seketika. Dia berusaha menahan sekuat tenaga untuk tidak menyerang Melisa lagi. Tapi, semakin di biarkan Melisa semakin bergerak di dada nya, menimbulkan desiran-desiran aneh.


"Diamlah, sayang. Kalau kamu bergerak sedikit saja, aku pastikan malam ini kamu gak tidur, dan besok nya kamu gak bakalan bisa berjalan. Mau?"


"Eehhh, enggak-enggak yang. Maaf."


"Makanya, jangan mancing-mancing, kamu bisa di terkam sama singa kelaparan ini." 


"Iya, ampun bapak singa." Ucap Melisa, membuat Arvin tergelak, dia mencubit gemas pipi Melisa lalu mengecup singkat kening nya. 


"Selamat malam dan selamat tidur, ayang."


"Selamat tidur juga, sayang. Semoga mimpi indah dan tidur yang nyenyak." Balas Melisa.


"Tentu saja, tidur ku akan lebih nyenyak karena kamu disini, sayang." Jawab Arvin sambil tersenyum.


"Gombal." Ucap Melisa sambil menepuk lengan Arvin yang melingkar erat di pinggang nya. 


"Kamu tuh ya, kalo aku bicara manis kek gini pasti di bilang nya gombal, padahal ini kan fakta nya." 


"Iya-iya, aku percaya deh. Tapi mulut kamu manis banget deh belakangan ini."


"Isshh, kok jadi mengarah kesana sih." Rajuk Melisa sambil tersenyum malu.


"Jawab aja iya, sayang."


"Iya iya, aku suka. Suka banget malahan." Jawab Melisa, membuat Arvin tertawa.


"Nah gitu dong, gak usah malu-malu sama aku, yang. Toh aku udah sering kan lihat kamu tanpa pakaian." 


"Astaga, sayang. Kamu malah bikin aku tambah malu."


"Haha, sudahlah. Kapan kita tidur nya ini, yang?"


"Kamu nya ngajakin aku ngobrol mulu, jadi ngantuk aku hilang nih." Rengek Melisa, padahal tadi dia sudah menguap berkali-kali karena lelah setelah bermain. Tapi sekarang, rasa kantuk itu hilang entah kemana. 


"Yaudah, sambil nungguin kamu ngantuk. Gimana kalo kita main lagi satu ronde, yang?"


"H-ahh?" 


"Yuk.." belum juga di iyakan, Arvin sudah merangkak menaiki tubuh Melisa.


"Sayang ihh, aku capek." 


"Kamu tinggal berbaring doang, sayang. Aku yang gerak." Jawab Arvin, akhirnya Melisa hanya bisa pasrah, terlebih karena dia menyukai permainan Arvin yang terkesan sangat lembut meskipun tetap bergairaah.

__ADS_1


"Pelan-pelan gerak nya, ini masih sakit lho bekas yang tadi." 


"Iya, sayang." Jawab Arvin, dia pun kembali memasukkan senjata nya yang sudah menegang sempurna. 


"Aassshhh.." Melisa memekik kecil saat junior milik Arvin masuk sempurna ke dalam inti tubuh nya. 


"Sakit ya?"


"Enggak, cuma kaget aja, yang."


"Masih kaget juga, kan tadi udah masuk?"


"Tetep aja, kan tadi udah keluar. Jadi nya, agak kering ini nya."


"Yaudah, maaf ya." Ucap Arvin sambil mengusap kepala Melisa dengan lembut.


"Iya gapapa kok, yang." Jawab Melisa, dia tersenyum manis. Arvin pun menundukan kepala nya dan mencium bibir Melisa dengan mesra seperti biasa nya. 


"Enghh.." Melisa melenguuh seksii membuat Arvin semakin terbakar nafssu. Dia mempercepat gerakan maju mundur nya, membuat Melisa mendesaah dengan keras karena dia berhasil mendapatkan klimaaks nya yang pertama kali di ronde kedua.


"Enak, sayang?"


"Hmmm ya, ini enak sekali." Jawab Melisa. 


"Milik kamu sangat sempit, sayang. Ini nikmat sekali, lubang kamu meremaas junior ku." 


"Shiit! Ini terlalu sempit sayang, bagaimana bisa sesempit ini? Kamu memakai apa, sayang?" Tanya Arvin, dia meracau nikmat, milik Melisa selalu saja sempit, membuat nya merasa di manjakan.


"Sayang, sakit ihhh.." 


"Maaf, yang. Aku mau keluar." Jawab Arvin, dia semakin mempercepat gerakan nya. Benar saja, tak lama kemudian dia mendapat klimaaks nya.


"Aaargghh.." Arvin ambruk di atas tubuh Melisa, wanita itu mengusap pelan punggung Arvin, dia juga menyeka keringat di kening pria tampan itu. 


"Sekarang, aku mengantuk." 


"Yah, ayo kita tidur." Ajak Arvin sambil melepaskan penyatuan di bawah sana.


"Lho kok, yang.." Ucap Melisa sedikit melayangkan protes saat Arvin membuat tubuh nya berbaring miring membelakangi nya. 


"Aassshhh, sayang.." 


"Apa-apaan ini, yang?" Tanya Melisa saat Arvin kembali menusukkan milik nya ke dalam sana.


"Enak, yang. Hangat, hehe. Bobo nya gini aja."


"Iya deh, yang." Jawab Melisa pasrah, dia pun akhirnya bisa tertidur dengan Arvin yang memeluk nya dari belakang dengan di bawah sana yang tetap di jejali milik Arvin.


.......


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2