SANG PEBINOR

SANG PEBINOR
Bab 96 - SANG PEBINOR


__ADS_3

Sore hari nya, Arvin pulang dari perusahaan dengan wajah super duper kusut nya. Lelah? Tentu saja, pekerjaan di kantor selalu saja menumpuk membuat otak nya harus berpikir ekstra keras. 


Arvin masuk ke dalam rumah, di ruang tamu dia melihat ada Darren yang sedang membaca majalah dengan secangkir kopi dan sepiring kue di atas meja. Dari kue nya, Arvin yakin kalau Istrinya lah yang membuatkan nya.


"Sudah pulang?"


"Hmmm.." Jawab Arvin, dia pun mendudukan pantaat nya di sofa yang berseberangan dengan sang papah.


"Capek?"


"Itu sih gak yah di tanyain lagi." Jawab pria itu sambil menyandarkan punggung nya di sandaran sofa. Dia memijat pelan pelipis nya. 


"Mana Melisa, Pah?"


"Di dapur, istrimu kekeuh pengen masak. Padahal tadi udah papah larang." Ucap Darren, membuat Arvin menatap tajam ke arah sang papah.


"Jangan menatap papah seperti itu, sayang." 


"Eehh, hehe.." Arvin cengengesan, membuat Darren terkekeh. Sedatar, sekeras apapun seorang Arvin, dia tetap luluh oleh istri nya. 

__ADS_1


"Pulang kerja bukan nya langsung bersih-bersih, malah duduk disini. Sana ke kamar, terus mandi." Perintah Melisa.


"Iya, bumilku." Jawab Arvin, dia pun langsung menurut. Dia mencuri satu kecupan di pipi kanan sang istri lalu pergi ke kamar untuk membersihkan tubuh nya sebelum bumil itu kembali mengeluarkan suara nya. 


"Dia luluh sama kamu, Nak."


"Ya, begitulah Arvin, pah." Jawab Melisa sambil terkekeh. 


"Hmmm, dia sangat mencintai kamu seperti nya." 


"Mungkin begitu, pah. Eehh itu, kue nya enak gak pah?" Tanya Melisa pelan, dia takut kalau mertua nya mengatakan kue nya tidak enak. Tapi, Arvin selalu menyukai kue buatan nya. Dia bahkan selalu memuji kalau semua yang dia buat selalu enak, mungkin karena ada bumbu cinta nya, jadi terasa lebih enak. Mungkin seperti itu.


"Sama-sama, pah. Kalau begitu, Melisa mau lanjutin masak lagi di dapur."


"Jangan terlalu kelelahan, Nak. Ingat kamu sedang hamil muda sekarang." Peringat Darren membuat Melisa tersenyum manis.


"Iya, Pah. Memasak tidak pernah membuat aku lelah kok, karena itu hobi Melisa." 


"Terserah kamu saja kalau begitu." 

__ADS_1


Melisa mengangguk, dia pun kembali ke dapur. Wanita itu memasak soto ayam, lengkap dengan sambel nya. Ini pertama kali nya dia membuat soto, entah kenapa tiba-tiba saja sedang ingin makan soto berkuah kuning. Seperti nya akan terasa sangat menyegarkan.


Arvin keluar dari kamar, dia nampak berkali lipat lebih tampan kalau baru saja selesai mandi. Pria tampan itu menyugar rambut nya ke belakang, sambil berjalan pelan dengan tatapan lurus ke depan. Tujuan nya saat ini adalah dapur, dia ingin melihat istri nya sedang memasak apa. 


"Sayang.." Panggil Arvin, membuat Melisa yang sedang mengaduk kuah di panci menoleh lalu tersenyum.


"Iya, duhh ganteng nya suamiku."


"Iya dong, suami siapa dulu coba?" Jawab Arvin sambil terkekeh. Dia melingkarkan kedua tangan nya di perut Melisa, lalu menyandarkan kepala nya di pundak wanita cantik itu. 


Darren yang melihat itu tersenyum, lalu mengambil ponsel dan mengambil gambar kedua nya saat tengah bermesraan di dapur. Dia juga memposting nya di akun media sosial miliknya, dan baru saja beberapa detik, foto itu banyak mendapatkan komentar yang fositif. 


Kebanyakan sih komen iri melihat kemesraan pasangan suami istri itu, kaum hawa memang mengagumi sosok Arvin, tapi melihat kalau pria itu begitu datar jadi mereka hanya bisa melihat Arvin dari kejauhan, atau dari televisi. 


Tapi, begitu melihat foto yang di posting oleh ayah nya, itu memecahkan semua image datar dan dingin yang sudah di bangun nya. Fakta nya, pria itu sangat bucin pada istri nya. 


.....


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2