Sekedar Pelampiasan

Sekedar Pelampiasan
Bukan Dengan Berlari


__ADS_3

Suara errangan kini mulai terdengar dari sepasang kekasih yang sedang melampiaskan rindu yang telah lama terpendam.


Tangan Devano tak tinggal diam, tangan itu kini bergerak lincah masuk ke bawah pakaian Luna, menggerrayangii tubuh itu lalu mencari pengait bra dan melepaskan pengait itu kemudian merremmas himalaya kembar milik Luna.


"Emmmphhh..., ah Devano!"


"Bolehkah Joni bertemu dengan si chuby?"


Luna pun menganggukan kepalanya pasrah. Melihat anggukan Luna, Devano kemudian mellummat kembali bibir mungil itu dengan makin ganas, mengullum, melilitkan lidahhnya, dan menggigit bibir Luna dengan begitu bergairah.


Dia kemudian menghentikan ciumannya sebentar, lalu melepas pakaian Luna. Sudut bibirnya sedikit terangkat ke atas saat melihat tubuh putih mulus itu.


'Joni, are you ready?' batin Devano sambil meringis. Dia kemudian menerjang kembali tubuh itu, lalu menceruk leher Luna kembali, dan meninggalkan beberapa tanda merah sambil memilin-milin ujung himalaya kenyal milik Luna.


Setelah puas bermain di leher, Devano kemudian turun menuju ke himalaya kenyal, dan mengissaap himalaya itu, mengullum ujunggnya, dan memainkan lidahnya di sana secara bergantian.


"Shhhh... Ah, Devano!" teriak Luna.


"Nikmattt, Neng," ujar Devano sambil terkekeh diiringi sedikit dessahan.


"Pelan, pelan Devanooo! Shhhh... " ucap Luna yang mulai kehilangan kendali. Tubuhnya kini menggelinjing bak cacing kepanasan sambil melantunkan ******* lembut nan merdu dari bibirnya yang semakin membuat Devano semakin bergairah.


Devano yang sudah tak mampu lagi membendung hasratnya kemudian membuka seluruh pakaiannya. "Neng Luna!"


"Apaaaa..."


"Coba tanyakan pada Dora, apa sudah siap ketemu Bang Joni?"

__ADS_1


"Astaga Devanooooo.... "


"Baik, baik sabar sayang!"


Devano kemudian mencium kembali bibir Luna sambil menempelkan Joni di lakukan paha Luna, dan menggesek-gesekan Joni yang kini sudah sangat keras.


"Neng angetttt, masukin ya..."


"Devanooo... " legguhh Luna yang seakan meminta lebih. Devano tersenyum puas, dia kemudian memasukkan Joni ke dalam liang hangat Luna yang terlihat begitu indah di matanya.


'Luna, bagiku kau adalah sebuah keindahan,' batin Devano. Dessahann dari bibir Luna pun tak karuan, tubuh mungilnya kembali menggelinjing saat merasakan sesuatu yang masuk ke dalam tubuhnya.


"Ohhh sshhiiiiittttt ini sempit sekali, Luna. I like it."


"Hmmmm... Ah, Devanoooo!" legguuh Luna. Devano kemudian menatap wajah Luna yang sudah dipenuhi oleh nafsu, kemudian melummat kembali bibir itu sambil memainkan pinggulllnya dan menghentakkan kakinya hingga membuat tubuh Luna kini ikut meliuk-liuk sedangkan pinggullnya mengikuti irama gerakan Devano.


"Fuvvk aku hampir keluar, Luna. Ahhhh... Ahh.. Luna!"


Dessahhan dan errangaan itu pun kini terdengar berakhir dengan legguhhan panjang dari bibir keduanya. Devano tampak menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Luna.


"I love you," bisik Devano sambil menjjillat dan mengecup telinga Luna, hingga meninggalkan saliva basah di daun telinga itu.


Dia kemudian menggulingkan tubuhnya ke samping Luna. Lalu menarik tubuh Luna ke dalam dekapannya.


"Lunaaa.. "


"Apa?"

__ADS_1


"Aku selalu menyukai apapun tentangmu."


"Gombal, dasar raja gombal!"


"Luna... "


"Apa?"


"Lagiiii..."


"Astagaaa..."


"Joni belum mau tidur Luna, dia masih sangat merindukan Dora, ayolah sayang... "


"Baik, tapi cukup sekali. Aku harus pergi ke kantor, Devano!"


"Tidak usah ke kantor. Karena setelah ini kita akan pergi, pergi selama-lamanya dari semua orang."


"Apa maksudmu? Apa kita akan kawin lari?"


"Tidak Luna, itu terlalu melelahkan. Joni tidak akan sanggup melakukan semua itu, Joni lebih suka melakukannya di dalam kamar, bukan dengan berlari."


"Astagaaa Devanooo!"


NOTE:


Maaf cuma dikit karena ini sebenernya part tambahan soalnya susah banget keluarin adegan kaya gini di entun 😅😅

__ADS_1


__ADS_2