
Dea menatap gundukan tanah basah yang ada di depannya, air matanya tak henti-hentinya mengalir dari kedua sudut matanya. Ya, penyesalan memang selalu datang terlambat, bahkan terkadang penyesalan juga datang saat kita sudah tidak bisa memperbaiki kesalahan yang telah kita lakukan. Rahma, sosok orang tua yang begitu dibenci olehnya. Namun, tanpa dia sadari Rahma lah yang selalu menyelamatkan dirinya dari situasi yang sulit. Rahma tidak hanya memberikan kehidupan baru baginya, tapi juga telah meminta Arka untuk mencabut tuntutan pada Dea hingga membuatnya bebas dari jerat hukum. Sayangnya dia menyadari itu saat semuanya sudah terlambat, dan itu sangatlah menyakitkan.
"Mama maafkan aku ma," ucap Dea terus menerus. Hatinya terasa begitu sakit
'Mama maafkan aku, karena aku baru menyadari semua ini di saat semuanya sudah terlambat. Tapi bagaimanapun juga aku harus berterima kasih pada Tuhan karena telah mengajariku pelajaran hidup yang paling berharga. Pelajaran hidup akan kasih sayang orang tua yang begitu besar, pelajaran akan sebuah penyesalan yang membuatku merasakan rasa bersalah seumur hidup. Tapi aku terima, dan aku anggap untuk pembelajaran dalam memperbaiki diri,' batin Dea sambil terisak. Sedangkan Arka hanya berdiri di sampingnya menatap gundukan tanah basah itu.
Luna kemudian mendekat ke samping Dea yang saat ini duduk di atas sebuah kursi roda. Dia lalu memandang wajah Dea dan menggenggam tangannya.
"Dea, mama orang yang sangat baik. Apapun kesalahan yang pernah mama lakukan, percayalah itu semua untuk kebaikanmu, karena dia sangat menyayangimu."
"Iya aku tahu Luna, dan aku baru menyadari itu saat dia pergi untuk selama-lamanya. Kau tahu, rasanya sangatlah menyakitkan bagiku."
"Ya aku tahu bagaimana perasaanmu, kau pasti sangat sakit."
"Iya Luna, ini benar-benar sebuah pelajaran berharga bagiku dan aku akan merubah semua sikapku agar menjadi pribadi yang lebih baik agar tidak mengecewakan mama yang telah memberikan kehidupan baru bagiku."
"Iya Dea."
Sementara itu di sisi makam yang lain, tampak Fitri, Dimas, dan Delia juga menatap gundukan tanah basah itu.
'Urusanku denganmu belum selesai, Rahma. Tapi kenapa kau sudah pergi meninggalkan dunia ini begitu saja? Kau memang pengecut, tapi aku salut padamu. Kau telah melakukan pengorbanan yang begitu besar pada putrimu sejak putrimu lahir sampai saat ini, aku yakin itu tidaklah mudah. Tapi bagaimanapun juga harus kuakui aku pun harus mengucapkan terima kasih karena kau telah membesarkan dan merawat Luna dengan penuh kasih sayang. Semoga kau tenang di sisi-Nya,' batin Fitri. Dia kemudian mendekat ke arah Luna.
"Luna, ayo kita pulang sekarang! Bukankah kau juga harus banyak beristirahat?" ujar Fitri. Devano kemudian membantu Luna bangkit.
'Terima kasih, hanya itu yang bisa kuucapkan padamu atas semua kasih sayang yang telah mama berikan. Aku tidak akan pernah menyalahkan mama karena telah memisahkan aku dan membuatku terpisah dari keluargaku. Sampai kapanpun kau tetap mamaku yang telah merawatku sejak aku kecil. Terima kasih, Ma,' batin Luna sebelum berjalan meninggalkan pusara Rahma. Devano yang melihat Luna masih terisak kemudian merengkuh tubuhnya ke dalam pelukannya.
"Ikhlaskan semua yang terjadi, ini sudah menjadi suratan takdir. Semua yang ada di dunia ini pasti kembali pada Sang Pencipta, termasuk aku dan kamu. Namun, satu yang perlu kau ingat, sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu sampai maut memisahkan kita. Bahkan, kalau boleh aku meminta pada Tuhan, aku ingin saat waktuku habis begitu pula denganmu. Aku ingin kita selalu bersama, hanya itu pintaku pada sang pemilik skenario kehidupan. Karena, aku sangat mencintaimu. I love you Luna."
Luna kemudian menganggukkan kepalanya meskipun dia masih tampak begitu terisak. "Udah jangan nangis terus Luna, ntar cakepnya ilang. Kalo cakepnya ilang bisa-bisa kualitas Dora menurun sayang! Padahal nanti malam aku mau memperagakan gaya baru padamu."
__ADS_1
"Gaya baru? Gaya baru apa?"
"Gaya baruku, kesebut gaya 1001 malam. Dora pasti sangat menyukai Joni, begitu pula sebaliknya. Mereka tidak akan pernah terpisahkan, sama seperti kita."
"Kau ada-ada saja!"
"Benar Luna, hanya mengatakan Dora saja Joni sudah berkedut. Mereka memang pasangan yang cocok, sama seperti Olive dan Popeye."
"Devano sudah diam! Lihat itu Oma sedang bicara pada Mama."
Mata Devano kemudian terbelalak melihat Fitri yang sedang berbicara dengan Viona. "Luna ayo kita mendekat pada mereka."
"Iya Devano."
Mereka kemudian mendekat ke arah Viona dan Fitri yang sedang berbincang.
"Jadi kau masih ingat janjimu Viona untuk menemuiku setelah aku sembuh?"
Fitri pun tersenyum kecut. "Bagus kalau kau ingin memperbaiki kesalahanmu."
"Iya Oma."
"Kalau begitu, apa yang harus kulakukan?" tanya Viona.
"Benar kau mau melakukan apapun yang kuminta?"
"Iya Oma, apapun yang Oma minta."
"Baik, aku hanya minta kau harus melayani Luna selama dia hamil dan setelah dia melahirkan."
__ADS_1
"Apa? Melayani Luna?"
"Ya, bukankah kehamilan Luna saat ini sedikit berat karena dia pernah mengalami pendarahan saat di awal kehamilannya? Jadi kau harus menjaga menantu dan cucumu yang ada di dalam kandungan Luna. Kau harus memenuhi semua kebutuhan Luna, apa kau mengerti?"
"Tapi Oma, kasihan Mama," sahut Luna.
"Kasihan? Itu bukan hal yang berat Luna. Bagaimana Devano? Kau memperbolehkan mamamu melayani Luna selama dia hamil dan melahirkan kan?"
"Oh tentu saja Oma Fitri, itu pasti akan sangat baik untuk kesehatan Mama. Mama akan jadi lebih banyak bergerak, dan tidak terus-menerus melakukan kegiatan yang tidak berguna. Bahkan selain menjaga Luna, mama juga sepertinya harus diberi tugas tambahan untuk membersihkan rumahku."
"Ide bagus Devano! Lihat Luna, Devano saja sudah menyetujuinya."
"Jadi kau mau kan menjadi pelayan Luna?"
Viona pun tersenyum getir. "Baik Oma," jawab Viona.
"Kalau begitu, kita pulang sekarang. Dan Luna, ayo kita sambut pelayan barumu, Mama Viona!" teriak Devano.
"DEVANOOOOOOOO!"
TAMAT
...****************...
NOTE: Sekian ya dear, makasih banyak yang udah mengikuti kisah ini dari awal sampai akhir. Maaf kalo masih banyak kekurangan karena othor sadar diri, othor bukan penulis hebat kaya Habibburahman El Shirazy wkwkwkkwkk. Kalo ada waktu dan kesempatan othor adain EKSTRA PART khusus keuwuan Joni dan Dora, jadi jangan klik unfavorite dulu ya.
Sekali lagi terima kasih banyak.
Yang belum mampir, jangan lupa mampir juga ya novel TERJERAT PESONA SUAMI TANTEKU. Dijamin ceritanya juga seru dan menantang adrenalin ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜…😅😅
__ADS_1
Terima Kasih, love you dear 💙🤗