Sekedar Pelampiasan

Sekedar Pelampiasan
Percaya Padaku?


__ADS_3

Mendengar sebuah suara dari luar jeruji besi, Dea lalu mengangkat wajahnya. Dia pun tampak terkejut saat melihat seorang laki-laki yang sangat dikenalnya sedang berdiri sambil tersenyum padanya.


"Mau apa kau kesini Devano? Kau mau menertawakanku? Lebih baik kau cepat pergi dari sini karena aku sangat muak melihat wajahmu!"


"Ck, ck, ck. Tolong jangan pernah muak padaku my sweet, honey, baby cipirily. Bisa-bisa kau menyesal telah menolak kehadiran lelaki tampan yang tidak ada duanya ini!"


"Cih! Jangan pernah bermimpi!"


"Bidadari cipirily, kenapa kau berkata seperti itu padaku? Aku datang karena aku sangat merindukanmu, Sayang."


"Kau pikir aku percaya pada kata-katamu itu? Aku sudah tidak mau tertipu oleh rayuan busukmu itu! Lebih baik cepat kau pergi dari sini!"


"Honey, baby, sweety, my bidadari kenapa kau berkata seperti itu padaku? Kenapa kau tega sekali, Sayang. Apa kau tahu betapa tersiksanya diriku karena menahan rinduku padamu."


"Tolong hentikan kata-kata busukmu itu! Dan jangan sekali-kali kau memanggilku dengan kata sayang, Devano! Apakah sudah lupa yang telah kau lakukan tadi malam padaku?"


"Baby, honey, sweety, cipirily, my bidadari. Sekarang tolong dengarkan aku, aku mau jujur padamu, kalau sebenarnya tadi malam aku hanya berpura-pura padamu. Aku hanya berpura-pura di hadapan semua orang agar tidak ada yang curiga padaku."


"Cuih! Kau pikir aku percaya padamu? Kau datang kesini pasti ada sesuatu kan? Pasti ada udang dibalik batu karena kau mulai merasa panik kalau hubunganmu dan Luna ternyata tidak semulus seperti yang kau bayangkan, iya kan? Jadi kau datang padaku untuk merayuku lagi? Cih, kau pikir aku bodoh Devano?"


"Tidak sayang, kau tidak bodoh. Aku tahu aku yang sudah bodoh karena tak bisa lepas dari cintamu, ea ea ea."


"Hentikan Devano! Kau pikir aku percaya padamu? Aku sangat muak denganmu dan rayuan busukmu itu!"


"Sweety, tolong kau jangan berkata seperti itu. Sekarang tolong tatap mataku, apa aku seperti sedang berbohong padamu? Lihat aku, rasakan tatapan cinta yang ada di mataku? Apa kau masih meragukan aku?"

__ADS_1


"Cih! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah percaya padamu, Devano? Apa kau tidak malu berkata seperti itu padaku setelah apa yang kau lakukan padaku tadi malam! Kau bahkan memperlakukan aku dengan sangat buruk kan?"


"Maafkan aku, Sayang. Tolong kau percaya padaku karena sebenarnya selama ini aku hanya berpura-pura mencintai Luna."


"Jangan bohong! Sejak dulu kau sudah berpacaran dengannya kan? Kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu?"


"Hahahahaha, Dea sayang. Sekarang, akan kuceritakan padamu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Sejak dulu, aku hanyalah berpura-pura mencintai Luna, karena sebenarnya aku sudah tahu kalau Luna adalah Sachi."


"Jangan bohong!"


"Jadi kau tidak percaya padaku? Kalau kau tidak percaya padaku, tolong kau tanya pada Arka, karena sejak dulu aku sudah memerintahkan Arka untuk menyelidiki siapa Luna sebenarnya."


"Tidak mungkin!"


"Benarkan yang kau ceritakan?" tanya Dea yang mulai terpengaruh dengan perkataan Devano.


"Honey, baby, sweety. Untuk apa aku berbohong padamu? Itulah sebabnya aku menjalin hubungan dengan Luna agar aku bisa menguasai seluruh harta milik Luna, dan aku tetap bersikap bodoh sampai Mama Delia yang mengatakan semuanya pada kami. Itu semua kulakukan agar tidak ada yang curiga padaku."


"Aku tetap tidak percaya."


"Honey, coba kau pikir, untuk apa aku meninggalkan Luna di acara pernikahan kami, demi menemui dirimu yang sangat kucintai, kusayangi, dan amat kubanggakan. Dea sayang, sebenarnya aku sudah sangat tertarik padamu saat kita bertemu di rumah mama. Saat melihatmu, bagiku, kau terlihat begitu manis, seksi, dan menggairahkan, kau tahu jantungku pun rasanya seakan berdetak begitu kencang, sangat kencang seperti jerapah yang sedang berlari di gurun afrika. Kau terlihat sangat berbeda, tidak seperti Luna yang sangat pasif dan membuatku bosan."


Mendengar perkataan Devano, Dea pun terdiam. Melihat Dea yang mulai terpengaruh oleh ucapannya, Devano kemudian memegang tangan Dea.


"Sayang, sekarang kau percaya padaku kan? Kalau kau percaya padaku, kau mau kan bekerja sama denganku?"

__ADS_1


Dea kemudian menatap Devano sambil mengernyitkan keningnya. "Bekerja sama denganmu? Bekerja sama tentang apa Devano?"


"Aku tidak mau mengatakan rencanaku padamu sebelum kau mengatakan kalau kau percaya padaku. Aku tidak mungkin membocorkan rahasiaku pada orang yang masih memiliki pikiran buruk padaku."


Dea pun terdiam, dan tampak berfikir sejenak. "Dea sayang, sweety, honey, baby cipirily. Bagaimana? Apa kau percaya padaku?"


Dea kemudian menatap Devano dengan tatapan penuh tanda tanya. "Baiklah, aku percaya padamu Devano."


Devano pun tersenyum, lalu membelai wajah Dea. "Terima kasih, Sayang. Terima kasih bidadariku."


"Bidadari empangku, mimi peri similikiti weleh-weleh selamat datang dalam permainanku lagi," ujar Devano lirih. Apalagi saat ini Dea tampak memejamkan matanya, merasakan belaian tangan Devano yang terasa menghanyutkan hatinya.


***


CEKLEK


Seorang perawat yang mendorong kursi roda Fitri masuk ke sebuah ruang perawatan. Saat memasuki ruangan tersebut, seorang wanita yang terbaring di atas brankar, tampak begitu terkejut dengan kedatangannya.


"Jadi kau yang bernama Rahma?" tanya Fitri.


"I-iya, Nyonya. Maaf, anda siapa?"


"Aku adalah seorang wanita yang batinnya begitu tersiksa karena seorang cucunya disembunyikan oleh wanita yang tidak bertanggung jawab sepertimu!"


DEG

__ADS_1


__ADS_2