
Cukup lama Meisya tertidur, Saat kembali tersadar, beberapa bagian tubuhnya sudah diobati, ada yang dijahit dan diperban. sementara kakinya nya harus segera dioperasi dan dipasangi gift. Meisya semakin sedih meratapi nasip Malang nya, karena tidak ada Aldo disampingnya disaat dia begitu ! membutuhkan kehadiran suaminya itu.
“Bang, kamu benar-benar tidak peduli padaku lagi, meskipun kondisi ku seperti ini kamu tidak pernah datang untuk menemuiku, apa sebegitu buruk dan tidak berartinya aku dihatimu hu.... hu....” Kembali menangis.
Ditempat lain, Devan sangat kesal, dia membanting ponsel kesal dan penuh kemarahan. Begitu mendengar kabar dari orang suruhannya, tentang kenyataan kehidupan keluarga Meisya sekarang. setelah menikah dengan laki-laki pilihan nya.
"Dugaan ku ternyata benar, dia tidak pernah mencintai Meisya. dia hanya menginginkan harta Mama dan papa." gumam Devan.
Devan yang selama ini hidup dan tinggal di negeri Singapura, dia sangat sibuk dan berfikir jika Meisya hidup bahagia Dengan suami pilihan hatinya, sehingga Devan tidak terlalu khawatir dan jarang sekali menghubungi Meisya.
"Aku tidak menyangka, ternyata kehidupan adik angkatku seburuk itu setelah menikah dengan pria pilihan hatinya. laki-laki brengsek" Mengepalkan tangannya emosi.
Devan mengambil penerbangan pertama dan segera pergi ke Indonesia, dan langsung menuju rumah sakit tempat Meisya dirawat. Atas persetujuan pihak rumah sakit tersebut, Devan membawa Meisya yang tidak sadarkan diri pasca operasi kenegaraan lain. untuk mendapatkan pengobatan terbaik dan melindungi nya untuk sementara waktu dari orang-orang yang berniat jahat pada adik angkat nya itu.
Meskipun Devan mencurigai Aldo, suami adiknya itu, namun dia tidak mempunyai cukup bukti yang kuat. Mengingat informasi yang didapatkan saat Meisya kecelakaan dan saksi mata pun tidak bisa memberikan informasi yang jelas mengenai mobil dan pemilik nya, kejadian ini benar-benar atas kesengajaan pikir Devan.
"Kak Devan." Ucap Meisya lirih saat tersadar dari pingsannya. Orang pertama yang dilihat nya adalah Devan bukan suami kesayangannya.
"Iya Meisya, ini kak Devan mu.” Devan mendekati Meisya, dan mengusap lembut air mata gadis itu.
"Kak Devan kemana saja selama ini, aku menderita setelah kepergian Mama dan papa hu...hu..." Terang Meisya yang kembali menangis.
Dia teringat alam bawah sadarnya sewaktu bertemu bayangan mirip sang Mama, yang mengatakan masih ada orang yang tulus menyayangi nya. “ mungkinkah orang itu kak Devan.” Piki Meisya.
"Maafkan kakak dek, kakak tidak pernah membayangkan jika nasip akan membawamu seperti i I. karena kamu sudah menikah dengan laki-laki yang kami cintai dan pilihan hati mu." terang Devan.
"Aku mencari-cari bang Aldo, dia sudah beberapa. ini tidak pernah pulang kerumah kak." Ucap Meisya sefih.
__ADS_1
"Mulai sekarang kakak tidak akan pernah meninggalkan mu lagi dek, kakak berjanji akan selalu melindungi mu dari segala macam ke jahatan, termasuk orang-orang yang ingin mencelakai mu," Devan Ikut sedih melihat kondisi Meisya sekarang, dulu gadis itu begitu ceria dan manja.
“Dimana kita sekarang?” Meisya menatap heran melihat sekeliling nya, dia sangat yakin jika dia sekarang tidak berdaya dinegara nya.
“Kamu kakak bawa ke negara ini untuk mendapatkan pengobatan terbaik, dan juga melindungi dari mereka yang ingin berbuat jahat dan mencelakai mu. Disini kakak juga bebas memantau mu dek.” Terang Devan.
“Terimakasih kak. tapi aku takut bang Aldo akan mencari-cari ku kak?” Balas Meisya, dia sebenarnya terharu melihat kebaikan hati kakak angkatnya itu. namun dia masih memikirkan Aldo suaminya.
"Sudahlah Meisya, jangan pikirkan Aldo dan Aldo lahi, cukup sudah kamu menderita dibuatnya selama ini.," terang Devan.
"Maksud kak Devan.?"
"Sudahlah Meisya, kakak sudah tahu segalanya tentang Aldo dan siapa dia sebenarnya." Ucap Devan kesal.
"Sudahlah Meisya, mungkin berpisah dengan pria jahat itu jalan terbaik untuk mu, sehingga Tuhan menunjukkan kebusukan dan kelicikan Aldo di matamu, supaya kamu sadar siapa sebenarnya laki-laki itu." Devan Membujuk Meisya dan mencoba menenangkan gadis itu.
Meisya juga menumpahkan segala kesedihan nya di dada bidang Devan, dan menceritakan semua kejadian dimana dia memergoki Aldo pada malam itu bersama Sally, yang tengah memadu kasih di apartemen mewah yang dibeli mengunakan uang Meisya. bahkan Aldo Tanpa perasaan pergi meninggalkan Meisya begitu saja. membuat Meisya sangat prustasinya mencari Aldo kesana kemari.
"Begitulah cerita kak Devan." Tutur Meisya panjang lebar.
"Dasar laki-laki brengsek, pengecut dan gila hatra. dia tidak pantas mendapatkan wanita sebaik kamu Meisya." Ucap Devan.
"Oya, apa kamu mengenali pemilik mobil yang menabrakmu itu.?" Tanya Devan memastikan.
"Tidak kak, karena kaca mobilnya gelap, dan kejadian itu begitu cepat dan secara tiba-tiba." Terang Meisya.
__ADS_1
"Aku yakin sekali pelakunya pelakor dan suami brengsekmu itu." Devan mengepalkan emosi
"Tidak mungkin bang Aldo tega padaku kak. aku yakin meskipun dia tidak mencintai ku, tapi bang Al tidak mungkin ingin mencelakai ku sekejam itu." Berliana masih tidak percaya jika Aldo akan tega berbuat sampai sejauh ini.
"Mungkin saja Meisya, karena misi utama menikah dengan mu karena harta, dan jika kamu sudah tiada. dia akan memiliki semua nya. Buka matamu Meisya, Aldo itu laki-laki licik dan serakah seperti mamanya." Ucap Devan.
Meisya kembali menangis, hati kecilnya masih tidak percaya Aldo berbuat seperti itu, Meisya pun masih sangat mencintai Aldo , dan mengusap pelan cicin kawin yang masih melekat dijemari nya.
"Aku tidak akan pernah melepaskan cicin kawin kita ini bang, aku masih berharap kamu mencariku dan menyesali perbuatan mu padaku dan mengingat kembali janji – janji suci pernikahan kita. Aku ingin membuka lembaran baru lagi dengan mu bang." Bisik hati kecil Meisya.
"Kupejamkan mata ini mencoba untuk melupakan, segala kenangan indah tentang dirimu tentang mimpiku, entah dimana.....dirimu berada....hampa hatiku hidup tanpa dirimu....mas Aldo .,," Gumam Meisya sedih menghafal bait-bait lagu kesukaannya.
"Aku harap kamu mau mengikuti kata-kata kakak, kita harus mengungkapkan kasus kecelakaan mu, aku curiga semua ini perbuatan mereka yang ingin kamu tiada." terang Devan.
"Tapi kak." Meisya masih terlihat keberatan.
"Meisya, sudah Waktunya kakak untuk turun tangan, tolong buka matamu dek, dan terima kenyataan jika selama ini kamu hanya dimanfaatkan oleh Aldo dan keluarganya." Terang Devan yang ingin sekali Meisya tersadar dan membuka matanya untuk melihat kenyataan ada, karena dia siap membantu Meisya bagaimana pun caranya. Karena keluarga Meisya sangat baik dan sudah seperti orang tua kandung nya sendiri.
__ADS_1