
Dikamar hotel, Bunga terbangun sambil mengusap matanya yang masih tersa begitu berat dan kepalanya yang pusing.
"Aku dimana?" bergumam sendiri melihat sekeliling ruangan yang tersa asing.
"AAaaaaaaggh tidakkk," teriak Bunga tiba-tiba, begitu melihat pakaian nya berserakan dilantai, dan menyadari jika tubuhnya saat ini polos tanpa sehelai benangpun.
"Siapa laki-laki yang telah menggauli ku semalam, dasar sial. dia memanfaatkan situasi kondisiku yang terluka dan mabuk berat." Bunga *******-***** rambut nya Frustasi dan menyesali kebodohan dan kecerobohannya sehingga hal buruk menimpa dirinya saat ini.
"Aku sudah kotor, Devan tidak a pernah kembali padaku.., sesuatu yang selalu aku jaga sudah hancur." tangis bunga pecah.
Bunga yang masih kesal, marah menyeret langkah menuju kamar mandi dan berendam dalam bactub sambil terus berusaha mengingat kejadian semalam. namun dia masih belum juga bisa mengingat seutuhnya wajah laki-laki tersebut.
__ADS_1
"Aku harus segera meninggalkan tempat ini, sebelum dia kembali. aku kawatir dia akan menjebakku dan mengancam. aku tidak ingin kehidupan ku bertambah hancur gara-gara ini, ini salahku yang suka lari ke Club jika sedang ada masalah." Bunga menyudahi mandi dan segera berpakaian kembali, dia berjalan agak kewalahan menahan rasa perih menuju mobilnya dan melajukan kearah jalan apartemen.
"Semoga saja tidak ada yang mengetahui kejadian sial ini, dan laki-laki bresengsek semalam juga tidak menjebakku." Gumam Bunga.
Sampai diapartement Bunga menarik nafas lega, dia langsung naik keatas ranjang untuk melanjutkan tidurnya kembali. mengingat dia masih sangat capek. tidak berapa lama Bunga sudah tertidur pulas sambil meringkuk didalam selimut tebal yang membuat tubuhnya kembali mersa hangat.
***
meskipun saat ini dia juga dilema dengan perasaan bersalah pada sahabatnya Bunga.
"Kak Devan."
__ADS_1
Meisya berjalan cepat kearah Devan, dan langsung menghambur ke dalam pelukan laki-laki yang sangat dicintainya itu. mereka berpelukan melepaskan rasa rindu meskipun baru dua hari saja tidak bertemu.
Setelah saling kangen-kangenan, Meisya baru menanyakan kabar Bunga, wanita yang baik yang pernah ikut menolongnya, dihatinya kecilnya Meisya juga merasa bersalah pada Bunga. tapi dia juga tidak bisa berbuat lebih. kare dia dan Devan saling mencintai, mengingat Devan dan Bunga juga belum terikat hubungan apapun selain persahabatan.
Devan dan Meisya juga merencanakan pernikahan mewah, kare mereka ingin ini pernikahan pertama dan terakhir buat mereka berdua. tidak tanggung-tanggung Devan dan Meisya juga mencari gedung terbaik dan pakaian pengantin perancangan dunia.
Aldo dan keluarganya, ikut turun tangan membantu persiapan pernikahan ke dua bagi Meisya, paling tidak untuk menebus kesalahan yang pernah mereka perbuat dulunya.
Aldo juga berencana, setelah Sally lepas menjalani masa tahanan nya, mereka juga memutuskan untuk menikah. mengingat kondisi Sally yang saat ini sedang mengandung anak Aldo.
Seminggu kemudian, pernikahan mewah pun dilangsungkan. senyum tidak pernah lepas dari wajah cantik Meisya dan Devan, kedua nya terlihat sangat bahagia dengan pernikahan mereka. sambil menyalami setiap tamu undangan yang hadir.
__ADS_1
Bunga sengaja tidak datang di hati bahagia pasangan Devan dan Meisya, dia masih larut dalam kesedihan nya. bahkan semenjak kejadian yang menimpanya di Club malam itu, Bunga mengurung dirinya dikamar.