Semanis Janji, Sepahit Dendamku

Semanis Janji, Sepahit Dendamku
Terkuak


__ADS_3

"Jangan mendekat, jangan...." Bunga menutup matanya, ketika merasakan hembusan nafas Zerzio yang semakin mendekat kearah bibirnya. pergerakan Bunga telah dikunci kedua belah tangan kekar Zerzio.


Zerzio menghentikan gerakannya, dia menatap lekat, wajah cantik yang selama ini dirindukannya. putih bersih dengan bibir merah muda yang terlihat begitu manja.


Tiba-tiba Zerzio mengulum senyum, Melihat wajah lucu Bunga yang mengoceh pelan, tapi terdengar tidak jelas sambil menutup matanya. hal yang terlihat begitu menggemaskan dan imut.


Tingkah Bunga yang seperti itu, membuat Zerzio gemas dan tidak tahan untuk membawa wanita yang sangat dirindukannya itu kedalam pelukan hangatnya.


"Lepas, jangan lakukan ini. Presdir Anda tidak bisa memelukku sembarangan. hey Tuan Frans berdua tolong aku...!"


Bunga berusaha untuk melepaskan dirinya, namun semakin dia berusaha semakin erat pelukan Zerzio. sebelah tangan Bunga berhasil menggapai baju Frans, dan menarik kuat, tapi Frans malah mundur beberapa langkah dari Bunga. bahkan Frans menutup telinga dengan handset dan memutar musik, seolah-olah dia begitu terhanyut dengan suara alunan lagu yang terdengar.


"Bayangan percintaan panjang mereka malam itu kembali melintas." membuat dada Bunga terasa sesak.


"Okey, aku akan melepaskanmu dengan satu syarat.!"


"Apa syaratnya.?" balas Bunga membuang muka dari Zerzio yang tidak lepas menatap wajah nya.


"Peluk dan cium aku, serta bersedia untuk menikah dan menjadi istriku, syarat yang sangat simpel dan menyenangkan bukan?"

__ADS_1


"Apa.??? jangan mimpi, aku tidak akan melakukan itu padamu, apalagi menjadi istri mu." bentak Bunga yang mulai berani.


"Baiklah kalau kamu menolak, kita akan terus seperti ini. kamu pikir bisa lepas dariku semudah itu." ucap Zerzio.


Bunga menyadari jika lift itu sengaja telah dimatikan, dia yakin Zerzio sudah mengatur semua ini. sebelum dia masuk keruangan itu.


"Baiklah." ucap Bunga tertunduk lesu, karena berteriak pun percuma. tidak akan ada orang yang menolongnya.


"Ayo mulai." suara Zerzio begitu dekat ditelinga Bunga.


"Aku malu." suara lembut Bunga terdengar bergetar.


Zerzio segera paham maksud Bunga, dengan bahasa isyarat dia memberi kode pada Frans untuk membelakangi mereka.


Bunga memejamkan matanya pasrah, perasaannya bercampur aduk. antara marah, benci , muak dan perasaan kesal yang mendalam terutama teringat kejadian malam itu, namun disisi lain dia juga mulai nyaman de sentuhan Zerzio.


Bunga merasa begitu damai dan nyaman dalam pelukan Zerzio, dan terus memejamkan matanya. mulut terasa terkunci. ingin rasanya dia berteriak menumpahkan segala kemarahan dan kebencian nya dan mendorong kuat tubuh laki-laki ini, tapi disisi lain dia begitu ingin menikmati rasa indah dan ketenangan ini.


Bunga kembali tersadar, " aku tidak boleh larut dengan perasaan ku, pria brengsek itu harus menerima pembalasanku"

__ADS_1


Bunga membuka matanya ketika merasakan lembut dan kenyal bibir Zerzio menyentuh bibirnya. sekuat tenaga dia mendorong Zerzio hingga jatuh tersandar di pintu lift.


"Nona Bunga, apa yang telah kamu lakukan.?" bentak Frans. namun Zerzio menatap tajam pada asisten nya, yang membuat ajudannya itu langsung terdiam.


Bunga menangis menumpahkan segala yang dirasakannya, Zerzio tercekat melihat wanita yang dicintainya begitu menderita. hatinya ikut hancur menyadari kekhilafan nya.


"Bunga maafkan aku." ucap Zerzio berusaha mendekat.


"Cepat keluar kan aku dari sini.!" ucap Bunga disela-sela Isak tangisnya


"Baik, tapi perlu Kamu tahu, selama ini aku selalu mencari-cari mu, dan ingin mempertanggungjawabkan perbuatan buruk ku dulu, aku sudah mengetahui semuanya Bunga, termasuk tentang Devano yang baru aku ketahui sebagai anakku bersama mu." ucap Zerzio akirnya memilih untuk berterus-terang.


"Apa maksudmu?" Bunga kembali berusaha untuk berpura-pura.


"Bunga sayang, aku sudah mengatakannya jika aku sudah mengetahui semuanya. jadi jangan berpura-pura lagi." ucap Zerzio.


"Tidak... tidak aku tidak pernah mengenalmu sebelumnya tuan Zerzio." ucap Bunga yang terlihat syok.


Lift seketika menyala kembali, Bunga langsung berlari ke luar menuju kamarnya, tanpa memperdulikan belanja bulanan nya yang masih tergeletak dilantai.

__ADS_1


"Kamu tetap awasi Bunga, tapi jaga sikap mu. dia itu adalah calon istriku." ucap Zerzio melangkah menuju kamarnya sendiri.


"Istri.????" ucap Frans sambil menatap punggung Zerzio Bingung.


__ADS_2