
Pagi yang cerah, terdengar suara burung yang sangat merdu dan saling bersahutan, sinar mentari yang masuk melalui celah-celah jendela kaca, juga seakan-akan berlomba untuk menghangatkan pagi ini.
"Pagi sayang." sapa Devan lembut.
"Pagi juga kak Devan." balas Meisya sembari mengeliat manja.
"Hari ini kita jalan-jalan ya."
"Kemana?"
"Aku akan mengajak ketempat romantis yang pernah kamu katakan dulu." balas Devan.
"Benar, Asyik.... Meisya siap -siap dulu ya." turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
Mereka berjalan sambil bergandengan mesra, senyum terus menghiasi bibir kedua pasangan yang dimabuk cinta itu, Meisya mengandeng hangat sebelah lengan Devan. mereka berdua menyusuri dan berkeliling tempat-tempat bersejarah yang terdapat di Negara yang terkenal dengan sebutan Negara teromantis di dunia. berdasarkan survei dari salah satu majalah ternama.
"Sayang kedinginan ya.?" tanya Devan ketika memandang sekilas, nampak dagu Meisya sedikit bergetar dan tangan nya yang terasa dingin.
"Mmmhhh," gumam Meisya, kemudian dia mengangguk mantap.
Devan merapatkan jaket kulit yang menempel di tubuh sang istri, dan memasangkan shall dileher nya.
"Bagaimana masih kedinginan.?"
Mereka berdua melanjutkan perjalanan, sambil menatap takjub beberapa miniatur dan benda-benda bersejarah lainnya.
"Kak Devan, aku ingin difoto didekat patung ini, tapi berdua bersamamu." Meisya melakukan berbagai pose berfoto dengan Devan, satu foto yang paling menarik hati Meisya. moment saat berpose sambil berciuman dan saling merangkul dengan tatapan mereka yang penuh cinta.
__ADS_1
"Suamiku, aku ingin kita selalu bersama. seperti foto kebahagiaan dan kehangatan yang terpancar dari foto kemesraan kita ini." ucap Meisya.
"Ya sayang, namun jika seandainya kita berdua berpisah. jangan pernah kamu lepas ini." Devan mengeluarkan berbuah kotak kecil di kantung jacketnya.
"Apa itu kak.?" menatap bingung pada benda yang dikeluarkan oleh Devan, sebuah kotak kecil berbentuk hati.
"Meisya istriku sayang, ini kalung peninggalan almarhum ibuku dulu. beliau pernah berpesan agar kelak. kalung ini bisa melingkar di leher menantunya. wanita yang menjadi istriku dan wanita pertama yang aku cintai, dan orang itu adalah kamu sayang." Devan membuka kotak tersebut.
Sebuah kalung emas, terlihat sederhana namun sangat indah dan cantik. Meisya menatap lekat sambil tersenyum senang. dia mersa begitu bahagia mendapatkan kejutan ini.
"Apa kamu menyukai pemberianku yang sederhana ini. walau tidak sebanding dengan kalung berlian yang pernah kamu miliki.?" tanya Devan berdiri ingin merasakan kalung tersebut keleher indah Meisya.
"Suamiku, aku menyukai kalung ini, apa lagi ini peninggalan dari mertuaku. aku ingin memakai ini saja karena selain cantik dan tentunya memiliki makna yang sangat indah." Meisya melepaskan kalung berlian mahalnya dan mengantikan nya dengan kalung pemberian sang suami.
__ADS_1
Devan mengarahkan tubuh sang istri pada sebuah cermin besar, Meisya tersenyum senang, sambil memperhatikan wajahnya melalui cermin, kalung berukuran kecil tersebut melingkar indah dan terlihat sangat memukau dileher jenjangnya yang putih mulus tanpa noda.
"I Love You Kak Devan" Meisya langsung menghambur memeluk erat tubuh sang suami tercinta, ciuman hangat bibir mendarat di bibir Meisya dan langsung mendapat balasan yang sama. mereka seakan-akan lupa tempat mereka berdiri dan berada sekarang. perasaan cinta mereka tersa indah. seakan-akan dunia milik mereka berdua.