
Tanpa tersa Bis yang membawa Bunga, telah sampai dikota besar, yang merupakan tempat yang baru dan masih terasa asing bagi Bunga, mengingat selama ini dia menghabiskan waktu lama dengan menetapkan tinggal diluar negeri.
Begitu juga dengan teman sebangku Bunga selama di bis, Ratna gadis lugu yang mencoba merantau ke kota besar ini sendirian.
"Neng mau kemana.?" seorang wanita paruh baya mendekati Ratna yang terlihat masih kebingungan.
"Aku mau?" Ratna kebingungan dan berfikir harus kemana dulu. mengingat alamat yang diberikan Paman nya juga tidak ketemu. yang semula disimpan Ratna dikantong celananya.
Perempuan itu mengulum senyum memperhatikan tingkah Ratna.
"Cantik dan terlihat masih lugu, pasti sangat mahal jika aku berhasil menjual gadis remaja ini ." pikir perempuan yang terus berusaha untuk mendekati Ratna.
Melihat gelagat aneh, Bunga langsung mendekati wanita itu dan menarik tangan Ratna untuk ikut dengan nya.
"Maaf jangan ganggu adek saya," balas Bunga hingga perempuan itu melongos pergi karena kesal.
"Ratna, apa kamu tidak mempunyai tujuan?"
"Ada kak, rencana aku ingin berkunjung Rumah pamanku, sekalian ingin mencari pekerjaan." balas Ratna.
__ADS_1
"Bagaimana jika kamu ikut dengan ku saja, kita akan menyewa apartemen di sini." balas Bunga.
"Menyewa apartemen? tapi aku tidak mempunyai uang?" balas Ratna polos.
"Kamu tidak perlu mengeluarkan uang, aku yang akan membayarmu nanti. bekerja lah dengan ku sebagai asisten sekaligus menemaniku tinggal di apartemen." balas Bunga tersenyum ramah.
"Apa adek berdua ini mencari kontrakan?" ucap seorang sopir taksi mendekati dia gadis cantik itu.
"Iya, rapi buah Rumah. melainkan apartemen di kawasan Bougenville." balas Bunga.
"Itu kawasan elit Nona." ucap pak sopir itu yang dibalas juga dengan senyuman.
"Sudah sampai Nona." ucap sopir taksi tersebut keluar sambil membantu membukakan pintu mobil untuk keduanya.
"Terimakasih pak."
"Sama-sama Nona."
Melihat lokasi yang bagus dan strategis, Bunga langsung jatuh hati. dia memutuskan untuk membeli salah satu apartemen tersebut. dan melangkah mamasuki lobby menuju ruang kantor pemasaran nya.
__ADS_1
Setelah mengurus surat-surat kepemilikan, dan pembayaran nya. Bunga dan Ratna langsung menuju ruang apartemen mewah tersebut.
"Wah bagus nya, dan perabotan nya semua lengkap." ucap Ratna mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan apartemen. televisi berukuran besar terdapat ditengah-tengah Ruangan utama, dengan sofa empuk dihadapannya.
"Ngak nyangka ya, ternyata kak Bunga orang tajir dan kaya raya." ucap Ratna kagum.
"Tidak juga Ratna, tapi mulai sekarang aku harus berhemat dan mulai mencari-cari pekerjaan, mengingat sekarang aku sedang hamil dan hidup sendiri di kota besar ini. kamu mau kan membantu merawat anakku setelah dia lahir nantinya. biar aku bisa bekerja." ucap Bunga menatap Ratna intens.
"Tentu kak, kakak sudah aik dan mau membantu ku serta memberikan pekerjaan." ucap gadis polos dan baik itu.
"Sekarang apa tugas-tugas ku kak." sambil mengangkat kembali barang-barang bawaan Bunga.
"Kamu istrahat saja dulu, kamu pasti capek setelah menempuh perjalanan jauh." ucap Bunga.
"Ratna itu kamarmu!" tunjuk Bunga, saat melihat Ratna yang ingin duduk dibawah sofa untuk istrahat.
"Terimakasih kak." ucap nya antusias melihat kamar yang jauh lebih bagus, dari yang pernah ditempati nya selama ini.
"Kamu tidak perlu sungkan, santai saja Ratna." balas Bunga tersenyum melihat tingkah Asisten yang akan bekerja untuknya itu.
__ADS_1