
"Cantik, boleh aku temani." bisik laki-laki itu mendekati dan berbisik telinga Bunga, dia sudah yakin saat ini Bunga tidak akan menolak dirinya, melihat kondisi gadis itu yang sudah berantakan, beberapa kancing baju bagian atasnya terlepas karena Bunga sempat mengeluh panas dan sangat gerah. memperlihatkan gundukan yang putih bersih itu menyembul seakan penyangganya tidak muat lagi untuk menampung.
Bunga tidak memperdulikan kehadiran pria itu, dia terus menggerakkan Tubuhnya mengikuti alunan musik yang terdengar hingga bingar. Bunga sudah lupa dengan dirinya serta perasaan sedih yang terpenting baginya menggerakkan tubuhnya dengan perasaan yang sudah melayang tinggi keawan.
"Aku bahagia la...la....aku ingin terbang, terbaaaang," ucap Bunga hampir oleng dari posisinya berdiri, namun dia masih berusaha untuk berdiri kembali dan menggoyangkan tubuhnya kembali.
"Benar-benar wanita yang sangat cantik, dia terlihat begitu terluka dan menyedihkan." berjalan semakin dekat pada posisi berdiri Bunga dan merangkul tubuhnya dari belakang.
"Bersandarlah ditubuhku cantik," memeluk tubuh Bunga, tanpa ada penolakan dari gadis yang sudah terlena oleh minuman. malam itu Bunga benar-benar ingin melupakan segala nya. hingga tidak memperdulikan seorang laki-laki sudah menempel seperti lintah yang ingin menghisap tubuhnya. dia seakan mendapatkan angin segar karena Bunga hanya pasrah tanpa marah atau pun mendorong nya untuk menjauh.
__ADS_1
"Apa kamu mau bersenang-senang denganku, kita akan menghabiskan malam panjang bersama," menciumi lekuk tubuh Bunga dari belakang dan menuntun gadis itu memasuki sebuah lorong, yang terdapat beberapa kamar tidur yang sengaja disediakan oleh pemilik Club malam untuk pasangan yang ingin menghabiskan malam panjang mereka berdua.
Tubuh Bunga direbahkan secara perlahan, dan segera dia mengunci pintu. sambil mengulum senyum Melihat tubuh mulus Bunga yang terlentang pasrah tidak berdaya. seolah-olah siap menerima setiap sentuhan darinya.
Bunga menatap sayu wajah tampan dihadapannya itu, dia seperti melihat jika sosok itu Devan pujaan hatinya.
"Devan jangan pernah tinggalkan aku, tetap lah disampingku sayang karena aku tidak akan pernah bisa hidup tanpa dirimu," ucap Bunga sambil menangkup wajah laki-laki itu dengan kedua belah tangannya.
"Devan berjanji lah padaku, jika kita akan terus bersama." ucap Bunga sambil mengacungkan jari kelingkingnya, dan dibalas hal yang sama tanda mereka berjanji dan sepakat untuk bersama.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, mereka mulai saling mencumbu, Bunga membalas setiap sentuhan pria itu. bahkan dia lebih agresif mengingat yang dihadapannya Devan.
Pria itu tersenyum penuh kepuasan, begitu tahu jika saat ini Bunga masih perawan. dia tetus melakukan hingga pagi menjelang, Bunga terkapar tidak berdaya kehabisan tenaga setelah percintaan panjang dengan orang yang tidak dia kenal sama sekali.
"Terimakasih cantik, aku tidak akan pernah melupakan malam indah ini. aku tahu jika kamu bukan wanita bayaran dan gampangan. untuk itu aku akan meninggalkan kartu nama ini, berharap suatu saat kamu akan mencari ku kembali." turun dari ranjang mengenakan kembali pakaiannya yang berserakan di lantai.
Sebelum pergi dia mencium sekilas bibir mungil Bunga, dan memperbaiki selimut tebal untuk melilit tubuh Bunga yang polos tanpa sehelai benangpun.
"Ayo kita berangkat, dan ambil penerbangan pertama untuk pagi ini."
__ADS_1
perintah nya pada asisten pribadi yang sudah siap menunggu diluar kamar.
"Baik Tuan." jawabnya mereka pun pergi meninggalkan lokasi Club.