Semanis Janji, Sepahit Dendamku

Semanis Janji, Sepahit Dendamku
Kedatangan dokter Bunga


__ADS_3

Semakin mendekati ruangan kerja Devan, detak jantung Meisya semakin kuat. gadis itu mersa seperti ABG yang baru pertama kali jatuh cinta. Sebelah tangan Meisya perangkat dan mulai mengetuk pintu ruangan kerja itu secara perlahan.


Tok..tok... terdengar suara sahutan Devan yang menyuruh masuk.


“Selama sore kak Devan.” Sapa Meisya dengan wajah berbinar-binar dan bahagia, bisa melihat laki-laki yang beberapa saat tidak bertemu membuat nya begitu merindukan untuk melihat dan mendengar suara nya.


“Sore juga Meisya.” Balas Devan yang ikut berdiri dan menutup laptopnya. Dia berjalan kearah Meisya dan mengajak gadis itu untuk duduk disofa yang terletak ditengah-tengah ruangan kerja nya yang luas dan tersa nyaman.


“Duh Senang nya yang habis kencan dengan mantan suami.” Goda Devan, saat melihat wajah bahagia Meisya yang berbinar-binar..


“Ngak, Meisya bahagia bukan karena bertemu dengan Aldo, tapi...” ucapan Meisya terhenti dia tidak ingin dan malu berterus terang jika dia mersa bahagia, karena bertemu dengan kakaknya Devan.


“Tapi apa dekkk...” Devan kembali memegangi dagu Meisya yang selalu membuat nya gemas.


“Sudahlah kak, ngak usah dibahas lagi, karena saat ini Meisya mau menemani kak Devan disini sampai jam pulang kerja.” Meisya memonyongkan bibirnya kesal dengan sikap Devan yang selalu menganggap nya masih mencintai mantan suami brengsek nya itu, yang sebenarnya perasaan nya untuk Aldo sudah dikubur dalam-dalam oleh Meisya, sehingga tidak ada ruang lagi untuk laki-laki itu.


“Tuh kan adik kesayanganku ngambek lagi.” Kembali ingin memegangi dagu Meisya, namun terhenti karena pintu ruangan Devan tiba-tiba terbuka. Pandangan Meisya dan Devan langsung tertuju pada sosok gadis cantik yang masuk keruangan itu, yang membuat senyuman indah terukir dibibir Devan. Tapi tidak dengan Meisya. Dia terlihat sedih dan takut kehilangan Devan, begitu melihat gadis cantik yang selama ini juga dekat dengan Devan.


“Bunga, kamu datang ke Indonesia tanpa mengajariku terlebih dahulu.” Ucap Devan berjalan mendekati dokter Bunga yang pernah ikut membantu Meisya sehingga berubah menjadi cantik seperti sekarang.


“Kejutan.” Balas Bunga terlihat Senang, nampak pancaran kebahagiaan dari keduanya. Membuat Meisya tertunduk dan lupa menyapa Bunga yang tengah menoleh kearahnya.


“Meisya apa kabar, ternyata kamu juga ada disini.!” Sapa Bunga antusias dan terlihat sangat senang dapat bertemu dengan Meisya kembali.

__ADS_1


“Baik kak Bunga.” Mengulurkan tangannya menyalami Bunga.


“Meisya, ternyata kamu tambah cantik ya sekarang.” Puji Bunga.


“Terimakasih, ini juga berkat bantuan kak Bunga. Sehingga aku bisa seperti ini.” Balas Meisya sambil tersenyum tulus pada wanita yang begitu baik dihadapannya itu.


Devan melihat perubahan wajah dan sikap Meisya, namun dia tidak ambil pusing semua itu, baginya Meisya adalah adiknya sekarang. Dan dia bisa sesukses ini berkat keluarga Meisya, yang telah mengangkat nya menjadi anak dan membantu nya hingga dia bisa seperti sekarang ini.


Sehingga Devan akan menjaga dan melindungi Meisya sampai kapanpun layaknya kasih sayang seorang kakak pada adik perempuannya. Meskipun dia dan Meisya begitu Dekat semenjak kecil. Bahkan Meisya dulu pernah meminta Devan untuk menjadi suaminya kelak, namun saat itu, Devan hanya menganggap candaan ucapan anak yang saat itu baru berumur sepuluh tahun.


Devan terlihat bahagia dengan kedatangan Bunga, dia juga menawari Bunga untuk tinggal bersama mereka selama menghabiskan masa liburan nya di indoneia.


“Bagaimana Meisya, kamu Senang ngak jika sementara waktu ini Bunga akan tinggal bersama kita dirumah.” Ucap Devan.


“Kak Devan, lihatlah Meisya sekali saja. Meis yang begitu menyukai dan menyayangi mu. karena hanya kak Devan yang Meisya miliki dan cintai sekarang” Gumamnya sedih.


“Oya Bunga, bagaimana untuk menyambut kedatangan mu kita rayakan dengan makan-makan dan setelah itu kita nonton bioskop.?” Tawar Devan antusias, sambil menatap dua wanita cantik dihadapannya itu.


“Setuju.” Ucap Meisya hampir bersamaan dengan Bunga.


“Kalau gitu lets Goo,”Teriak Devan sambil merentangkan tangannya kearah dua gadis tersebut, membuat keduanya saling pandang bingung dengan maksud bahasa tubuh Devan.


“Kak Devan, ngapain merentangkan kedua tangan seperti itu?” ucap Meisya.

__ADS_1


“Ini bahasa isyarat, agar kedua wanita cantik yang berada dihadapan ku ini mau mengandeng tangan ku kiri dan kanan.” Ucap nya bangga.


Bunga masih mersa malu dan canggung, dia hanya tersenyum dan berjalan pelan disamb sisi kiri Devan, sementara Meisya yang sudah terbiasa dengan kakak angkatnya itu. Memanfaatkan momen tersebut dia bergelayut manja dilengan sebelah kanan Devan.


Tidak ada yang menganggap macam-macam melihat tingkah Meisya itu, karena semua sudah mengetahui jika status Meisya adalah adik Devan, begitu juga dengan Bunga dia malah senang melihat kekompakan dan keakuran hubungan kakak adik.


Mereka bertiga memasuki restoran mewah ala masakan Jepang, yang merupakan makanan favorit mereka bertiga, sehingga tanpa takut akan lemak. Mereka saling berpacu memesan makanan kesukaan masing-masing. Sambil tertawa senang dan bahagia.


“Kak cobain deh makanan punya Meisya.” Menyuapkan ke mulut  Devan. Yang langsung diterima Devan sambil mengunyah dan mengangguk kan kepalanya. Tanda dia menyukai menu makanan pilihan Meisya.


“Bunga sekarang giliran kamu yang nyobain menu favorit ku.” Devan menyuapi Bunga dengan hati-hati dan penuh kelembutan.


Meisya tidak sanggup menyaksikan itu, dia menatap kearah lain. Dada dan perasaan nya tersa nyeri menyaksikan semua, namun dia tidak boleh berprasangka buruk apalagi membenci Bunga. Karena kedua orang dihadapannya ini sama-sama baik hati dan tulus menyayangi nya.


Setelah mereka puas makan-makan, sesuai janjinya. Devan mengajak dua gadis cantik itu untuk nonton bioskop. Yang sedang memutar film kesukaannya. Meisya selalu berada disebelah Devan, suasana bioskop yang gelap dan dingin membuat Meisya semakin merapatkan tubuhnya disamping Devan, tangannya yang semula hanya bergelayut dilengan Devan.


 Perlahan turun dan menggenggam jemari pria itu, tanpa sadar Devan ikut membalas genggaman hangat Meisya. Perasaan sayang dan rasa cinta untuk Meisya dulu, kembali terasa. Meskipun Devan sudah mengubur nya dalam-dalam sedari dulu.


Dia merasa begitu nyaman dan bahagia saling menggenggam tangan dan memainkan jemarinya Meisya. Tidak terlintas dipikiran Devan jika disampingnya sedang ada Bunga, dimana gadis itu terlihat sesekali melirik kearahnya.


Saat film bertema horor itu sedang berada dititik puncaknya, Bunga seakan-akan Memiliki kesempatan untuk bergelayut ke lengan Devan, namun sudah keduluan oleh Meisya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2