Semanis Janji, Sepahit Dendamku

Semanis Janji, Sepahit Dendamku
Bunga hamil


__ADS_3

"Mmwhuuaak... Whuuaak," Bunga berusaha menyeret langkah menuju wastafel, begitu merasakan mual, dia merasa seakan-akan ingun mengeluarkan seisi perutnya yang mual.


"Aduuuuuh...kepalaku sangat pusing." keringat dingin membasahi wajah cantik Bunga, dengan bibir bergetar mengingat tenaganya yang sudah lemah, karena dia tidak memiliki selera untuk makan.


"Ya Tuhan, ada apa dengan ku?, semoga saja aku tidak hamil anak dari laki-laki bresengsek, yang sama sekali tidak aku kenal. hu...hu... kenapa nasip ku begitu buruk, setelah dikhianati oleh Devan, Mama...papa.... maafkan Bunga." ucap Bunga disela-sela isakan tangis nya.


"Aku harus memastikan sendiri kekhawatiran ku ini." gumam Bunga mengganti pakaian nya dan turun dari lantai dua kamarnya.


"Bunga kamu mau kemana nak?"


Bunga kaget, mendengar suara mamanya yang muncul tiba-tiba dari arah belakangnya.


"Bunga mau keluar sebentar ma, kangen suasana di kota kita." ucap Bunga sambil mengambil kunci motor matic kesayangan nya dulu.


"Hati-hati ya nak." pesan nama sambil mengantarkan Bunga sampai teras depan Rumah.

__ADS_1


Bunga melajukan motornya, membelah jalanan menuju apotek terdekat. semula dia terlihat ragu-ragu untuk masuk. sambil memperbaiki masker untuk menutupi wajahnya, Bunga langsung berjalan. nampak karyawan apoteker tersenyum ramah menyambut kedatangan nya.


"Ada yang bisa saya bantu Nona?"


"Saya mau beli tesoec." ucap Bunga cepat, sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling, berharap tidak ada yang mengenalinya.


"Ini mbak." karyawan wanita tersebut menyerahkan sebuah bungkusan ketangan Bunga.


"Terimakasih," balas Bunga langsung berbalik cepat-cepat menuju motor nya.


"Buat kamu saja." jawab Bunga langsung kembali pulang, terlebih dahulu dia menyimpan tespek tersebut dikantong hacker kulitnya.


Dengan tangan yang bergetar, Bunga membuka bungkusan dan mulai menggunakan alat tersebut sesuai petunjuk yang tertera, sambil berdoa dan berharap jika hasil yang muncul nantinya negatif.


"Mudah-mudahan apa yang aku takutkan tidak menjadi kenyataan." Gumam Bunga sambil membuka mata kembali, dengan detak jantung yang berpacu kencang menunggu hasilnya.

__ADS_1


"Satu....dua....tiga," hitungan Bunga terhenti, ketika mata bulatnya menangkap hasil yang muncul berubah menjadi tanda positif dengan dua garis yang muncul.


"Tidak....tidak mungkin hu...hu....hu aku hamil, anak dari laki-laki yang sama sekali tidak aku kenal." ucap Bunga, menangis sambil berusaha memegangi dadanya yang terasa sesak dan perih.


"Apa yang harus aku katakan pada Mama dan papa, aku telah menghancurkan harapan mereka. bahkan telah mencoret nama baik mereka." ucap Bunga sambil terisak-isak.


Ditempat lain, Devan dan Meisya tersenyum bahagia. setelah dokter yang memeriksa kondisi Meisya mengatakan, jika dia tengah hamil muda. dan sering merasakan yang namanya ngidam dan berbagai keluhan lainnya.


Dokter juga memberikan beberapa vitamin, obat pereda rasa mual dan pusing. untuk kehamilan pertama Meisya ini.


"Aku bahagia sekali sayang, harapan kita untuk ! memiliki keturunan akan terwujud." ucap Devan sambil mencium sayang kening Meisya.


"Iya mas, semoga anak kita nanti bisa menjafi penerus kita berdua." balas Meisya.


Perlakuan Devan benar-benar over protektif, dia sangat memanjakan sang istri. bahkan dia seringkali langsung membuat kan susu hamil untuk istri tercinta. yang kadang membuat Meisya jengah juga dengan perlakuan suaminya yang berlebihan.

__ADS_1


"Kak Devan, Meisya bisa sendiri." ucapnya ketika Devan berusaha untuk menyuapi makan dengan sayuran yang banyak, yang merupakan makanan yang tidak begitu Meisya sukai. tapi demi cinta pada suaminya dan calon bayi mereka, Meisya akirnya memakannya juga.


__ADS_2