Semanis Janji, Sepahit Dendamku

Semanis Janji, Sepahit Dendamku
Restoran Jepang


__ADS_3

Hubungan Gea dan Sally sudah rusak, semenjak kehadiran Gisella. mereka selalu bertengkar setiap kali bertemu. Sally yang cemburu dan Gea yang mulai tergiur dengan kekayaan Gisela.


Sementara Aldo, dengan semangat yang membara dia bernyanyi-nyanyi kecil menuju halaman luas rumah mewah Gisella. dengan langkah panjang dia langsung turun dan memencet bel berkali-kali.


“Mas Aldo,” Ucap pelayan yang membuka pintu.


“Gisella nya ada bi?”


“Ada, sebentar bibi panggilkan dulu.” Ucap pelayan paruh baya itu, sedangkan Aldo menunggu sambil memperhatikan air mancur yang terdapat di teras utama.


Dikamar Meisya sudah siap, penampilan nya benar-benar cantik dengan gaun yang sengaja dibelikan Devan, dengan harga yang fantastis. Mereka berdua telah mengatur rencana merebut kembali semua harta Meisya dengan pelan-pelan hingga Aldo tidak menyadari nya. ibarat mendayung dua pulau terlampaui.


Gisella, kamu sangat cantik.” Ucap Aldo gugup sambil terpesona dengan kecantikan yang terpancar dari wajah Gisela.


“ Terimakasih Mas Aldo, atas pujian nya.” Balas Gisella.


Malam ini Gisela dan Aldo jalan bareng lagi, untuk yang kedua kalinya. Aldo sangat bahagia terpancar dari wajah nya yang berseri-seri tersenyum sesekali melirik kearah Gisella yang duduk disebelah nya.


Gisella menyadari perasaan yang di rasakan Aldo saat ini, sama persis dengan perasaan yang dulu pernah dialaminya. Meisya juga begitu mencintai Aldo, sementara Aldo dulunya hanya mencintai Sally dan memanfaatkan dirinya untuk mengambil keuntungan dari rasa cinta Meisya itu.


“Lihatlah bang Aldo, aku akan membalikkan keadaan seperti dulu, dimana kamu memperlakukan diriku sebagai istri yang tidak dianggap. kamu juga akan merasa apa yang telah aku rasakan dulu, termasuk kekasih mu , kalian tunggu saja pembalasan ku, permainan baru saja kita mulai.” Gumam Gisella.


“Gisella, apa kamu sudah mempunyai teman dekat,?” Ucap Aldo, berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.


“Laki-laki brengsek,” ucap Gisella pelan tanpa sadar.


“Kamu mengatakan apa barusan Gisella?” Ucap ald yang kurang jelas mendengar ucapan Gisella barusan.


“Ngak kok mas, aku vuma melihat pemulung lewat barusan. jadi terlontar kata-kata kasihan.” Jawab Gisella mengalihkan perhatian Aldo.

__ADS_1


“Ooo kirain ngomong yang lain, baguslah jika kamu kasihan melihat mereka, itu menandakan jika hatimu begitu lembut. selembut wajah cantik mu ini.” goda Aldo sambil mengerlingkan sebelah matanya melirik Gisella.


“Aku belum mempunyai teman dekat mas, karena aku merasa lebih nyaman seperti ini dulu.” Balas Gisella.


“Aku juga sependapat dengan mu Gisella, tapi jika kamu butuh teman atau apapun jangan sungkan untuk menghubungi dan memberi tahu ku.,” terang Aldo.


“Tentu mas,”


Aldo membelokkan mobilnya memasuki restoran Jepang, dia menjulurkan tangannya kearah tangan kanan Gisella, dan membimbing gadis itu memasuki restoran.


“Gisella, mau pesan apa.” Aldo memberikan buku menu. tatapannya begitu lembut dan penuh kasih sayang.


“Bang Aldo, coba saja kamu dulu memperlakukan ku selembut ini. mungkin dulu aku akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini. tapi semua tidak akan pernah bisa aku dapat selagi aku masih menjadi Meisya yang gendut dan jelek. Aku sadar kamu memperlakukan ku memani dan selembut ini karena kecantikan seorang Gisella termasuk harta yang dimiliki nya.” Gumam Gisella sambil membolak-balik buku menu yang dipegangnya.


“Gisela, aku yakin betapa beruntungnya jika ada seorang laki-laki berhasil mendapatkan cinta dan perasaan mu,” Ucap Aldo menatap lekat wajah Gisella.


“Kenapa begitu mas, jika ada yang beruntung. mungkin saat ini aku tidak akan sendirian, alias belum memiliki teman spesial.” Gisella sengaja ikut memancing Aldo.


“Itu karena kamu begitu berharga, sehingga membuat mereka mundur dengan sendirinya, kecuali aku yang masih ingin berusaha untuk menjadi seseorang yang terpenting dalam hidup mu,” Aldo semakin berani untuk berterus terang tentang perasaan nya, meskipun Gisella sudah menduga jika Aldo akan mengungkapkan ini.


“Ha...ha....mas Al lucu, kita baru saling mengenal. terlalu cepat bagi mas untuk mengungkapkan jika ingin menjadi bagian terpenting dalam kehidupan ku, karena aku takut mas Aldo akan menyesal atau mundur setelah mengenal diriku yang sesungguhnya.” Terang Meisya.


“Tidak akan Gisella, aku akan mencatat dalam sejarah hidupku nantinya, betapa beruntungnya aku bisa mengenal dirimu.” Ucap Aldo meletakkan tangan nya dimeja mencoba meraih jemari indah Gisella.


Sementara Sally, dengan kecepatan tinggi dia langsung melajukan mobilnya kearah restoran Jepang, begitu berhasil melacak keberadaan Aldo dan Gisella.


“Awas kamu perempuan ******, berani sekali kamu mengggoda tunanganku.” Gumam Sally memukul keras stir mobilnya, begitu jalan yang berjarak beberapa meter dari direstoran, terjebak macet sehingga dia terkurung diantara pengendara lainya.


Setelah berhasil melewati macet, Sally berhasil melajukan mobilnya kehalaman Restoran. Sally terlihat penuh emosi dengan tangan mengepal siap untuk menghajar dan melabrak Gisella.

__ADS_1


“Awss kalian, telah berani bermain dan menghianatiku.” Ucap Sally langsung masuk dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan restoran untuk mencegah sook Aldo dan Gisella namun kosong.


“Mbak apakah barusan ada dua orang ini, berkunjung makan direstoran ini?” tanya Sally.


Pelayan restoran nampak mengerut keningnya, memperhatikan dua wajah diponsel Sally.


“Benar sekali Nona, mereka barusan pergi paling selisih lima menit saja dari Nona.” Terang pelayan tersebut.


“Aku kecolongan lagi, awas kalian.” Ucap Sally geram berjalan keluar dari restoran dan kembali menghubungi ponsel Aldo yang udah tidak aktif.


“Dasar bajungan kamu Aldo.” Sally berteriak histeris untuk meluapkan emosi sudah mencapai level sepuluh.


Sementara Aldo dan Gisella, tengah menikmati pemandangan indah sebuah tempat seperti pasar rakyat, dengan berbagai macam permainan komedi putar serta jajananan dan cemilan yang begitu menggugah selera.


“Wah bagus banget,” teriak Gisella saat melihat salah satu permainan yang menguji adrenalin.


“Kamu mau mencoba permainan itu?” tawar Aldo.


“Ngak berani mas,” ‘elak Gisella.


“Coba saja aku bersama kak Devan, pasti aku akan menerima tawarannya, sambil bergelayut ketakutan di lengannya.” Gumam Gisella yang tiba-tiba teringat Devan.


Mereka berjalan memutari tempat itu, Gisella mencoba berbagai macam aksesoris yang menarik perhatiannya. tanpa diduga Aldo membungkus apapun barang yang disentuh Gisella. Dia ingin menyenangkan hati perempuan yang benar-benar membuat nya jatuh cinta dan melupakan Sally yang sering kali Aldo pikir sebagai cinta pertama nya dulu.


“Mas Aldo, ini banyak sekali.” Gisella memperhatikan kantong belanjaan Aldo.


“Ngak masalah Gisella, untuk wanita secantik kamu ini belum seberapa.” Ucap Aldo tersenyum selembut mungkin kearah Gisella.


“Dasar kamu Aldo, kamu membelikan semua ini juga mengunakan uangku.” Gumam Gisella yang perang bathin dengan perasaan nya. Dia benar-benar muak melihat Aldo, namun demi membalaskan sakit hati dan merebut kembali hartanya. dia berusaha untuk menyembunyikan perasaan nya dan berubah menjadi sosok wanita lain.

__ADS_1


__ADS_2