
Devan sudah membulat tekadnya, hari ini dia memutuskan untuk terbang ke Singapura menemui sahabat baiknya Bunga. Devan tidak ingin Bunga akan terus menunggu dan mengharapkan cintanya yang sudah berlabuh kepada Meisya.
"Hati-hati ya kak." balas Meisya sambil melambaikan tangan melepas keberangkatan Devan menuju Singapura.
"Iya sayang, aku akan sangat merindukan mu beberapa hari ini Meisya." ucap Devan.
"Meisya disini juga akan merindukan mu kak." balas Meisya.
Setelah melihat Devan yang sudah menghilang memasuki lantai dua bandara internasional ini, Meisya pun bersiap hendak kembali pulang kerumah. hatinya sangat berbunga-bunga saking bahagianya. karena sekarang dia dan Devan sudah saling jujur dan mengakui perasaan mereka masing-masing.
***
Hari ini Bunga seakan-akan tidak mempunyai semangat, dari semalam pikiran nya terus teringat pada sang pujaan hati Devan.
__ADS_1
"Kenapa perasaan ku tidak enak, dan gelisah seperti ini? semoga tidak terjadi apa-apa pada Devan." gumam Bunga sambil memperhatikan foto Devan dilayar ponsel nya.
Bunga beranjak dari ruangan kerjanya, dia memutuskan untuk pulang lebih awal saja, karena dia tidak mempunyai semangat lagi untuk melajukan pekerjaan, sehingga dia meminta dokter lain untuk menggantikan nya.
"Devan."
Bunga tercekat, begitu membuka pintu ruangan kerjanya. laki-laki yang tengah dirindukan nya tiba-tiba muncul dihadapannya, sambil tersenyum manis.
"Devan, kamu membuat ku kaget' karena datang tanpa memberi tahukan. terlebih dahulu." jawab Bunga mencoba mencairkan suasana yang terasa kaku. sesekali dia menatap wajah Devan yang terlihat semakin tampan.
Bunga mengajak Devan masuk, dan duduk di sofa ruangan kerjanya yang terlihat rapi dan bersih. setelah mereka ngobrol ringan dan berbasa-basi, Devan menghirup nafas pelan bersiap untuk menyampaikan maksud kedatangannya.
"Bunga, kedatangan ku kesini hanya khusus menemui mu. aku ingin berterus terang tentang hubungan kita yang belum ada kejelasan nya." terang Devan sangat hati-hati, sambil memperhatikan reaksi Bunga mendengar penuturannya.
__ADS_1
"Maksud kamu apa ya Devan?"
"Apa kedatangan Devan ini ? jangan-jangan Devan sudah siap menerima cinta ku, dan dia sengaja datang ke negara ini, untuk melamar ku menjadi istri nya." Gumam bunga sambil tersenyum bahagia.
" Sebelumnya aku minta maaf Bunga, jika keputusan ku ini nantinya membuat hatimu terluka. tapi aku sudah berfikir matang-matang dan mencoba untuk meyakinkan perasaan ku sendiri tentang wanita yang ada dihatiku, tapi selalu Meisya yang muncul. sehingga tanpa cakubsadari aku Benar-benar dan sangat mencintai nya. maafkan aku Bunga." ucap Devan sambil mengusap kasar wajah tampan nya.
Bunga masih syok, ucapan-ucapan Devan ibarat peluru yang langsung menancap ke hulu hatinya, hingga membuat nya sangat terluka dan berdarah.
Tanpa sadar, air mata lolos dikedua pipi dokter cantik itu. hatinya dan harapan nya untuk hidup bersama Devan sudah hancur.
"Pergilah dari hadapan ku Devan...pergi..." usir Bunga diselingi air matanya yang membanjiri.
"Bunga aku benar-benar merasa bersalah, tolong maafkan aku Bunga." ucap Devan.
__ADS_1
"Hu...hu....aku, aku akan berusaha belajar dan mencoba untuk memaafkan mu Devan." ucap Bunga yang memegangi dadanya yang terasa begitu sesak.
Dengan berat hati Devan pergi dari ruangan Bunga, Devan serba salah dan tidak tahu harus berbuat apa. jika dia tidak berterus terang, Bunga akan terus menunggu dan mengharapkan cintanya.