
"Praaakk, burrg...."
"Aldo bresengsek....."
"Gisella wanita ******...." teriak Sally melus amarahnya.
Sally langsung membanting apapun barang-barang yang ada dikamar Aldo, dia begitu marah begitu mengetahui jika Aldo lebih memilih Giselle. dari pada dirinya yang sudah menjabat sebagai tunangannya.
“Dasar pelakor kamu Giselle, berani sekali kamu merebut tunangan ku Aldo.” geram Sally sambil menggertakan giginya.
Gea yang syok melihat Sally yang mengamuk dikamar anaknya, lebih memilih pergi meninggalkan Rumah. Karena dia tidak ingin jadi sasaran amarah Sally. Bahkan Sally pernah melenyapkan Meisya jika keinginan nya terhalangi.
“Apa- apa-apaan kamu Sally.” Bentak Aldo marah, begitu sampai dirumah dia kaget melihat kamarnya yang sudah berantakan seperti kapal pecah.
“Kamu yang apa-apaan, kenapa kamu membohongi dan mengkhianati ku Al.” bentak Sally.
“Aku tidak pernah mengkhianati mu, aku dan Gisella hanya rekan bisnis tidak lebih.” Terang Aldo.
“Rekan bisnis apa? Sekarang kamu tidak pernah ada waktu lagi untuk ku, kamu selalu sibuk....sibuk dengan perempuan itu.” Tangis Sally tiba-tiba pecah dia kembali mengamuk memukul-mukul dada Aldo.
__ADS_1
“Stooop....stooop Sally.” Bentak aldo yang mulai hilang kesabaran nya.
“Kamu bresengsek Al, aku tidak akan pernah membiarkan kamu bahagia di atas penderitaan ku.” Bentak Sally.
“Kamu jangan mengancam ku.” Aldo menunjuk wajah Sally.
“Ingat Al, aku mempunyai banyak bukti tentang keserakahan mu yang menikahi dan memanfaatkan Meisya, termasuk keluarga mu yang ikut andil, termasuk mencelakai dan melenyapkan Meisya .” Ucap Sally.
“Bukti apa yang kamu punya, aku tidak pernah menyakiti tubuh Meisya. apa lagi melenyapkan nya. Dan masalah Harta aku berhak karena aku masih berstatus suaminya.” Tantang Aldo.
"Aku dan mamaku telah melenyapkan Meisya, aku bisa saja berdalih jika itu atas suruh kamu dan ibumu." ucap Sally tertawa dibalik tangisan.
Sementara Aldo pergi begitu saja, dia benar-benar marah. Laju mobilnya semakin tinggi dia tidak peduli beberapa kali hampir bertabrakan dengan pengendara lainnya.
Club malam merupakan pilihan terbaik buat Aldo meluap kan kekesalan dan kemarahan nya saat ini.
“ Aaaaaagggh....tolong.” teriak asisten Rumah tangga Aldo yang syok melihat kamar berantakan, sementara Sally pingsan tergeletak dilantai dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Sally langsung dilarikan ke Rumah sakit terdekat, untuk mendapatkan pertolongan sementara Gea dan Aldo sama-sama tidak bisa dihubungi.
__ADS_1
Dirumahnya Giselle belum bisa memejamkan mata, malam ini dia gelisah dan tiba-tiba suasana terasa sangat mencekam. mengingat cuma dia sendiri yang masih terjaga sementara para pelayan sudah terlebih dahulu istirahat dikamar mereka.
Suara deringan panggilan masuk, mengagetkan Gisella.
"Ha...hallo," ucap Giselle sedikit ragu, karena tidak mengenal siapa orang yang menghubungi malam-malam begini.
"Hallo, Nona apakah Anda mengenali bapak Aldo?" terdengar Suara seseorang yang tidak Giselle kenali.
"Betttull, Anda siapa ya?" Tanya Giselle penasaran.
"Hallo, saya salah seorang pelayan Club malam xxx. saudara Aldo sedang dalam keadaan mabuk berat, bisakah anda menjemputnya kesini,?" terdengar kembali suara diseberang sana, menjawab rasa penasaran Giselle.
"Bisa, saya akan segera kesana." Ucap Giselle sedikit ragu.
“Aku harus memberitahu kak Devan dulu.” Gisella langsung membangun kan Devan dan menceritakan semuanya.
“Ini kesempatan bagus, kita antar Aldo kerumahnya, mumpung dia tidak sadarkan diri. Kita bisa mengambil surat-surat berharga dan beber perhiasan peninggalan Mama dulu.” Ucap Devan.
“Iya, aku setuju sekali kak. Meskipun kita berdua harus menjadi maling untuk merebut milik dan garta kita sendiri.” Ucap Giselle.
__ADS_1