
Setelah menandatangani surat kontrak kerja. senyum mengembang disudut bibir Bunga. saat kedua pasangan Zerzio mengalami tangannya.
"Selamat ya Bunga, mulai sekarang kamu telah resmi bekerja sama dengan perusahaan kami." ucap Zerzio sambil menatap wajah Bunga.
"Sama-sama Tuan." balas Bunga tanpa curiga dengan keanehan ini, baginya Mada depan Devano lebih penting, toh dia bekerja diperusahaan besar yang tidak mungkin macam-macam terhadap para karyawan nya nanti, jadi Bunga mersa sedikit nyaman.
Sampai diapartemen nya, Bunga langsung menghampiri putra kecilnya Devano. yang tengah asyik bermain robot-robot ditemani Ratna .
"Devano sayang...., lagi main apa nak.?"
"Bunda..." Devano menghambur ke pelukan Bunga.
"Bunda, perginya kok lama.?" ucap Putra tampan nya yang mirip sekali Zerzio, memeluk tubuh sang Bunda.
"Maafkan Bunda sayang, bunda pergi untuk cari kerja. buat kebutuhan bunda dan Devano. biar bunda punya uang dan bisa belikan Devano mainan-mainan bagus."
"Benar Bunda.!" ucap Devano, dengan wajah berbinar-binar bahagia.
__ADS_1
Bunga mengendong Devano masuk, Malamnya, setelah menidurkan sang anak, Bunga masih menerawang, memikirkan wajah Zerzio yang seperti nya begitu dekat dan aroma tubuhnya mengingat kan Bunga pada kejadian malam itu.
Hingga tanpa sadar, Bunga ikut tertidur disamping Devano, dan langsung pergi ke alam mimpinya.
"Bunga kamu kemana saja selama ini. aku seperti orang gila yang selalu mencari-cari mu sayang. maafkan kesalahanku, aku menyesal telah membuat mu dan anak kita menderita" ucap laki-laki yang sangat mirip dengan Zerzio dan mengungkapkan penyesalannya. laki-laki itu, berhasil menarik tangan Bunga yang mencoba untuk mengindar dari kejaran nya.
"Lepaskan, aku tidak mengenalmu. aku benci.....benci....kamu, dasar laki-laki pemerkosa, penjahat kelamin" bentak Bunga dan mendorong keras tubuh laki-laki hingga dia terjatuh.
Bunga terus berusaha untuk lari, dari kejaran nya. namun semangkin dia berusaha untuk kabur. laki-laki tampan itu selalu berhasil menemukan dirinya dan Devano yang menangis ingin digendong oleh pria tersebut.
Bunga terus meronta-ronta, hingga tanpa sadar pergerakan nya. mengenai tubuh Devano yang tertidur pulas. membuat putra kecilnya itu kaget dan langsung menangis.
"Bunda... bunda..."
Bunga membuka matanya, " astagfirullah, syukurlah cuma mimpi." Bunga kembali berusaha menidurkan Devano, serta membuat Kanya susu formula coklat kesukaan nya.
Cup...cup sayang." menepuk-nepuk punggung Devano agar kembali tidur dan tidak rewel jagi.
__ADS_1
Setelah meminum susunya, Devano kembali tertidur pulas. tapi tidak dengan Bunga.
"Pertanda apa ini ?, Kenapa aku bermimpi bertemu kembali dengan laki-laki brengsek itu. padahal selama ini aku dan anakku sudah hidup tenang dan bahagia. tanpa dia. mimpi ini terasa begitu nyata.
Ditempat lain, Meisya dan Devan hidup bahagia Dengan kehadiran Putri cantik mereka yang diberi nama Prisla. kebahagiaan mereka terasa lengkap.
"Bagaimana kabarnya kak Bunga ya sekarang?" tiba-tiba Meisya teringat pada sahabat suaminya yang susah lama menghilang tanpa kabar berita.
"Iya dek, kita hanya bisa berharap dan berdoa semoga saja Bunga sudah hidup bahagia sekarang, dan bertemu dengan jodoh yang benar-benar mencintainya." ucap Devan.
"Amiiin." balas Meisya.
"Mama....Mama..." Prisla berlari membawa setangkai bunga, dan memberikan ketangan Meisya.
"Untuk Mama." ucap bibir mungilnya.
"Terimakasih kesayangan Mama." mencium kedua pipi cibi Prisla.
__ADS_1