Semanis Janji, Sepahit Dendamku

Semanis Janji, Sepahit Dendamku
Berterus terang


__ADS_3

Kakak jatuh dek." alasan yang dibuat-buat Devan karena ingin perhatian lebih dari Meisya. yang tengah berusaha membantu Devan, sambil merangkul tubuh Devan dan membawanya naik keatas ranjang.


"Terimakasih ya dek." ucap Devan sambil menatap lekat wajah cantik Meisya.


"Iya kak." Meisya terlihat gugup, mencoba menghindari tatapan mata Devan.


Meisya melirik sarapan pagi Devan yang belum tersentuh sama sekali, perlahan dia mengambil Makanan.


"Kak Devan belum sarapan ya?"


"Lagi ngak selera dek." jawab Devan.


"Meisya suapin ya." Meisya mulai membujuk Devan, yang tengah menyembunyikan senyuman nya.


"Inilah yang aku harapkan sedari tadi Meisya, perhatianmu." Gumam Devan.


Makanan yang semula tidak menarik selera makan Devan, berubah menjadi sangat lezat bahkan tanpa disadari makanan itu habis. karena disuapin oleh orang yang sangat dicintainya.

__ADS_1


"Sekarang kakak minum obatnya ya." membantu meminumkan obat, Devan begitu terbuai oleh perhatian lembut dari Meisya. sehingga Devan berfikir inilah saatnya untuk dia berterus terang kepada Meisya tentang perasaan nya yang sesungguhnya.


"Aku tidak bisa menunda-nunda lagi, apapun jawaban Meisya nantinya aku sudah siap." Devan menarik nafas panjang, mengembuskan napasnya perlahan. sambil memikirkan kata-kata yang tepat.


"Meisya," Devan kembali terdiam, antara rugubdan bimbingan.


"Ada apa kak." balas Meisya yang berusaha menyembunyikan vdetak jantung yang terus berpacu.


"Meisya, selama ini kamu tahu sendiri. jika kakak tidak pernah dekat dengan perempuan lain, bahkan kakak juga tidak menerima pernyataan cinta Bunga, karena.... karena..." ucap Devan.


"Karena apa kak?"


"Gadis? siapa kak." Meisya semakin gugup mendengar penuturan Devan.


"Gadis itu adalah kamu sendiri Meisya, kakak mencintai dan menginginkan mu. tapi kamu tidak perlu khawatir karena kakak tidak akan memaksakan kehendak ataupun cinta mu dek" jawab Devan terlihat mulai gusar melihat wajah Meisya yang terlihat tegang Mendengar ucapnya.


"Benarkah kak Devan mencintai ku?" ulang Meisya memastikan pendengarnya.

__ADS_1


"Benar Meisya." sambil mengangguk mantap.


Meisya langsung menghambur memeluk tubuh Devan, doa sangat terharu mendengar penuturan Devan.


"Kaka Devan, ternyata perasaan kita berdua sama. aku juga sangat mencintai mu kak." bisik Meisya ditelinga Devan yang sedang dipeluknya erat.


Devan mengeratkan pelukannya, setelah mendengar kejujuran dari Meisya. tiba-tiba Meisya merenggang kan pelukannya sambil menangkup wajah tampan Devan dengan kedua belah tangannya.


"Apa kakak sudah siap dengan status Meisya yang sudah menyandang status janda ini?" Meisya memastikan kesungguhan Devan.


"Siap sekali, karena kakak benar-benar mencintai mu Meisya, tidak peduli apapun." ucap Devan memastikan ucapan nya, yang membuat senyum mengembang dibibir Meisya.


"Meisya kakak ingin langsung menikahimu, karena berdua saja dirumah ini membuat kakak tersiksa karena selalu menginginkan dirimu dan cinta mu ini." ucap Devan mengelus-elus pipi mulus Meisya.


"Meisya setuju kak, tapi bagaimana dengan kak Bunga. dia sangat mengharapkan dan juga sangat mencintai kak Devan." Meisya gusar teringat dokter bunga yang selama ini begitu baik terhadap dirinya.


"Kakak akan berterus terang pada Bunga, karena meskipun kakak sudah berusaha untuk belajar mencintai Bunga. namun selalu gagal oleh perasaan kakak yang sesungguhnya, yang lebih memilih dirimu dek, sehingga sekarang waktu yang tepat untuk kakak, mengambil keputusan berterus terang kepada dirimu." ucap Arya.

__ADS_1


Meisya tersenyum manis, dia tidak menolak ketika kecupan lembut mendarat dibibir nya, karena sejujurnya Meisya juga mengharapkan hal ini.


__ADS_2